
Aditya yang sadar mimpinya itu bukanlah sebuah mimpi, lantas langsung berlari keluar hendak memberitahu yang lainnya tentang hal ini. Namun ketika Aditya keluar dari kamar, seluruh ruangan nampak kosong membuat Aditya lantas menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika menatap ke arah sekeliling.
"Jadi gue benar benar di tinggal nih ceritanya?" ucap Aditya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu. "Lalu gue harus ke mana untuk menyusul Kia? gue kan bukan cenayang?" imbuhnya lagi dengan nada yang bingung.
Hingga kemudian samar samar Aditya seperti mendengar sebuah suara di telinganya yang mengatakan ketiganya kini sedang berada di Rumah Sakit Jiwa. Antara yakin dan tidak yakin jika mereka ada di sana, namun Aditya rasa tidak ada salahnya jika mencoba mencari mereka ke sana bukan?
Dengan langkah yang yakin, Aditya mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah Rumah Sakit Jiwa tersebut. Bodohnya Aditya yang melupakan bahwa ini sudah larut malam, dan tentu saja jalannya akan sangat gelap dan tanpa penerangan apapun selain dari ponsel miliknya.
Dengan ragu ragu Aditya mulai melangkahkan kakinya membelah rimbunnya semak belukar yang terdapat di sekitaran jalan setapak tersebut.
"Jangan ada yang muncul... jangan ada yang muncul plis..." ucap Aditya dalam hati yang terus mengulang kata kata itu seakan menjadi mantra yang bisa menenangkan hatinya.
*******
Sementara itu kembali kepada Tazkia.
"Kau pikir bisa lari dari ku ha?" ucap pria bertudung tadi dengan nada suara yang meremehkan Tazkia.
Tazkia yang di tarik cukup keras lantas terkejut, namun bukan karena tarikannya yang terlalu kencang atau gerakan pria itu yang sangat cepat. Melainkan tepat ketika tangan pria itu menyentuh lengannya sebuah penglihatan mendadak terlintas di benaknya, membuat Tazkia terkejut bukan main karena mendapati sebuah fakta yang sangat mengejutkan.
Dalam penglihatannya Tazkia melihat kilas balik kehidupan Faris dari awal hingga kini, kehidupan yang sama sekali tidak pernah Tazkia bayangkan Faris telah melewatinya. Tazkia bahkan sempat ragu dan bingung ketika mendapat penglihatan tersebut, karena apa yang di lihatnya sekarang sungguh berbanding terbalik dengan apa yang di lihat Tazkia ketika sedang bersama dengan Faris.
Dalam keraguan yang menyelimuti hatinya, Tazkia mulai menarik ingatan tentang pertama kali ia bertemu Faris, semakin Tazkia berpikir entah mengapa jawabannya semakin membuat pusing karena Tazkia merasa seperti melihat Faris dalam dua versi.
"Faris!" pekik Tazkia kemudian yang langsung membuat sosok pria itu terdiam seketika dengan manik mata yang terkejut.
Hening beberapa saat setelah Tazkia menyebutkan nama Faris cukup keras, hingga kemudian suara tawa mulai terdengar menggema di pendengaran Tazkia membuatnya cukup terkejut akan suara tawa tersebut.
__ADS_1
Dengan gerakan perlahan pria bertudung itu lantas membuka masker yang menutupi wajahnya dan menurunkan tudung yang menutupi kepalanya.
"Kau sudah mengetahuinya rupanya!" ucap Faris dengan nada yang datar.
Sedangkan Tazkia yang mendengar hal itu tentu saja terkejut bukan main. Tazkia memundurkan langkahnya perlahan karena terkejut dengan fakta yang ia dapat barusan ini.
"Ba... bagaimana bisa... kamu.. adalah pria bertudung hitam." ucap Tazkia dengan nada yang terkejut.
"Karena kamu sudah tahu, aku tidak akan menutupinya lagi. Dan sekarang aku menginginkan mu!" ucap Faris sambil langsung menarik tangan Tazkia berusaha untuk menariknya agar lebih dekat ke arahnya.
"Lepaskan aku! lepaskan aku!" teriak Tazkia sambil terus memberontak agar Faris melepaskannya.
Tazkia berusaha melempari Faris dengan berbagai macam benda di sekitarnya dengan membabi buta yang anehnya malah membuat Faris tertawa ketika melihat aksi Tazkia yang seperti itu.
