
Aditya kali ini benar benar mendapatkan dobel kill (kata orang bahasa gaulnya sih), bagaimana tidak? ia tanpa sengaja menjumpai Rita melakukan persembahan di sebuah makam, tidak hanya sampai di situ kini Aditya mengetahui sebuah fakta bahwa nenek Tazkia sebenarnya sudah meninggal sejak lama, semua pertanyaan demi pertanyaan dalam benaknya kemarin perlahan mulai terjawab.
Aditya buru buru mengeluarkan jurus langkah seribu bayangan setelah tadi Aditya bertemu langsung dengan nenek Tazkia yang menatap ke arahnya dengan tersenyum, jika itu manusia biasa mungkin Aditya akan membalasnya dengan senyuman kembali, namun sayangnya yang barusan tersenyum bukanlah manusia dan Aditya baru mendapati fakta itu barusan hingga ketika menatapnya membuat Aditya langsung bergidik ngeri.
"Niatnya mau refreshing tapi endingnya malah masuk ke sarang hantu, salah apa gue ini sampai terus terusan berurusan dengan mereka." ucap Aditya sambil terus berlari masuk ke dalam villa.
Prasetia yang memang sedang meminum kopi di ruang makan langsung menatap Aditya dengan bingung kala melihat Aditya masuk ke dalam villa dengan lari larian.
"Ada apa sih Dit?" tanya Prasetia membuat Aditya yang semula berlarian langsung menghentikan langkah kakinya dan mendekat ke arah Prasetia.
Dengan nafas yang terengah engah Aditya mengambil duduk di sebelah Aditya kemudian mengatur nafasnya agar menjadi lebih stabil.
"Gue.... gue.... hhhhhhhhhh" ucap Aditya namun terpotong potong membuat Prasetia semakin bingung mendengarnya.
"Ada apa sih? nafas dulu baru ngomong! jangan di campur campur lo kira film porno." ucap Prasetia.
Mendengar hal itu Aditya lantas dengan spontan menoyor kepala Prasetia, karena gemas akan Prasetia yang masih bisa bisanya ngelawak di saat keadaan seperti ini.
"Apa sih Dit!" ucap Prasetia dengan kesal karena Aditya menoyor kepalanya.
"Lagian lo kampret gue lagi kesusahan dan lo malah ngeledek gue." ucap Aditya dengan kesal.
"Lagian lo mau cerita tapi kayak orang lagi asek asek ya maaf." ucap Prasetia sambil menyeruput kopi di cangkirnya. "Ada apa sebenarnya Dit?" tanya Prasetia kemudian namun kali ini dengan nada yang sedikit lebih serius dari tadi.
__ADS_1
Aditya menatap Prasetia dengan manik mata menelisik mencari tahu apakah Prasetia kali ini bersungguh sungguh atau sedang bercanda saja, setelah menelisik lebih jauh dan yakin bahwa Prasetia dalam mode serius Aditya lantas mulai bercerita tentang penemuan bangunan yang berisi makam nenek Tazkia di belakang villa, tidak hanya itu Aditya juga menceritakan tentang Rita yang membawa sebuah kotak dan melakukan persembahan di makam itu.
"Wah lo dah ngaco sih ini Dit, gue nyata nyata bertemu dan melihat nenek Kia malam itu, tidak hanya itu Kia juga bilang kan neneknya selalu ikut makan malam, perkataan mu barusan sungguh tidak masuk akal." ucap Prasetia tak percaya sambil terus menggelengkan kepalanya.
Aditya menatap Prasetia dengan kesal dan hendak nyerocos namun urung, dalam pikirannya mungkin yang dilihat Tazkia dan juga Prasetia adalah arwah nenek Tazkia yang terus hadir di sekitar karena persembahan yang di lakukan Rita di makam itu.
"Coba lo pikir Pras, kenapa kita tidak pernah melihat nenek Kia sekalipun di sini? oke katakanlah lo pernah lihat, tapi itu tengah malam bukan? lalu pertanyaannya kemana nenek Kia?" ucap Aditya menjelaskan.
"Bisa aja beliau sedang istirahat atau apalah itu kesibukannya." jawab Prasetia santai.
