Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Aku tidak akan melepaskan mu


__ADS_3

Jauh di dalam diri Tazkia.


Tazkia mencoba berusaha sekuat tenaganya untuk melepaskan kerangkeng itu dari tubuhnya, namun lagi lagi semua usahanya selalu saja gagal dan malah berakhir semakin erat hingga membuat Tazkia kesakitan. Tazkia rasanya bahkan hampir di buat frustasi dengan kegagalan yang selalu saja berulang walau ia sudah berusaha, namun sebisa mungkin Tazkia sama sekali tidak ingin menyerah dan menjadi budak makhluk itu, tentu saja tidak!


Di tengah rasa ingin menyerah yang menyelimutinya secara samar samar Tazkia seperti melihat sosok yang sangat familiar baginya melayang mendekat ke arahnya sambil tersenyum kepadanya, ya Tazkia tahu sosok itu, sosok nenek nenek yang selalu membawa kucing hitam bersamanya, bukankah dia yang ada di lukisan yang kemarin Tazkia temui? tidak hanya ada di lukisan kini Tazkia mengingatnya dengan jelas bahwa nenek itulah yang selalu membantunya di saat ia tengah kesusahan, baik di Villa Edelweis, maupun ketika Aditya membutuhkan bantuan nenek itu juga memberitahu Tazkia, tidak hanya sampai di situ ketika di Desa tanjung tari dan masih banyak hal hal lainnya sosok nenek itu selalu hadir membantunya.


"Nenek itu apakah ingin menolong Kia?" batinnya dalam hati, sedangkan sosok itu yang seakan mendengar suara hati Tazkia lantas hanya tersenyum menatap ke arah Tazkia sambil menganggukkan kepalanya sekali.


Sosok itu kemudian nampak melayang dan mendekat ke arah Tazkia hendak membuka kerangkeng yang membelenggunya, sayangnya ketika jarak keduanya sudah semakin dekat sosok bermata merah menyala itu keburu mengetahuinya.


Makhluk tersebut nampak marah menatap tajam ke arah nenek tersebut karena telah mengganggu kesenangannya. Hingga kemudian tidak berapa lama sosok makhluk bermata merah menyala itu tiba tiba berubah menjadi gumpalan asap berwarna abu abu pekat yang semakin membumbung tinggi, sedangkan sosok nenek nenek yang selalu membawa kucing itu hanya tersenyum menatapi makhluk di depannya.


Melihat sosok itu yang telah berubah sepenuhnya, kucing hitam yang berada di gendongan nenek itu tiba tiba melompat dan berubah menjadi cahaya hitam yang kian membesar dan membesar seakan mengikuti perubahan sosok bermata merah menyala itu.


Sedangkan Tazkia hanya bisa menatap tak percaya terhadap apa yang dilihatnya, seakan ini adalah pengalaman pertama dalam hidupnya.


*********


Sementara itu Faris masih berlarian dan terus berkeliling mencari keberadaan Tazkia, Faris mencoba menajamkan pandangannya di tengah kegelapan malam sambil menyusuri daerah daerah di sekitar villa.


"Kamu di mana Ki?" batinnya dalam hati.

__ADS_1


Faris yang sedang kalut mencari keberadaan Kia lantas memutuskan untuk pergi ke daerah sumur tua karena baginya di sana adalah awal mula semuanya terjadi. Keputusannya untuk pergi ke sumur tua tidaklah sia sia di sana dari kejauhan ia melihat Tazkia sedang berjalan perlahan ke arah sumur tua. Faris yang melihat hal itu tentu saja mempercepat langkahnya mencoba menyusul Tazkia.


Setelah jarak keduanya semakin dekat Faris menarik tangan Tazkia untuk menghentikan langkah kaki Tazkia. Ketika berbalik badan Faris melihat Tazkia benar benar terlihat berbeda, wajahnya yang pucat dengan manik mata merah menyala membuat Faris sedikit shock kala mengetahuinya.


"LEPASKAN!" ucap Tazkia dengan suara berat yang lagi lagi membuat Faris kembali terkejut.


Anehnya hawa panas yang menjalar di sekujur tubuh Tazkia mendadak mendingin dan berbalik menyerang Tazkia kala Faris memegang tangannya, seakan ada energi positif yang berasal dari Faris dan dapat menetralisir energi yang merasuki Tazkia.


