Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Misteri villa nenek ~End


__ADS_3

Setelah berguling ke sana dan kemari hingga baju keduanya bahkan sudah tak berbentuk lagi, dengan noda lumpur di mana mana dan juga beberapa bercak darah yang merembes dari beberapa luka Faris akibat kecelakaan kemarin yang masih belum kering sepenuhnya.


Nafas keduanya nampak terengah engah seperti sedang kelelahan setelah habis berlari berkilo kilo meter, Faris yang melihat tidak ada lagi perlawanan dari Tazkia perlahan melepaskan dekapannya kala di rasa Tazkia sudah mulai tenang dan sudah sadar sepenuhnya.


"Ki... apa kamu baik baik saja?" tanya Faris kemudian.


Perlahan Tazkia mulai kembali kesadarannya, terlihat ia mulai membuka matanya dan menatap ke arah sekeliling.


"Aku di mana?" batin Tazkia.


Tazkia cukup terkejut kala melihat dirinya tengah tiduran di hamparan yang luas dengan pohon pinus di sekitaran yang mengelilinginya sejauh mata memandang. Ditatapnya sekitaran dan pandangannya terhenti kepada Faris yang juga sedang tidur terlentang di sebelahnya namun dengan bentukan yang sudah kotor dan acak acakan sama persis seperti dirinya.


"Faris apa yang terjadi?" tanya Tazkia sambil menatap dengan bingung ke arah Faris.


"Syukurlah kamu sudah kembali normal Ki." ucap Faris sambil tersenyum tipis ke arah Tazkia.


Hanya kata kata itu yang keluar dari mulut Faris membuat Tazkia semakin bingung dan terus bertanya tanya, sementara itu dari kejauhan nampak teman temannya dan juga Rita berlarian datang menghampiri keduanya yang masih tiduran terlentang di tanah, bukan tanpa alasan hanya saja tubuh keduanya terasa sangat sakit dan nyeri yang mungkin akibat dari berguling guling di tanah secara langsung tanpa alas apapun.


"Kia, dokter Faris kalian baik baik saja?" tanya Sinta kemudian dengan nafas yang terengah engah karena berlarian di susul Aditya, Prasetia dan juga Rita di belakangnya.


"Aku baik baik saja tenanglah." ucap Tazkia sambil mengangkat tangannya memberikan isyarat ok.

__ADS_1


Keduanya kemudian langsung di bantu dan dibopong masuk ke dalam villa, tidak ada pertanyaan lagi yang mengalir dari yang lainnya, mereka hanya fokus membantu Tazkia dan juga Faris bebersih kemudian menyuruh keduanya untuk beristirahat.


Setelah memastikan keduanya istirahat baik Prasetia, Aditya dan juga Sinta melanjutkan interogasi terhadap Rita di ruang tengah karena menurut mereka Rita adalah kunci dari segala pertanyaan yang terus berputar di benak ketiganya.


Rita menghela nafasnya panjang kala mendapat tatapan menelisik dari teman teman Tazkia, hingga pada akhirnya Rita menceritakan seluruh kejadiannya kepada ketiganya, di mulai dari masa kecil Tazkia, teman bermain Tazkia yang ternyata adalah makhluk jadi jadian yang sering di panggil Wowo oleh warga desa, hingga nenek Tazkia yang sudah meninggal 8 tahun yang lalu.


Ketiganya nampak manggut manggut mendengar cerita Rita, kini semuanya pertanyaan dalam benak mereka seakan sudah mulai terjawab satu persatu.


"Lalu kenapa kamu tidak mengatakannya sedari awal tentang kematian nenek Kia? lagi pula bukankah dia neneknya, kenapa Kia sampai tidak tahu kalau neneknya sudah meninggal?" cerca Aditya yang penasaran akan teka teki keluarga Tazkia.


"Seingat saya beberapa pihak keluarga sepakat untuk tidak memberitahu nona, terlebih lagi setelah penyegelan waktu itu semua akses nona yang berhubungan dengan villa ini di tutup." jawab Rita.


"Lalu kenapa Tazkia datang ke sini beberapa waktu lalu?" tanya Sinta yang juga ikut menerka nerka.


