
Setelah kejadian tempo hari di taman rumah sakit, Faris seperti menjaga jarak dengan Tazkia, entah apa alasannya Tazkia juga tidak tahu bahkan saat sesi terapi Faris sama sekali tidak datang menemaninya.
Tidak terasa waktu mulai berlalu dengan cepat hingga kini Tazkia sudah bisa kembali berjalan dengan normal tanpa bantuan kursi roda.
" Akhirnya aku bisa kembali normal meski masih terasa kaku ketika berjalan, tapi setidaknya aku masih bisa berjalan sedikit demi sedikit, ya mungkin butuh waktu untuk memulihkannya." ucap Tazkia sambil menatap ke arah kedua kakinya.
Tazkia memang memutuskan untuk tidak melakukan rawat jalan karena di rumah maupun di rumah sakit bukankah sama saja? Orang tua Tazkia pun tidak akan bisa menemani Tazkia, beberapa hari setelah Tazkia mulai pulih orang tua Tazkia kembali ke Singapura karena ada beberapa hal mendesak yang mengharuskan keduanya kembali ke sana, jadi jika harus memilih Tazkia lebih memilih berada di rumah sakit karena setidaknya di rumah sakit suasananya akan sedikit lebih ramai dari pada di mansionnya.
" Oh iya liontin itu aku hampir saja melupakannya." ucap Tazkia kemudian mengeluarkan liontin tersebut dari lehernya.
Tazkia menatap ke arah liontin itu cukup lama, berulang kali Tazkia membolak-balikkan liontin tersebut dalam waktu yang cukup lama. Ketika Tazkia melihat ke arah atas liontin tersebut terdapat sebuah benda kecil mungil seperti pemutar liontin tersebut. Di belakang liontin itu terdapat tulisan kecil yang bertuliskan.
" Andaikan waktu bisa di putar lagi, apa yang bisa kamu perbaiki untuk masa depan?"
Tulisan tersebut begitu kecil hingga Tazkia bahkan hampir tidak melihat jika tidak memasang matanya dengan jeli ke arah bagian belakang liontin.
" Jika satu putaran sama dengan tujuh, lalu apa yang terjadi jika aku memutarnya? apa arti dari angka tujuh sebenarnya? apakah tujuh menit? tujuh jam atau bahkan tujuh hari? bulan, tahun, atau abad? kenapa mama sama sekali tidak menjelaskannya? " ucap Tazkia dengan penasaran sambil terus menerka nerka makna dari ucapan Arini tempo lalu.
Dengan rasa penasaran yang memuncak Tazkia lantas mulai memutar benda kecil tersebut sebanyak satu putaran untuk melihat apa yang akan terjadi jika Tazkia memutarnya.
Ketika Tazkia memutar benda kecil itu tiba tiba saja daerah sekitarnya seperti tertarik mundur bagaikan alur film yang bergerak sangat cepat, pagi dan malam berganti dengan cepat hanya dalam beberapa detik. Tazkia seakan mematung saat semua di sekelilingnya bergerak mundur. Detik berikutnya Tazkia lantas tersadar kala waktu seperti berhenti di waktu yang sama seperti tadi yaitu pukul 9 pagi.
Tazkia menatap ke arah sekitar dan semua nampak sama tidak ada yang berubah sama sekali.
__ADS_1
" Tidak ada yang berubah, semua bahkan masih sama seperti tadi." ucap Tazkia pada diri sendiri.
Tazkia kemudian lantas bangkit secara perlahan dengan berpegangan pada ranjang pasien kemudian berjalan perlahan dengan berpegangan pada tembok rumah sakit.
Tazkia mulai melangkah perlahan keluar mencari udara segar di sekitaran, dari arah kejauhan seorang suster datang mendekat ke arahnya.
" Wah sepertinya kamu sudah mengalami kemajuan pesat ya, terus semangat latihannya saya tinggal dulu ya." ucap suster tersebut yang di balas Tazkia dengan senyuman.