Tazkia yang melihat hal itu tidak berhasil lantas mencoba untuk berteleportasi dan menghilang dari sana, namun ketika ia muncul Faris selalu saja bisa mengikutinya.
Hingga kemudian ketika Faris kembali bisa menyergapnya Tazkia lagi lagi tersudut dan tak bisa berbuat apapun. Dalam kondisi yang tidak menguntungkan tersebut, Tazkia mendapat sebuah penglihatan kembali tentang kehidupan Faris.
Dalam penglihatan Tazkia
Faris terlihat memasuki sebuah ruangan yang sangat gelap tanpa penerangan apapun, hanya cahaya rembulan yang masuk melalui celah celah ruangan tersebut yang menjadi penerangan dalam ruangan itu.
Dengan langkah yang gagah Faris nampak melangkah mendekat ke seseorang yang berpakaian serba hitam di sana. Pria tersebut nampak memberikan Faris sesuatu untuk di minum.
Tazkia benar benar tidak mengerti maksud dari penglihatan yang ia dapat barusan, sampai kemudian ia kembali di tarik pada sebuah penglihatan lain yang membuat Tazkia kini mulai mengerti tentang sesuatu.
"Ambil seluruh kekuatan gadis itu maka kau akan menjadi pemimpin yang tak terkalahkan." ucap pria yang berpakaian serba hitam tersebut.
__ADS_1
"Bagaiman mungkin guru? bukankah guru hanya meminta ku untuk selalu bersamanya? lalu apa ini?" tanya Faris dengan nada yang protes seakan tidak terima dengan perintah yang di berikan oleh gurunya barusan.
Pria itu nampak tersenyum ketika mendengar ucapan Faris barusan. "Sesuatu yang sudah di pelihara dengan sepenuh hati pasti akan terasa lebih manis bukan? apa kau masih tidak mengerti maksud ucapan ku barusan?" ucap pria itu dengan tawa yang keras mengiringi ucapannya.
"Lalu apakah dia akan menjadi manusia normal jika aku mengambil kekuatannya?" tanya Faris dengan raut wajah yang penasaran.
"Kau jangan bodoh! tidak ada seseorang yang akan normal jika kekuatannya diambil." ucapnya dengan ketus.
"Lalu maksud guru..." ucap Faris tercekat karena tidak bisa meneruskan ucapannya.
"Ya, dia akan mengalami kebutaan seumur hidupnya, tidak akan ada jalur medis maupun non medis yang akan bisa menyembuhkannya." ucapnya dengan nada yang enteng.
Tazkia yang mendengar hal itu lantas mundur perlahan, bayangan awal mula kisah cintanya bermula perlahan berputar di kepalanya, begitu manis dan indah. Hanya saja, apakah rasa manis yang di tawarkan Faris sejak awal hanyalah sebuah kepalsuan demi tercapainya keinginannya menjadi pemimpin dunia kegelapan? bukankah itu terlalu jahat? di saat Tazkia menumpahkan seluruh rasa dan pikirannya kepada Faris, inikah balasan yang diberikan oleh Faris?
Bruk
Tazkia lantas terjatuh dengan posisi terlentang di mana Faris berada tepat di atasnya dan mencengkram lehernya dengan erat. Tazkia memilih keluar dari penglihatannya barusan karena ia sudah tidak sanggup menerima kenyataan yang perlahan lahan mulai terungkap dan memenuhi kepalanya.
Setetes air mata jatuh dari sudut matanya, di tatapnya dalam dalam manik mata Faris. Ada sesuatu yang aneh ketika kedua manik mata mereka bertemu, manik mata Faris nampak berkaca kaca namun dengan senyum menyeringai di bibirnya, sungguh keduanya sangat berbanding terbalik bukan?
"Ap..a kamu sungguh.. akan.. mengambilnya.. Ris?" tanya Tazkia dengan tersendat karena cengkraman Faris yang begitu erat di lehernya.
Mendengar ucapan Tazkia barusan cengkraman Faris mendadak melonggar dengan tatapan yang Tazkia sendiri tidak bisa mengartikan apa maksud dari tatapan Faris barusan.
"Sanggupkah aku melakukannya?" ucap Faris dalam hati bertanya tanya.
Bersambung
__ADS_1