
"Dia tidak bunuh diri!" ucap Tazkia kemudian.
Mendengar hal itu keluar langsung dari mulut Tazkia membuat ketiganya lantas langsung terdiam, mereka ingin sekali menolak karena ucapan Tazkia sangat bertolak belakang dengan rumor yang beredar namun jika menarik semua pengalaman mereka kebelakang Tazkia bukanlah tipe orang yang membual dan berbicara sembarangan.
"Ki jangan asal bicara untuk kali ini, gue tahu lo pasti ada alasan mengatakan hal itu, hanya saja dia anak pejabat Ki bisa berabe kalo sampai ketahuan." ucap Prasetia memperingati.
"Memangnya ada apa dengan anak pejabat? bukankah kita semua sama saja?" tanya Sinta dengan nada yang sinis.
"Kalian benar benar tidak tahu?" tanya Aditya kemudian yang di balas gelengan kepala oleh Sinta dan juga Tazkia. "Dia adalah anak dari Herman dan semua orang mengenalnya, ia merupakan salah satu pejabat pemerintahan yang licik, tidak hanya itu ada yang mengatakan dia adalah penyembah setan dan juga ketua dari dunia bawah, sejauh ini tidak ada yang bisa membuktikannya apakah itu fakta atau hanya bualan orang orang agar tunduk kepada Herman." ucap Aditya kemudian.
"Lalu apa kita harus diam saja kalau anaknya melakukan kejahatan?" tanya Sinta.
"Lawan kita terlalu berat Sin, aku tidak mau kita semua dalam bahaya hanya karena masalah yang kita sendiri tidak ikut andil di dalamnya."
"Tapi..." ucap Sinta ingin berbicara namun keburu di potong oleh Aditya.
"Sudahlah lebih baik kita fokus, belajar yang rajin kemudian lulus dengan hasil yang sempurna."
Mendengar hal itu Sinta hanya memutar bola matanya jengah sedangkan Tazkia nampak terdiam seperti tengah memikirkan sesuatu.
"Untuk kali ini aku akan diam, omongan Pras benar juga akan sangat beresiko jika aku ikut campur dalam masalah ini." batinnya dalam hati.
********
Malam harinya
Suasana kampus begitu sunyi sepi, tak ada aktifitas apapun yang terlihat padahal biasanya di jam segini masih terdapat beberapa mahasiswa yang sedang melakukan ekskul atau hanya sekedar menyelesaikan tugas kuliah.
__ADS_1
Pak Ridwan terlihat sedang berpatroli mengelilingi kampus memeriksa situasi. Suasana malam itu benar benar dingin dan sunyi, hanya ada suara jangkrik dan terkadang burung hantu yang terdengar saling bersahutan menambah suasana kian mencekam.
"Ih kenapa jadi merinding gini sih? padahal malam malam kemarin baik baik saja." ucapnya sambil mengusap tengkuknya yang tiba tiba saja terasa merinding. "Ini pasti karena ada yang meninggal tadi pagi nih jadi suasananya horor begini." ucapnya lagi.
Tap tap tap tap
Suara seseorang berjalan di atas mulai terdengar samar di telinga Ridwan, Ridwan yang memang sedang berada di lorong lantas dengan spontan mengarahkan senternya ke atas mengecek suara apa barusan.
Dug dug dug
Suara yang tadinya hanya langkah kaki pelan, berubah menjadi langkah kaki besar seiring dengan cahaya senter yang di arahkan Ridwan ke atas. Merasa ada yang aneh tentu saja Ridwan langsung ngibrit berusaha secepat mungkin kembali ke post satpam. Namun sayangnya baru beberapa kali melangkah Ridwan lantas berhenti karena ada sesuatu menetes ke kepalanya.
"Apa ini?" ucap Ridwan sambil bergidik ngeri karena ia terus di buat merinding semenjak di lorong tadi.
Ridwan lantas di buat terkejut kala tangan yang ia gunakan untuk mengusap kepalanya tadi berwarna merah dan dapat di pastikan bahwa yang baru saja menetes di kepalanya adalah darah. Dengan tubuh yang gemetaran ketakutan perlahan Ridwan mendongak ke atas sambil mengarahkan senternya.
Aaaaaaaaaaaaaa
**********
Keesokan harinya seluruh isi kampus di buat geger akan kabar tentang hantu gentayangan di kampus, apalagi kabar tersebut di perkuat dengan ditemukannya Ridwan satpam kampus yang pingsan di lorong, membuat dugaan demi dugaan menguat tentang adanya teror hantu bunuh diri di kampus.
Tazkia dan Sinta melangkahkan kakinya menuju ke arah perpustakaan mencari bahan untuk tugas dari dosen. Aditya lantas berlarian kala melihat Sinta dan juga Tazkia sedang berjalan di lorong dan langsung nimbrung di tengah tengah Sinta dan juga Tazkia, sedangkan Prasetia hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan Aditya yang seperti anak anak.
"Halo geis" sapa Aditya sambil langsung nimbrung di tengah keduanya.
"Apaan sih Dit, kita mau ke perpus kalau lo mau ikut ayo tapi jangan berisik nanti kena tegur." ucap Sinta kemudian karena Aditya pasti tidak akan mau bila di ajak ke perpustakaan dan alhasil malah akan menjadi ribut hingga di tegur oleh petugas.
__ADS_1
"Yah gue laper, kantin aja yuk plis." bujuk Aditya.
"Kagak! tugas gue lagi numpuk dan gue gak mau nunda lagi!" ucap Sinta tegas kemudian menarik tangan Tazkia agar melangkah lebih cepat dan menjauh dari Aditya.
Melihat Aditya diacuhkan Prasetia lantas mempercepat langkah kakinya agar sejajar dengan Aditya.
"Mangkanya tuh pikiran isinya jangan makanan mulu, heran deh gue." ucap Prasetia kemudian melenggang pergi menyusul Sinta dan juga Tazkia yang sudah berada di depan.
"Gimana sih, gue laper malah di suruh belajar." gerutu Aditya namun tetap mengikuti langkah ketiganya ke arah perpustakaan.
**
Perpustakaan
Baik Sinta, Prasetia dan juga Tazkia sudah sibuk dengan bukunya masing masing hening dan tak bersuara, sedangkan Aditya sedari tadi hanya membolak balik bukunya tanpa membacanya sama sekali, sedangkan perut Aditya sudah berbunyi sedari tadi minta di isi karena cacing cacing di perutnya sedari tadi berdemo meminta makan, Aditya menyebikkan bibirnya karena benar benar kesal namun ia juga malas untuk pergi ke kantin sendiri dan jadilah dia hanya diam sambil menunggu teman temannya selesai.
"Geis kalian udah denger berita belum?" tanya Aditya kemudian dengan nada setengah berbisik takut terdengar dan mengganggu yang lainnya.
Mendengar Aditya bersuara Sinta tampak mendongak dan menatap Aditya seakan memberikan isyarat tentang apa berita itu.
"Ada hantu di kampus!" ucap Aditya lagi dengan pelan.
Mendengar hal itu baik Prasetia, Tazkia dan juga Sinta lantas menatap tak percaya ke arah Aditya.
"Kalian selalu kurang update deh!" ucap Aditya kesal namun kemudian memberikan isyarat kepada ketiga temannya untuk sedikit lebih dekat agar bisa mendengarnya. "Kalian tahu? pagi tadi pak Ridwan di temukan pingsan di lorong dekat lapangan basket katanya dia melihat penampakan hantu merayap di atap lorong." ucap Aditya lagi.
Deg
__ADS_1
"Apa jangan jangan gadis itu..."
Bersambung