"Lalu kita harus bagaimana sekarang?" tanya Aditya kemudian setelah kepergian Rita dari sana.


"Kita harus kasih tahu Tazkia besok, untuk sekarang lebih baik kita pergi tidur." ucap Prasetia.


"Ya lo bener, badan gue rasanya kayak mau patah semua." ucap Aditya seakan mengiyakan saran dari Prasetia barusan.


"Baiklah kalau begitu selamat malam semua." ucap Sinta bangkit berdiri kemudian melenggang pergi dari sana.

__ADS_1


"Gue balik ke kamar dulu." ucap Aditya yang di balas anggukan oleh Prasetia.


Prasetia terdiam sambil menatapi kepergian Sinta dan juga Aditya dari sana.


"Sepertinya harapan gue untuk memiliki Kia sudah benar benar kandas apalagi setelah melihat Faris yang mati matian menyelamatkan Tazkia tadi." ucap Prasetia pada dirinya sendiri


*********


Keesokan harinya Tazkia dan yang lainnya memutuskan untuk kembali Jakarta. Banyak yang Tazkia dapat dari liburannya kali ini, apalagi setelah ia mengetahui bahwa neneknya sudah meninggal 8 tahun yang lalu, membuat Tazkia menjadi tahu bahwa ibunya menyuruh ia berlibur di villa nenek bukan semata mata untuk merefresh otaknya saja melainkan bermaksud memberitahu segalanya kepada Tazkia lewat berbagai kejadian yang di alaminya ketika berada di villa ini.


Kini Tazkia tahu kemampuan serta keistimewaan yang di milikinya bukan semata mata terjadi tanpa sebab melainkan karena memang takdir yang telah memilihnya jauh sebelum dirinya dilahirkan. Tazkia sebisa mungkin berusaha untuk menerima takdir yang telah digariskan untuknya, bukankah menghindar atau menerima tidak akan ada bedanya?


Tazkia menatap jalanan sekitar dengan perasaan yang tidak bisa terlukiskan, ia sangat sangat bersyukur memiliki Prasetia, Sinta, Aditya dan juga Faris tentunya yang selalu ada bersamanya walau apapun yang terjadi.


Seulas senyum terukir jelas di wajah cantiknya kala melihat tingkah konyol teman temannya, kalau kalian menanyakan Faris bagaimana? Faris orangnya itu pandai berbaur, walau jarak usia mereka lumayan jauh namun tidak ada kesenjangan yang terjadi antara mereka berlima, benar benar pasangan impian bukan? ia bahkan tidak pernah membatasi Tazkia bergaul dengan siapapun walau sebenarnya ia tahu bahwa Prasetia menyimpan rasa pada Tazkia, bagi Faris kepercayaan dalam sebuah hubungan sangat di perlukan daripada hanya membesarkan rasa ego dan cemburu satu sama lain. Sungguh benar benar pria yang bijaksana.


Perjalanan terus berlanjut mereka berlima menyusuri jalanan yang begitu banyak di tumbuhi beberapa pohon di kanan kirinya, sesekali terjadi pergantian siapa yang mengendara antara Prasetia dan juga Aditya. Keduanya sama sekali tidak mengijinkan Faris untuk menyetir alasannya karena mereka belum siap mati katanya, bukankah mereka lucu? padahal kecelakaan yang di alami Faris bukanlah karena kelalaian Faris melainkan karena gangguan dari mereka yang tak terlihat.


Pikiran Tazkia melayang jauh memutar kembali ingatan akan perkataan nenek nenek yang membawa kucing hitam bersamanya, ucapan nenek itu benar benar membekas di ingatannya. Tazkia tidak pernah menyangka bahwa energi Faris dapat menetralisir energinya hingga sedikit menutup auranya agar tidak tercium atau disalahgunakan bagi mereka mereka mempunyai maksud lain pada Tazkia.


Apa kalian pikir cerita perjalanan Tazkia sampai di sini? tentu saja tidak masih banyak petualangan penuh misteri yang menanti untuk Tazkia pecahkan. Hanya saja mungkin agak berbeda karena kini Tazkia lebih bisa menerima dirinya yang memang berbeda dari teman teman sebayanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2