Setelah suster tersebut berjalan beberapa langkah ia lantas menghentikan langkah kakinya ketika teringat sesuatu hal yang baru saja terjadi.
" Loh bukannya tadi Tazkia sedang duduk di kursi roda? bahkan aku sendiri yang mendorongnya, kemudian temannya datang dan mengambil alih lalu aku pergi dan ..." ucap suster tersebut terhenti kala mengingat hal yang baru saja di alaminya.
Suster tersebut kemudian memutar kepalanya perlahan untuk memastikan kembali bahwa itu Tazkia atau bukan, dan tepat ketika suster tersebut berbalik ia sudah tidak melihat Tazkia lagi di sana, mengira yang ia lihat adalah hantu suster tersebut lantas langsung berlari dengan tergesa meninggalkan ruangan Tazkia.
*****
" Untung saja aku mengingatnya sebelum jauh, kalau gak, bukankah melelahkan berjalan kembali dengan kaki ku yang masih belum terlalu kuat." ucap Tazkia sambil memasukkan ponselnya ke saku bajunya.
Tazkia kemudian melanjutkan langkahnya secara perlahan menuju ke arah taman rumah sakit.
Dari kejauhan Tazkia melihat seperti ramai orang tengah menatap ke arah taman yang lantas membuat Tazkia penasaran akan apa yang tengah orang orang itu lihat.
" Bukankah ini namanya sebuah perselingkuhan? sepertinya dokter Faris lebih memilih pasien itu deh." ucap salah satu suster yang lantas membuat tanda tanya besar di kepala Tazkia.
__ADS_1
" Dokter Faris? pasien? mereka lagi ngomongin apa sih?" ucap Tazkia dalam hati saat mendengar ucapan suster barusan.
" Tentu saja dokter Faris lebih memilih pasien itu orang Tazkia lebih cantik, aku bahkan adalah suster jaga yang beberapa kali merawatnya, kulit gadis itu benar benar bersih, mana ada laki laki yang gak tergoda dengannya." ucap salah satu perawat lainnya.
Mendengar ucapan perawat tersebut semakin bingunglah Tazkia tentang apa yang sebenarnya terjadi.
" Ya kau benar, aku juga pernah berpapasan beberapa kali dengannya dan dia benar benar cantik." ucap suster tersebut lagi.
" Tapi apa kalian gak kasihan kepada pacar dokter Faris? dia tampak sangat menyedihkan." ucap lainya.
" Mungkin bagimu begitu, tapi bagiku cintanya seperti tengah bertepuk sebelah tangan, apa kamu tidak melihat bagaimana perlakuan dokter Faris kepadanya? bukankah terlihat jelas jika di bandingkan dengan perlakuan dokter Faris pada pasien itu." ucap lainnya lagi.
Ketika Tazkia di landa kebingungan akan apa yang tengah terjadi tiba tiba saja dia mendengar suara yang tidak asing di pendengarannya.
" Ada apa ini? jika kalian ingin bertengkar sebaiknya kalian lanjutkan di tempat lain, apa kalian tidak lihat bahwa saat ini kalian sudah jadi pusat perhatian?" ucap Prasetia sambil menatap Tania dan juga Faris secara bergantian.
Mendengar hal itu Tazkia lantas benar benar di buat terkejut berkali kali.
" Suara itu? ucapan ini? tidak mungkin bukan aku kembali ke waktu seminggu yang lalu?" ucap Tazkia dalam hati menerka nerka.
Karena rasa penasaran yang bercampur dengan rasa terkejut Tazkia kemudian lantas melangkah ke depan untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Ketika dirinya sampai di barisan kedua dari orang yang tengah berlalu lalang, Tazkia kembali di buat terkejut saat melihat kejadian seminggu lalu yang terjadi di taman rumah sakit. Tazkia benar benar melihat dirinya seminggu yang lalu.
__ADS_1
" Aku sungguh kembali ke waktu seminggu yang lalu? bagaimana bisa? lalu bagaimana cara ku pulang kembali?" ucap Tazkia dalam hati dengan perasaan yang campur aduk.
Bersambung