Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Mimpi apaan ini? ~ Lukisan berdarah #14


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang tengah di lakukan Tazkia? bukankah ini hanya mimpi gue?" ucap Aditya dalam hati kebingungan.


Tazkia melangkah dengan tertatih hendak memasuki ruangan tersebut namun lagi lagi Tazkia langsung terpental dan kembali menabrak pintu kamar sebelah dengan cukup keras.


Detik berikutnya setelah Tazkia terpelanting, pintu ruangan kamar yang terdapat Waluyo di dalamnya langsung tertutup dengan keras membuat Tazkia seakan akan tidak mempunyai harapan lagi untuk membawa Waluyo bersamanya.


" Pergilah sekarang, jangan lupakan pesan bapak dan bakar lukisan itu setelah kalian memasuki raga kalian! pergi!" ucap Waluyo dalam telepati nya yang hanya bisa di dengar oleh Tazkia.


Pada akhirnya Waluyo memilih jalannya sendiri dengan tetap tinggal bersama makhluk yang menyerupai Maya kekasihnya. Tidak ada pembenaran atas apa yang di lakukan oleh Waluyo kerena semua hal yang ia lakukan selama ini adalah bersekutu dengan setan baik ia sadari maupun tanpa ia sadari, sosok yang ia anggap sebagai Maya selama ini bukanlah Maya yang asli melainkan jin atau iblis yang menyerupai Maya sehingga membuat Waluyo terlena selama ini.


Tazkia menatap pintu yang tertutup dengan perasaan yang sendu.


" Jika memang itu yang anda inginkan pak, semoga anda bahagia dengan pilihan anda." ucap Tazkia dalam telepati nya.


Perlahan lahan Tazkia bangkit berdiri sambil terus menatap ke arah pintu sementara Aditya hanya menatap pintu dan Tazkia dengan tatapan bingung secara bergantian.


Tazkia kemudian memantapkan hatinya dan langsung menarik tangan Aditya untuk segera berlari dan pergi kembali ke raga mereka.


" Kita harus segera pergi dit!" ucap Tazkia sambil berlari dengan memegang tangan Aditya.


" Kita mau kemana ki?" tanya Aditya dengan bingung namun tetap mengikuti langkah kaki Tazkia sedari tadi.


" Kita harus segera pergi dari sini." ucap Tazkia sambil terus berlari dan berlari menyusuri hutan belantara nan gelap mencari lorong tempat ia dan Waluyo keluar sebelum memasuki hutan.


Ketika keduanya sedang berlari dan terus berlari tiba tiba saja sesuatu semacam akar pohon melilit kaki Aditya membuatnya terseret hingga terlepas dari gandengan tangan Tazkia.


" Ki, tolong!" teriak Aditya kala ia terseret cukup jauh oleh akar pohon yang melilit kakinya secara tiba tiba.


Tazkia yang sadar pegangan tangannya dan Aditya terlepas lantas langsung berbalik menatap sekeliling mencoba mencari keberadaan Aditya.

__ADS_1


" Kalian mau pergi dari sini rupanya, jangan pergi jangan pergi hihihihihihihi."


Ucapan itu terus menggema memenuhi seluruh bagian hutan seakan akan ingin memancing setiap penghuninya untuk mencegah Tazkia dan Aditya agar tidak pergi dari sana.


" Hentikan! aku tidak takut dengan kalian! kembalikan temanku, aku tidak perduli akan apapun tentang kalian." ucap Tazkia setengah berteriak sambil mendongak ke atas dan sedikit berputar mencari sumber suara barusan.


" hihihihihihihi."


Tidak ada sosok apapun yang Tazkia lihat hanya ada tawa cekikikan yang terdengar menggema di telinganya sedari tadi.


Tazkia kemudian memandang sekitar sambil mengangkat lentera nya tinggi tinggi untuk menerangi jalannya mencari keberadaan Aditya.


" Adit! lo di mana?" teriak Tazkia sambil menatap sekitar dengan peluh yang membasahi dahinya serta rasa khawatir akan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Tazkia terus berlari dan berlari mencari Aditya sampai tanpa sadar kaki sebelah kanannya tersandung sesuatu, kemudian tiba tiba terikat oleh benda semacam akar pohon dengan kencang yang langsung menariknya hingga jarak beberapa meter.


" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa." teriak Tazkia terkejut kala dirinya terseret cukup jauh.


" fokus dan konsentrasi itu adalah kuncinya, bukankah aku bisa menciptakan lentera? itu artinya aku juga bisa menciptakan sesuatu yang lain lewat pikiranku!" ucap Tazkia dalam hati.


Tazkia kemudian lantas mencoba fokus dan membayangkan sebuah parang di tangannya dan beberapa detik kemudian ajaibnya sebuah parang muncul di tangannya entah dari mana.


Tazkia yang melihat ada parang di tangannya lantas berusaha memutus akar yang melilit kakinya di tengah kegelapan malam yang tercipta tanpa adanya pencahayaan yang akan muncul di sana.


**************


Sementara itu Aditya yang terseret cukup jauh lantas tiba tiba terhenti kala tubuhnya tersangkut di sebuah batang pohon.


" Apes banget gue, mimpi apaan sebenarnya ini, gue harus segera bangun pokonya, harus segera bangun." ucap Aditya dengan kesal sambil mencoba melepas lilitan akar pohon tersebut pada kakinya.

__ADS_1


Setelah memastikan kakinya terlepas dari jeratan akar yang melilitnya sedari tadi, Aditya lantas bangkit dan menatap sekeliling mencari keberadaan Tazkia.


" Ki lo di mana? Kia!" ucap Aditya setengah berteriak sambil menatap sekeliling mencari keberadaan Tazkia.


Hawa tak enak lantas mulai menerpa Aditya, Aditya menoleh ke kanan dan ke kiri mengecek segala sesuatunya, detik berikutnya Aditya lantas langsung berlari sekencang mungkin tanpa arah dan tujuan karena melihat sesuatu yang panjang dan tinggi bergelantungan di dekat pohon besar sedang menatap ke arahnya.


" Bodoh amat gue harus lari sekarang, pokoknya gue harus lari." ucap Aditya pada diri sendiri sambil terus berlari dan berlari.


Aditya berlari dengan langkah tergesa gesah sambil menepis setiap ilalang yang menutupi jalannya. Pikiran Aditya benar benar kacau semakin ia berlari hutan yang ia lalui semakin rimbun dengan banyaknya cekikikan dan tawa seseorang yang menggema di telinganya membuat Aditya ketakutan bukan kepalang.


" Mimpi apaan ini, gue ogah banget kalau harus mimpi begini lagi." ucap Aditya dengan kesal sambil terus berlari dengan membuka jalanan sekitar tanpa berbekal apapun dan tanpa penerangan apapun.


Ketika rasa putus asa mulai menyerang dan menyebar memenuhi pikirannya, dalam keadaan berlari kencang Aditya tiba tiba saja terpental menabrak sesuatu yang membuatnya langsung tersungkur dengan rasa sakit yang menusuk ke seluruh tubuhnya.


" Aw" ucap Aditya bersamaan dengan suara seseorang di seberang sana yang seperti tidak asing di pendengarannya.


" Kia apa itu lo?" tanya Aditya sambil mencoba melihat apakah orang di depannya benar benar Tazkia atau bukan.


" Adit itu lo?" ucap Tazkia kala mendengar suara yang familiar menyapa telinganya.


Aditya yang mendengar ucapan Tazkia lantas langsung bangkit dan mendekat ke arah Tazkia kemudian memeluknya dengan erat sambil menangis haru.


Tazkia yang sadar akan Aditya yang tiba tiba bersikap seperti ini lantas langsung mendorongnya dan menatap wajah Aditya samar samar di balik kegelapan malam.


" Apa sih lo dit, kenapa tiba tiba jadi melow begini?" tanya Tazkia dengan nada bingung.


" Gue kira gak akan ketemu lo lagi ki, tidak hanya itu gue merasa tubuh gue seperti samar samar tertelan kegelapan malam, gue jadi parno, mimpi apaan ini coba benar benar tidak elegan." ucap Aditya yang lantas membuat Tazkia terdiam bukan karena terharu tapi karena Tazkia berpikir bahwa waktunya sudah terbuang cukup lama dan semakin menipis, kini saatnya mereka kembali ke raga mereka secepat mungkin.


" Kita harus segera pergi dari sini dit, kita harus kembali secepatnya!" ucap Tazkia yang lantas di balas anggukan oleh Aditya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2