
Ketika keempatnya sedang terlibat diskusi dengan serius tiba tiba pintu samping rumah terbuka lebar, dengan spontan keempatnya lantas menoleh ke arah pintu samping dan ternyata itu adalah Doni.
Mereka berempat saling pandang satu sama lain dengan Doni, membuat Doni yang baru saja datang lantas menatap balik ke arah mereka dengan tatapan yang bingung.
" Apa kalian sedang membicarakan ku?" tanya Doni karena melihat tatapan aneh dari keempatnya.
" Tidak gr lo!" ucap Aditya kemudian.
" Kalau gak ya biasa aja lihatnya, emang masuk dari pintu samping akan terlihat seaneh itu?" ucap Doni kemudian.
" Ya kagak juga." ucap Aditya lagi namun langsung di bekap oleh Sinta karena gemas dengan mulut Aditya.
" Gak ada kok Don kita hanya sedang rapat aja, kalau lo mau lo bisa gabung." ucap Sinta kemudian.
" Gak usah gue mau istirahat aja, kalian boleh lanjut." ucap Doni kemudian melangkah pergi hendak menuju kamarnya. " Oh ya Ki kalau lo ada waktu nanti bisa kita ngobrol berdua?" imbuhnya sambil menatap ke arah Tazkia.
" Tumben nih anak." ucap Tazkia dalam hati. "Oke, nanti selesai ini gue kabarin deh." ucap Tazkia yang di balas anggukan oleh Doni.
" Ada apa? tumben dia ngajak lo bicara?" tanya Aditya penasaran setelah kepergian Doni.
" Mana gue tahu." ucap Tazkia dengan acuh.
****
Setelah selesai bicara dengan ketiga sahabatnya seperti janjinya bersama Doni, Tazkia perlahan mulai melangkah menuju kamar Doni kemudian mengetuknya.
__ADS_1
Tidak berapa lama Doni nampak membukakan pintu dengan sesekali menguap, sepertinya ia terbangun karena ketukan Tazkia barusan.
" Apakah sudah selesai?" tanya Doni yang di balas anggukan oleh Tazkia. " Kalau begitu tunggulah di halaman belakang, aku akan ke sana setelah mencuci muka terlebih dahulu." ucap Doni.
Mendengar hal itu Tazkia hanya menurut dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke halaman belakang. Tazkia menatap langit sore dengan tatapan yang bertanya tanya, pertanyaan itu muncul bukan karena langit yang menjadi sore melainkan karena Doni yang tiba tiba mengajaknya bicara, kalau sudah seperti ini biasanya dalam drama korea yang ia tonton si tokoh utama pria akan menembak si tokoh utama putri, namun sebelum sempat di lakukan pemeran kedua tiba tiba datang dan menggagalkan semuanya. Tapi tunggu sebentar! kisah ini bukanlah seperti kisah di drakor drakor yang Tazkia tonton setiap waktu lenggang, jadi itu sangat mustahil jika tiba tiba Doni sungguhan menyatakan perasaannya padahal mereka jarang sekali berkomunikasi satu sama lain.
" Maaf lama." ucap Doni dari arah belakang membuyarkan segala lamunannya.
" It's ok"
" Aku tidak akan bertele tele kita langsung pada intinya, aku ingin menanyakan sesuatu padamu, tapi jika kamu tidak mau mengatakannya juga tidak apa aku tidak akan memaksa." ucap Doni yang membuat Tazkia semakin bingung dibuatnya.
" Tentang apa ini?"
Tazkia terdiam seketika, mulutnya seakan kelu bingung akan menjawab apa pertanyaan dari Doni barusan.
" Diam mu itu sudah memberikan suatu jawaban ki. Hem kini aku sudah lega karena mengetahui alasannya." ucap Doni kemudian yang lantas membuat Tazkia semakin kebingungan.
" Apa maksud mu?"
