Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Tas branded berisi segepok uang ~ Desa tanjung tari #8


__ADS_3

Doni menatap kepergian Aldo dengan perasaan yang frustasi, satu persatu kenangan masa lalu mulai terlintas di kepalanya, Doni benar benar di buat frustasi oleh Aldo.


Flashback on


Aldo dan Doni nampak keluar dari sebuah rumah tua yang ada di pinggiran ibu kota, mereka kemudian lantas masuk kedalam mobil dan melajukan nya menuju kampus. Ketika sampai di kampus Aldo dan Doni langsung menuju ke ruangan Reno.


" Ada apa kalian berdua mencari bapak?" tanya Reno pada kedua mahasiswa tersebut.


" Jadi begini pak, kami melihat pengumuman di mading tentang program penyaluran pendidikan kepada anak anak yang kurang mampu, saya memiliki sebuah ide tentang itu pak." ucap Aldo.


" Ide apa?"


" Jadi begini, bapak bisa mengumpulkan beberapa anak pilihan bapak kemudian membaginya menjadi beberapa kelompok, setelah itu kita tugaskan beberapa kelompok tersebut agar membantu pendidikan anak anak yang kurang mampu di daerah daerah terpencil, bukankah itu ide yang bagus pak?"


Mendengar ide dari Aldo, Reno nampak berpikir sejenak.


" Ide mu itu bagus, hanya saja program ini di lakukan secara sukarela jika bapak langsung mengumpulkan beberapa mahasiswa pilihan bapak rasanya itu terlalu memaksa, karena tidak semua mahasiswa mau untuk di tempatkan di daerah daerah terpencil. "


" Bapak tenang saja saya yang akan mendata mahasiswa tersebut dan langsung mengelompokkannya, saya yakin mereka akan mau apalagi jika di iming imingi dengan nilai yang tinggi." ucap Aldo sambil menyerahkan sebuah bingkisan kepada Reno.


Reno yang melihat Aldo menyerahkan sesuatu awalnya agak terkejut, di bukanya perlahan bingkisan tersebut dan ternyata isinya adalah sebuah tas kerja dengan brand ternama yang sedang hit pada saat itu, yang tentu saja dengan harga cukup menguras kantong jika kalian ingin membelinya.


" Ada apa ini sampai kamu repot repot seperti ini." ucap Reno namun dengan menerima bingkisan tersebut tanpa sungkan dengan menampilkan senyuman yang di buat buat.


" Saya hanya ingin memberikan reward atas kerja keras bapak." ucap Aldo dengan tersenyum.


Doni yang melihat kelakuan Aldo hanya bisa menghela nafasnya, tidak ada yang bisa ia lakukan selain hanya mengikuti semua hal yang di lakukan Aldo.


" Wah terima kasih banyak." ucap Reno dengan tersenyum bahagia.


Doni kemudian lantas mengeluarkan selembar kertas di mana di sana sudah tertulis dengan lengkap nama mahasiswa, pembagian kelompok, dan daerah yang di tuju.


" Kamu sudah menyiapkannya?" ucap Reno cukup terkejut melihat lembaran itu.

__ADS_1


" Anda hanya pastikan para mahasiswa ini mendapat nilai bagus selebihnya serahkan pada saya, oh satu hal lagi pak tolong masukkan kami berdua ke dalam kelompok mereka bagaimanapun caranya." ucap Aldo sambil menunjuk ke satu kelompok.


" Kamu memerintah saya?" ucap Reno yang sadar bahwa ada yang tidak beres dengan kedua mahasiswanya ini.


" Bapak ... bapak ... di dunia ini tidak ada yang gratis, apakah bapak tidak melihat lembaran uang yang ada di dalam tas itu? bapak bahkan sudah menerimanya! " ucap Aldo dengan tersenyum sinis.


Mendengar hal itu Reno kemudian lantas kembali melihat ke dalam bingkisan tersebut, kemudian membuka resleting tas untuk melihat sesuatu yang ada di dalamnya, betapa terkejutnya Reno kala mengetahui di dalam tas tersebut terdapat beberapa gepok lembar uang dengan pecahan seratus ribu rupiah.


" Kalian menyuap saya? bawa kembali saya tidak akan menerimanya!" ucap Reno dengan kesal.


