Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Memberikan bantuan ~ Misteri villa nenek #13


__ADS_3

"Bantulah aku! bantulah aku!"


Ucapnya lagi secara berulang, membuat kepala Faris seperti hendak meledak karena sosok itu terus saja mengganggunya di sela sela waktu istirahatnya.


"Katakan ada apa?" ucap Faris pada akhirnya karena kesal hantu itu terus membuat kepalanya pening karena kalimat yang terus ia ulang.


Sosok itu tersenyum mendengar Faris menyetujui permintaannya, perlahan wujud yang mengerikan dengan luka bakar parah di beberapa bagian tubuhnya, berubah menjadi lebih baik dengan wujud layaknya sosok manusia pada umumnya, hanya saja tidak menapak tanah alias melayang.


"Tolong temui kekasih ku dan katakan agar datang dan bertemu dengan ku untuk yang terakhir kalinya."


Ucapnya dengan nada setengah memohon pada Faris.


"Bukankah kau bisa datang dan mencoba untuk menghantuinya? itu bahkan lebih mudah." ucap Faris dengan nada yang datar.


Sosok itu nampak sedih mendengar ucapan Faris, seakan raut wajahnya mengisyaratkan ketidakberdayaan dirinya untuk bertemu dengan sang kekasih. Faris yang melihat hal itu lantas hanya bisa menghela nafasnya panjang, mau tidak mau ia harus menolong sosok itu karena sudah terlanjur berkata akan membantunya.


"Baiklah, tapi setelah aku menyelesaikan pekerjaanku, sebelum pekerjaan ku selesai jangan ganggu aku mengerti?" ucap Faris yang di balas anggukan oleh sosok itu.


*****


Faris memasuki ruang kerjanya dengan langkah bergegas, hendak pulang dan menemui Arini karena ia sungguh masih terngiang dengan ucapan Tejo yang mengatakan bahwa masa lalu terulang kembali dan menurutnya hanya Arini lah yang tahu akan hal ini.


Namun sayang langkah Faris langsung terhenti kala melihat di dekat kursi kerjanya terdapat seorang sosok yang tengah berjongkok memegangi lututnya diam mematung menatap ke arah depan.


"Astaga bahkan aku hampir melupakannya!" ucap Faris dalam hati kala melihat sosok itu di ruangannya. "Ayo kita selesaikan dengan cepat karena Tazkia sudah menunggu ku!" ucap Faris yang langsung membuat sosok itu mendongak dengan girang ke arah Faris.


Faris kemudian dengan gerakan cepat melepas jas dokternya lalu menggulung kemeja yang ia kenakan dan melepas dasinya. Setelah itu ia melangkah menuju parkiran untuk segera berangkat mencari kekasih dari sosok yang terus mengikutinya itu.


Ketika masuk di dalam mobil Faris lantas menatap sekeliling karena tak melihat sosok itu di manapun, sampai kemudian ia tak sengaja melihat kaca spion dan ternyata sosok itu sudah duduk di kursi penumpang.

__ADS_1


"Hei aku bukan supir mu lah! maju atau aku tidak akan pergi!" ucap Faris dengan kesal kala melihat sosok itu malah duduk di kursi penumpang.


"Baiklah, tapi jangan marah kamu membuatku takut."


Ucap hantu itu kemudian melayang dan berpindah ke depan, sedangkan Faris hanya memijat kepalanya perlahan karena sosok itu terus saja membuat dirinya kesal kala pikirannya terus fokus kepada Tazkia.


"Yang harusnya takut itu aku, sebenarnya hantunya di sini kamu atau aku ha?" ucap Faris dengan penuh penekanan membuat sosok itu langsung menunduk karena takut dengan Faris.


Faris melajukan mobilnya menuju ke tempat yang di pandu oleh sosok tersebut, selama perjalanan menuju ke tempat itu benar benar hening Faris hanya diam saja sedari tadi, sedangkan sosok itu juga diam mematung karena takut dengan Faris.