" Kamu harus lebih berhati hati ki, kamu spesial dan akan banyak orang yang terus datang dan mengincar mu. Kamu tahu bukan dunia ini luas? aku sudah hampir menjelajahinya dan sekarang aku menyesal melakukannya, terkadang menjadi orang yang normal adalah anugrah yang terindah dari Sang Maha Kuasa, aku sudah terlalu jauh masuk ke dalam dan tidak ada jalan kembali bagiku." ucap Doni.
Mendengar hal itu tentu Tazkia menjadi tambah bingung, Tazkia mengerti arah pembicaraan Doni namun ada beberapa hal yang membuatnya tidak mengerti karena Doni menggunakan bahasa yang ambigu dan tidak dijelaskan secara gamblang.
Melihat Tazkia yang hanya terdiam mendengarkannya Doni lantas tersenyum dan menatap Tazkia dalam dalam.
__ADS_1
" Jauhi Aldo ki, aku tahu kamu orang yang baik, mungkin kamu lebih bisa mengatur kelebihan mu ke arah kebaikan dari pada orang seperti diriku, jangan percaya dengan janji manis siapapun yang mengatakan bahwa dunia bisa dirubah asal kamu mau bergabung dan mengubah dunia bersama, itu hanyalah kata kata pemanis, jangan pernah percaya sedikitpun karena takdir dan seluruh yang ada di dunia ini sudah di atur dan di tata sedemikian rupa, sehingga kita tidak akan mungkin bisa merubahnya begitu saja hanya karena kita bisa menjelajah waktu." ucap Doni dalam hati namun anehnya Tazkia bisa mendengar itu ( ya kalian benar Doni sedang melakukan telepati dengan Tazkia).
Kenyataan tersebut tentu saja membuat Tazkia sedikit terkejut, tidak hanya karena kemampuan Doni yang baru saja ia ketahui, namun karena kata kata Doni yang seakan akan mengatakan bahwa ia telah menyesal melakukan perjalanan waktu, Tazkia tidak tahu dengan pastinya bagian mana yang di maksud oleh Doni, namun Tazkia berusaha untuk mencernanya terlebih dahulu dan tidak mengabaikan ucapan Doni barusan.
" Bisa ..." ucap Tazkia hendak menanyakan lebih gamblang tentang maksud dari ucapan Doni namun terpotong karena Aldo tiba tiba datang dan membuat suasana sedikit menegang.
" Don sudah ku bilang untuk hentikan! apa apaan kau ini!" ucap Aldo dengan tiba tiba.
" Sudah waktunya untuk berhenti Al, kita masih bisa perbaiki semuanya sebelum terlambat." ucap Doni.
" Apa yang mau kamu perbaiki? alur kisah kita? jalan yang kita ambil? atau kematian orang tua kita? ah lebih tepatnya mungkin orang tua mu! karena sejak aku kecil mereka sudah membuang ku." ucap Aldo setengah berteriak membuat Tazkia ikut kebingungan ingin mencairkan suasana yang sudah menegang ini.
" Apa yang kau katakan? aku sudah mengatakannya berulang kali bahwa mama tak sengaja kehilangan mu waktu itu, kenapa kamu selalu saja meragukannya." ucap Doni yang juga dengan nada meninggi menatap tajam ke arah Aldo.
" Oh ya? jika memang begitu harusnya mama mencari ku semenjak dulu, tapi apa ini? hanya kau yang datang dengan tiba tiba dan mengatakan bahwa mereka telah mati. Kau kira aku bodoh?" ucap Aldo dengan kesal.
" Sudah sudah kenapa kalian jadi ribut!" ucap Tazkia berusaha menengahi mereka berdua.
Mendengar hal itu Aldo bukannya tenang ia malah makin kesetanan dan tanpa sengaja mendorong Tazkia hingga ia terjerembap jatuh ke belakang dengan cukup keras.
" Aw" teriak Tazkia.
" Ada apa dengan kalian berdua sebenarnya? apa kalian tidak lihat Tazkia sampai jatuh seperti itu!" teriak Prasetia kemudian memisah mereka dengan posisi Aldo yang tubuhnya dipegangi oleh Aditya.
Bersambung
__ADS_1