
Setelah mengatakan hal tersebut Tazkia mulai memutar benda kecil tersebut, setelah benda itu di putar lagi lagi waktu seperti terhenti beberapa detik, kemudian tertarik namun bedanya kali ini seperti bergerak maju dengan langit yang berganti siang dan malam secara cepat. Tazkia yang ingin memastikan ia kembali ke waktu yang tepat, lantas mulai menghitung pergantian siang dan malam dalam hati takut jika ia melakukan kesalahan kembali dan tidak bisa pulang ke waktu yang tepat.
Dalam beberapa detik setelah melewati pergantian yang begitu cepat, keadaan di sekitar Tazkia menjadi hening dan senyap, Tazkia lantas menoleh ke kanan dan ke kiri memperhatikan sekitar sambil menerka nerka apakah ia sudah benar benar kembali atau malah mundur ke waktu yang lalu lagi. Di saat Tazkia memastikan bahwa semua seperti semula ia agak takut tidak berada di waktu yang tepat, namun ketika samar samar Tazkia mendengar panggilan Sinta ia baru yakin bahwa Tazkia sudah berada di waktu yang tepat.
" Kia!" teriak Sinta dari arah sebelah tangga diiringi dengan suara beberapa derap langkah yang lantas membuat Tazkia terkejut mendengarnya.
" Sinta? Prasetia? Adit? kalian di sini?" tanya Tazkia dengan bingung karena perasaan Tazkia hanya menyuruh Sinta seorang diri melakukan pembuktian namun kenapa tiba tiba semua sahabatnya berada di sini.
" Woi woi woi jadi ini beneran? lo ..." ucap Aditya sambil menatap Tazkia dengan melongo karena ucapan Sinta ternyata adalah sebuah kebenaran.
" Bener kan apa yang gue katakan? Tazkia akan muncul di sini, jadi bagaimana? apa kalian sekarang percaya?" tanya Sinta dengan bangga karena baik Prasetia maupun Aditya tadinya mereka hanya menertawakannya dan mengatakan bahwa Sinta tengah berhalusinasi.
" Ssstttt jangan di sini, sebaiknya kita ke kamar inap gue sekarang." ucap Tazkia menyarankan.
Mendengar ucapan Tazkia baik Prasetia, Sinta dan juga Aditya lantas menyetujui usulan Tazkia, kemudian keempatnya lantas berjalan menuju ruang kamar inap Tazkia sambil sesekali menengok ke arah kanan dan kiri memastikan tidak ada orang.
Sementara itu tanpa mereka sadari, ketika keempatnya mulai beranjak dari kejauhan terlihat seorang laki laki misterius yang menggunakan baju serba hitam tengah menatap mereka dengan senyum iblis di wajahnya.
Pandangan laki laki itu tidak bisa lepas dari keempatnya terlebih lagi dengan Tazkia.
" Aku sudah menebak bahwa gadis itu bukanlah manusia biasa dan mempunyai kelebihan, aku bahkan sudah merasakan hawa yang berbeda dari tubuh gadis itu, tidak sia sia aku sudah mengintainya selama beberapa waktu belakangan ini, aku yakin jika aku bisa mengajaknya bergabung dan menyerap kekuatannya aku bisa menjadi belian supranatural terkuat di muka bumi ini, bukankah itu rencana yang hebat?" ucap pria tersebut sambil tertawa terkekeh dengan tetap menatap kearah Tazkia yang mulai menjauh dari pandangan pria tersebut.
Setelah mereka berempat hilang dari pandangannya detik berikutnya pria tersebut mulai menekan tombol kecil di atas jam tangannya dan langsung menghilang tak berbekas dari tempat itu.
" Loh bukannya tadi di sana seperti ada orang ya? apa mataku sedang rabun? atau aku yang salah lihat? aneh sekali." ucap seorang suster jaga yang tak sengaja melihat aksi teleportasi pria tersebut ketika melewati lorong rumah sakit. "Sudahlah mungkin aku salah lihat tadi." imbuhnya lagi sambil terus melangkahkan kakinya menuju kamar inap pasien.
__ADS_1
*******
Ruang inap Tazkia.
Keempatnya lantas mulai berkumpul di ruang tunggu pasien dengan wajah yang serius serta tatapan yang menatap Tazkia sedari tadi menunggu penjelasan dari Tazkia.