Melihat penolakan tersebut Aldo lantas tersenyum sinis kemudian memberikan kode kepada Doni, Doni yang mendapat kode tersebut lantas langsung mengeluarkan ponsel pintar miliknya dan memperlihatkan sesuatu kepada Reno, dalam ponsel tersebut tampak sebuah rekaman pengawas ketika Reno dengan bahagia menerima tas tersebut, sedangkan detik selanjutnya Reno tampak mengeluarkan segepok uang dari dalam tas itu, namun anehnya ketika Reno melempar kembali tas tersebut untuk di kembalikan kepada Aldo tidak ada pada adegan selanjutnya, Reno yang melihat hal itu tentu saja di buat ketar ketir.


" Kamu ..." ucap Reno menggantung.


" Bagaimana pak? bisa bapak bayangkan bukan jika vidio ini beredar di dunia maya, karir bapak bisa langsung tamat hanya dengan satu sentuhan jari saja, apa bapak ingin mencobanya?" ucap Aldo.


" Kamu benar benar keterlaluan!"


Flashback off


" Aku harus bagaimana lagi untuk membujuknya? ini benar benar salah, Aldo bahkan sudah terlalu jauh tapi aku ... aku bahkan tidak bisa menariknya kembali ke permukaan argh." ucap Doni dengan frustasi.


Kresek kresek


" Siapa di sana?" ucap Doni ketika mendengar bunyi semak semak yang seperti di injak oleh seseorang.


********


Sementara itu Aditya dan Sinta sudah menyelesaikan sosialisasinya, keduanya kemudian lantas melangkah kembali menuju rumah peristirahatan mereka.


" Akhirnya selesai juga ya." ucap Aditya.


" Ternyata cukup melelahkan ketika memberikan sebuah edukasi kepada warga yang memang tidak terlalu mementingkan pendidikan."

__ADS_1


" Ya butuh waktu dan pengertian untuk membuat mereka paham dengan materi yang kita sampaikan."


" Hem, tinggal kita tunggu keputusan Prasetia apakah kita jadi membuka sekolah dadakan atau studi dor in dor." ucap Sinta kemudian.


Ketika keduanya sedang asyik berbincang tiba tiba saja Sinta seperti melihat Tazkia dan juga Doni keluar dari dalam hutan dengan langkah yang mengendap endap, tentu saja hal itu membuat Sinta yang melihatnya sedikit kebingungan sekaligus penasaran.


" Bukankah itu kia?" ucap Sinta sambil menunjuk ke arah dua orang laki laki dan perempuan yang hanya terlihat punggung mereka saja.


" Mana?"


" Itu yang jalan dengan langkah terburu buru, ayo kita kejar." ucap Sinta kemudian menarik tangan Aditya untuk mengikuti keduanya.


" Kita mau kemana?"


" Udah ikut aja."


Keduanya kemudian berlari hendak menyusul Doni dan juga Tazkia, namun ketika jarak di antara keduanya sudah tinggal beberapa meter baik Tazkia maupun Doni tiba tiba menghilang seakan akan lenyap di telan bumi. Sinta dan Aditya yang melihat hal tersebut lantas langsung berhenti mendadak dan saling pandang satu sama lain.


" Kau melihatnya kan Dit?" ucap Sinta sambil menatap ke arah Aditya.


" Ya, mereka berdua menghilang!" balasnya dengan nada yang juga bingung.


Ketika keduanya di landa kebingungan, dari arah belakang terdengar suara yang tak asing menyapa keduanya. Mendengar hal itu Sinta dan juga Aditya langsung spontan menoleh ke arah sumber suara.


" Kia!" ucap Aditya dan juga Sinta secara bersamaan membuat Prasetia dan juga Tazkia saling pandang dan bertanya tanya tentang sikap keduanya.


" Ada apa sih?" tanya Tazkia dengan bingung.


Belum hilang rasa bingung Tazkia dan Prasetia tiba tiba keduanya kembali berteriak yang membuat Tazkia dan juga Prasetia semakin kebingungan di buatnya.


" Kalung! " teriak Aditya dan juga Sinta kembali secara bersamaan.


Bersamaan

__ADS_1


__ADS_2