Hampir setengah jam mengendara, akhirnya Faris sampai di sebuah perumahan sederhana dengan beberapa gang sempit di kanan dan kirinya. Faris menatap sosok itu memastikan apakah ini sungguhan ataukah sosok itu hanya sedang mengerjainya saja.


"Rumahnya ada di sana, di blok nomor dua yang bercat warna hijau."


"Baiklah ayo turun dan selesaikan dengan cepat!" ucap Faris sambil melangkah turun dari mobilnya.


Faris melangkahkan kakinya menuju rumah dengan tembok bercat warna hijau, dalam perjalanannya ke sana banyak beberapa warga yang memperhatikan sosoknya, mereka sungguh terpana dengan perawakan Faris yang tinggi tegap dengan wajah blesteran dan memiliki kulit bersih, benar benar memukau hati kaum hawa yang melihatnya.


"Kakak cari siapa? apakah kakak sedang mencari seseorang untuk diperistri?" tanya wanita itu tanpa malu malu.


Faris yang mendengar hal itu tentu saja mengerutkan keningnya bingung dengan pertanyaan yang di berikan wanita itu padanya.


"Saya tengah mencari pemilik rumah ini namanya...." ucap Faris namun terpotong karena tidak mengetahui siapa yang tengah dia cari, sampai sosok hantu wanita itu membisikkan sebuah nama di telinganya. "Oh Ilham." ucap Faris sambil tersenyum garing.


"Ah ku kira kakak mencari jodoh."


"Maaf saya sudah punya isteri dan dia sedang menunggu di rumah." ucap Faris berdalih agar bisa mempercepat prosesnya.


"Ah maaf kak saya tidak bermaksud." ucap wanita itu seakan merasa bersalah dengan raut wajah yang kecewa. "Ilhan tidak pulang dari kemarin, terakhir kali saya melihatnya kemarin, sepertinya sore hari karena biasanya di jam segitu ia akan menjemput pacarnya pulang." jelas wanita itu.

__ADS_1


"Oh kalau begitu terima kasih, saya permisi." ucap Faris kemudian melenggang pergi menuju tempat mobilnya terparkir tadi.


***


"Lalu sekarang apa lagi? kita bahkan sudah berkeliling dan mencari keberadaan ke kasih mu namun dia tidak ada di mana pun." ucap Faris.


Memang setelah dari perumahan itu sosok hantu tadi menuntun Faris ke arah kantornya yang menjadi tempat area kebakaran kemarin, tidak hanya sampai di sana saja bahkan hampir seluruh kota Jakarta Faris kelilingi namun tidak kunjung menemukan kekasih dari sosok itu.


"Bisakah..."


"Hentikan! aku juga memiliki kesibukan lainnya, jadi aku minta maaf sebelumnya karena tidak bisa lagi membantu mu." ucap Faris memotong ucapan sosok itu.


Mendengar kata kata Faris barusan seperti melukai hati sosok itu, hingga ia langsung menghilang dari mobil yang sedang Faris kendarai.


"Bodoh amat, kali ini Tazkia lebih penting." ucap Faris yang melihat kepergian sosok itu yang tiba tiba.


Faris melajukan mobilnya kembali kali ini bukan mencari keberadaan kekasih sosok itu melainkan menuju rumah orang tua Tazkia, namun sayangnya deringan ponsel yang terus menerus miliknya, membuat Faris lantas menepi dan mengangkat panggilan telpon tersebut.


"Dok ada pasien darurat yang akan di transfer dari Rumah Sakit Indah Permata 15 menit lagi." ucap seorang di seberang sana mengabari Faris.


"Bukankah ada dokter Rian yang bertugas hari ini?" ucap Faris.


"Dokter Rian sedang menangani pasien lainya dok, sedangkan di sini hanya tersisa residen saja." ucapnya dengan nada yang sedikit khawatir Faris tidak akan menyetujui permintaannya.


"Baiklah aku akan segera ke sana." ucap Faris kemudian mengakhiri telponnya.


Setelah menerima telpon tersebut Faris lantas mengambil jalur putar balik menuju kembali ke rumah sakit.


"Kenapa harus sekarang sih?" ucapnya dengan kesal sambil terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2