" Jadi lo benar benar bisa kembali dan melakukan perjalan ke masa lalu juga masa depan ki?" tanya Sinta kemudian tanpa menunggu basa basi terlebih dahulu.
" Yap, gue juga bingung kenapa bisa melakukannya." ucap Tazkia.
" Jadi ini sungguh sungguh bisa?" ucap Aditya masih tidak percaya sedangkan Prasetia hanya menyimak sedari tadi karena ia juga masih belum percaya sepenuhnya.
" Hem" ucap Tazkia singkat.
Mendengar hal itu Tazkia kemudian tersenyum, ia lalu mengeluarkan liontin itu dari lehernya dan langsung membukanya. Tazkia mengambil gulungan kertas kecil itu kemudian menaruhnya di tengah dan mulai menjelaskan arti perkata dari tulisan tersebut.
" Jadi yang ini terjemahannya yaitu satu sama dengan tujuh yang memiliki arti bahwa satu kali putaran sama dengan 7 hari waktu baik dalam masa lalu maupun masa depan, kemudian untuk barisan kedua, terjemahannya yaitu kanan sama dengan maju yang artinya bahwa jika kita putar bagian kecil itu ke kanan maka kita akan di bawa ke waktu 7 hari di masa depan, sedangkan untuk baris ketiga terjemahannya yaitu kiri sama dengan mundur, yang memiliki arti bahwa jika kita memutarnya ke kiri maka kita akan di bawa ke waktu tujuh hari di masa lalu." jelas Tazkia panjang kali lebar kali tinggi yang dibalas ketiganya dengan manggut-manggut seakan mencoba mencerna ucapan Tazkia barusan.
Beberapa menit kemudian Aditya lantas melongo sambil bertepuk tangan menatap ke arah Tazkia yang membuat Tazkia mengerutkan keningnya bingung akan reaksi dari Aditya.
" Gila lo ki bisa lancar bener terjemahin per kata, gak hanya itu bahkan ada penjelasannya, wih gokil sih lo, sepertinya lo cocok deh jadi adiknya si mbah google." ucap Aditya.
" Sialan lo, lo mau muji apa mau ngehina gue?" gerutu Tazkia yang mendengar ucapan Aditya.
" Ini murni pujian tahu, tapi kalau lo tersinggung ya maaf." ucap Aditya lagi dengan cengengesan.
__ADS_1
" Dasar lo dit ya, kalau mau muji tuh cari kata kata puitis dong." timpa Sinta yang juga ikut kesal dengan kata kata pujian Aditya.
" Hehehehe sorry sorry ini karena gue kelamaan gak nge-jokes di depan kalian jadi kangen nih." ucap Aditya kemudian.
" Utu utu anak siapa sih ini manis banget." goda Sinta yang lantas membuat tawa keempatnya pecah memenuhi ruangan itu.
" Jadi intinya lo bisa balik ke masa lalu maupun ke masa depan menggunakan liontin ini ki?" tanya Prasetia sekali lagi setelah mereka puas tertawa.
" Iyap" ucap Tazkia lagi.
" Btw lo dapet dari mana liontin itu?" tanya Prasetia lagi.
" Eh iya gue sampek lupa nanyain ke lo tentang hal itu." timpal Sinta yang mendengar pertanyaan Prasetia barusan.
" Gue dapat dari nyokap, nyokap gue hanya kasih gitu aja sih gak ngomong apa apa selain ..." ucap Tazkia menggantung kala mengingat ucapan Arini tempo lalu padanya ketika memberikan liontin tersebut.
" Selain apa?" tanya Sinta penasaran.
" Selain kata kata yang awalnya gue tidak tahu maksud dari ucapan nyokap gue, nyokap gue berkata ada hal ajaib yang akan gue temui ketika gue menggunakan liontin ini, nyokap gue berharap gue menggunakannya untuk kebaikan. Meski ada pepatah yang mengatakan waktu tidak bisa di putar kembali, namun jika ada keajaiban apapun itu tidak ada yang mustahil bukan?" ucap Tazkia sambil mempraktekkan ucapan Arini.
" Jika begitu berarti ...." ucap Sinta namun menggantung.
" Nyokap Kia adalah Time Traveler!" ucap Aditya dan juga Prasetia secara bersamaan.
Bersambung
__ADS_1