Tazkia terlihat meringis kala genggaman tangan Faris semakin erat membuat Faris sedikit bingung akan apa yang terjadi pada Tazkia, meski Tazkia terus merengek dan berteriak meminta untuk di lepaskan tapi Faris sama sekali tak ingin melepaskan genggaman tangannya.


"PANAS! LEPASKAN AKU!" teriak Tazkia sambil mencoba membuka genggaman tangan Faris dan kemudian menghentakkannya cukup keras hingga membuat Faris terhuyung.


Faris yang melihat Tazkia hendak pergi kembali lantas kembali mengejarnya.


Tak ada tanggapan yang terdengar dari Tazkia, sedangkan Faris yang berhasil mengikis jarak ke duanya lantas langsung dengan spontan mendekap Tazkia dari belakang.


Tepat ketika Faris mendekap tubuh Tazkia dari belakang, tanpa di duga sebuah cahaya nampak muncul dari saku celana Faris hanya saja Faris tak menyadarinya karena fokus memegangi Tazkia.


Tubuh Tazkia mendadak terasa panas disertai rasa sakit seperti cambukan kala Faris mendekap tubuhnya, membuat Tazkia memberontak dan minta untuk di lepaskan.


Faris menulikan telinganya berpura pura tidak mendengar teriakan demi teriakan dari mulut Tazkia yang meminta untuk di lepaskan. Tazkia meronta ronta dan terus berusaha agar bisa terlepas dari Faris, sedangkan Faris berusaha sekuat tenaga untuk tetap menahan diri agar dekapannya tak terlepas dari Tazkia,

__ADS_1


Faris yang memang kondisinya tidak terlalu fit dan juga beberapa luka di tubuhnya karena kecelakaan kemarin harus berusaha dengan ekstra karena tenaga Tazkia kali ini benar benar besar hingga membuat dirinya kewalahan.


Faris yang tak sanggup lagi menahan perlawanan dari Tazkia lantas langsung terhuyung dan terjatuh bersama dengan Tazkia.


Walau posisi keduanya saling tumpang tindih Faris tetap mendekap erat tubuh Tazkia dengan sekuat tenaganya. Sedangkan Tazkia benar benar tidak bisa diam dan terus memberontak sampai keduanya bahkan sudah bergulung gulung ke sana kemari hingga tak terhitung lagi berapa kali keduanya menabrak dahan pohon atau berguling di kubangan karena memang Tazkia yang terus memberontak dan tidak bisa diam.


"Apapun yang terjadi aku tidak akan melepaskan mu." ucap Faris dengan kekeh.


"LEPASKAN AKU! LEPASKAN AKU!" teriak Tazkia lagi dan lagi dengan kesetanan.


********


Sementara itu jauh di dalam diri Tazkia pertarungan antara sosok makhluk yang menculik Tazkia dengan sosok kucing hitam tadi terus berlanjut, pertarungan makin sengit dan makin sengit terlihat beberapa kali kucing hitam nampak kewalahan dengan sosok tersebut membuat sosok bermata merah menyala lantas tertawa dengan angkuhnya karena merasa tidak tertandingi.


Cukup lama pertarungan berlangsung dengan imbang sampai kemudian entah apa yang terjadi sosok bermata merah menyala itu nampak seperti mengerang kesakitan yang Tazkia sendiri tidak tahu apa penyebabnya, tidak ada yang bisa Tazkia lakukan di sana selain hanya menonton dengan perasaan yang campur aduk.


Melihat ada peluang, sosok kucing hitam lantas tak menyianyiakannya dan langsung menyerang sosok bermata merah menyala itu dengan membabi buta dan pada akhirnya sosok bermata merah menyala itu nampak mengecil dan semakin mengecil hingga kemudian lenyap entah ke mana, begitupun kerangkeng yang membelenggu Tazkia ikut lenyap seiring dengan hilangnya sosok itu.


Tazkia nampak sedikit lega mengetahui dirinya bisa lepas dari jerat makhluk bermata merah menyala tersebut. Perlahan nenek nenek itu nampak mendekat ke arah di mana Tazkia berada.


"Kamu beruntung cu mempunyai sosok yang bisa menetralkan energi mu, teruslah bersamanya maka kamu akan menemukan kedamaian." ucap sosok nenek nenek itu kemudian menghilang sebelum Tazkia sempat menanyakan apa yang di maksud oleh nenek nenek tersebut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2