Mendengar hal itu Aditya lantas menarik nafasnya panjang karena Prasetia tak kunjung mempercayainya.
"Oke itu memang masuk akal, jika memang benar lalu bagaimana pendapat lo ketika mendengar Kia mengatakan bahwa neneknya selalu ikut makan malam bersama kita padahal kita jelas jelas hanya melihat kursi kosong di sana." imbuh Aditya.
"Kenapa? gak bisa jawab kan lo?" tanya Aditya karena melihat Prasetia terdiam nampak berpikir dengan keras tentang segala kemungkinan yang ada. "Lebih baik sekarang lo ikut gue!" ucap Aditya kemudian sambil menarik tangan Prasetia agar bangkit dan mengikuti langkah kakinya.
***********
Sementara itu mobil yang di kendarai oleh Faris mengeluarkan asap pekat yang berasal dari mobil bagian depannya setelah ia menabrak sebuah pohon besar.
Setetes demi setetes bensin terlihat mengalir membasahi rerumputan sekitar namun Faris tak kunjung sadar juga dan masih berada di dalam mobil.
Pandangan Faris perlahan mulai terasa kabur, tapi ia sadar bahwa telah terjadi sesuatu padanya yang mungkin akan berakibat buruk jika ia tidak segera bangkit. Dalam ketidakberdayaannya senyuman Tazkia terlintas dalam benaknya begitu cantik membuat senyuman di bibir Faris mengembang tipis, sangat tipis sekali hingga mungkin tidak akan terlihat dengan jelas.
__ADS_1
"Faris bukankah kamu mengatakan akan segera datang?"
Ucapan Tazkia barusan begitu jelas terdengar di telinga Faris seakan akan benar benar nyata. Perlahan namun pasti Faris mulai berusaha untuk bangkit, walau sulit dan terasa menyakitkan Faris tetap akan berusaha untuk bangkit. Satu kali, dua kali usahanya nampak gagal membuat Faris merutuki dirinya sendiri, harusnya ia membawa driver dan tidak nekat berpergian sendiri seperti ini.
"Ayo Ris bangun kamu pasti bisa! sekarang Ris jangan buang waktu lagi!"
Entah memang itu hanya halusinasi yang ditimbulkan pasca kecelakaan atau memang pikiran Faris yang terlalu fokus terhadap Tazkia hingga membuatnya terus mendengar suara Tazkia yang menyemangatinya untuk segera bangkit.
Faris lantas kembali mencoba bangkit dan menggunakan tenaganya yang tersisa untuk keluar dari mobilnya, beruntung ketika mobil Faris menabrak pohon, pintu sebelah pengemudi langsung terbuka hingga memudahkan Faris untuk segera keluar dari sana. Faris mencoba mengumpulkan kesadarannya yang mulai menurun sambil memegang pintu mobil yang terbuka bersiap untuk melangkah keluar dari sana.
Perlahan tapi pasti Faris melangkahkan kakinya keluar dari mobil walau dengan kaki yang gemetaran, sampai kemudian ketika dirinya baru beberapa kali melangkah mobil miliknya tanpa di duga langsung meledak hingga membuatnya terhuyung dan langsung jatuh ke tanah dengan posisi terlentang.
Jantungnya berdetak dengan kencang ketika mengetahui mobilnya meledak, namun detik berikutnya seulas senyum nampak terlihat dari wajah Faris karena ia bersyukur berkat suara dan semangat Tazkia membuatnya selamat dari maut meski itu hanyalah sebuah halusinasinya saja.
"Aku masih hidup hhhhhhhhhh! aku masih hidup." ucapnya berulangkali sampai kemudian Faris hilang kesadaran dan pingsan.
Beberapa orang nampak mendekat kala terdengar suara ledakan tak jauh dari desa mereka. Beberapa warga desa termasuk Tejo mencari sumber suara ledakan barusan dan ia cukup terkejut kala mendapati sebuah mobil sudah terbakar, sedangkan di sebelahnya terlihat seseorang tengah terbaring di sana dengan baju yang sudah berlumur darah.
Tejo kemudian lantas melangkah semakin dekat untuk mengecek kondisi si korban.
"Den Faris!" teriak Tejo ketika mendapati wajah tak asing baginya tergeletak di tanah.
Bersambung
__ADS_1