
Pos satpam apartment golden place.
Prasetia dan juga Sinta terdiam sambil terbengong dengan wajah dan penampilan yang sudah awut-awutan. Seorang satpam lantas menghela nafas melihat keadaan keduanya, satpam tersebut kemudian berjalan mendekat ke arah Prasetia dan Sinta sambil membawa air mineral untuk keduanya.
" Ini minumlah." ucap satpam tersebut.
" Terima kasih banyak pak." ucap Prasetia menerima air mineral tersebut.
" Memangnya apa yang kalian lakukan hingga membuat alarm kebakaran berbunyi?" tanya satpam tersebut dengan nada halus karena ia tahu keduanya pasti tengah terkejut saat ini.
" Kami tidak sengaja membakar sebuah lukisan pak." ucap Sinta dengan singkat.
Mendengar penjelasan Sinta satpam tersebut lagi lagi menghela nafas panjangnya.
" Harusnya kalian lebih hati hati, apartment ini memang di lengkapi dengan air darurat yang otomatis akan keluar jika sedang terjadi kebakaran atau semacamnya, hanya saja asap yang di timbulkan tetap akan membuat alarm kebakaran berbunyi untuk memperingatkan penghuni unit lain agar waspada dan bersiap akan kemungkinan terburuk." jelas satpam tersebut.
" Iya pak, kami minta maaf jika sudah membuat keributan bagi penghuni apartment lainnya." ucap Prasetia lagi.
" Sudahlah, sekarang kalian lebih baik pulang dan istirahat, sepertinya kalian sangat lelah." ucap satpam tersebut.
" Sekali lagi kami minta maaf pak." ucap Sinta.
Keduanya kemudian lantas bangkit berdiri dan melangkah menuju parkiran untuk pulang ke rumah mereka masing masing.
Setelah sampai di parkiran Prasetia lantas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, keduanya hanya terdiam sambil menyelam kedalam pikiran mereka masing masing, tanpa ingin berpendapat akan apa yang telah terjadi pada mereka.
" Apakah semuanya sudah selesai Pras?" tanya Sinta memecah keheningan diantara keduanya.
" Antara iya dan tidak." ucap Prasetia sambil fokus menyetir.
" Apa maksud mu?" tanya Sinta yang tidak mengerti akan arah pembicaraan Prasetia.
" Tazkia adalah seseorang yang spesial, selama kita bersama dengannya kita pasti akan tetap melewati pengalaman yang spesial, apa lo gak pernah menyadarinya?" ucap Prasetia.
Mendengar hal itu Sinta lantas terdiam sambil membayangkan kejadian serta segala hal yang terjadi padanya selama ini.
" Lo bener pras Tazkia memang spesial, tapi gue tidak pernah menyalahkannya akan segala hal yang menimpa gue karena gue juga mendapat pelajaran yang berharga dari sana." ucap Sinta sambil tersenyum.
__ADS_1
" Heem, gue juga tidak pernah menyesal meski pengalaman yang kita lalui agak ekstrem, apa lo siap untuk melakukan perjalanan selanjutnya?" ucap Prasetia sambil tersenyum.
" Tentu saja." ucap Sinta dengan semangat.
Pada akhirnya suasana di dalam mobil yang tadinya hening dan suram kini berubah menjadi ceria dan penuh canda tawa dari keduanya.
......................
Satu minggu kemudian.
Terlihat Tazkia sedang termenung sambil menatap ke arah sudut kamar ruang inapnya, bukan tanpa alasan Tazkia menatap ke arah sana, alasannya karena Tazkia melihat sosok yang menyerupai setengah kera sedang menempel di sana memandangi ke arahnya sejak awal ia terbangun hingga saat ini.
" Selamat siang Tazkia, bagaimana perasaan mu hari ini? apa ada yang kamu rasakan?" ucap dokter Faris yang datang secara mendadak membuat Tazkia lantas langsung menoleh ke arah sumber suara.
Tazkia hanya tersenyum menanggapi ucapan dokter Faris detik berikutnya ia lantas menggeleng karena keadaannya sejauh ini sudah lebih baik.
Faris kemudian ikut menatap ke arah pandangan Tazkia lalu dia lantas tersenyum.
" Kamu juga melihatnya ya?" tanya Faris sambil mengecek kondisi Tazkia satu persatu.
" Apa anda juga melihatnya?" tanya Tazkia penasaran yang di balas anggukan oleh Faris.
" Sungguh dok?" tanya Tazkia lagi.
Mendengar hal itu Faris hanya tersenyum kemudian meletakkan peralatannya lalu mengambil kursi untuk duduk di sebelah ranjang pasien.
" Kamu mau tahu satu rahasia?" ucap dokter Faris yang lantas membuat Tazkia lantas menatap penuh tanda tanya kepada Faris.
" Apa dok?" tanya Tazkia kemudian.
Mendengar hal itu lagi lagi Faris hanya tersenyum dan detik berikutnya ia kembali bangkit berdiri kemudian membisikkan sesuatu kepada Tazkia.
" Jangan lupa untuk datang terapi esok hem, bukankah kau ingin segera keluar dari sini?" bisik dokter Faris sambil tersenyum lalu melangkah keluar dari ruangan Tazkia yang lantas membuat Tazkia melongo akan kelakuan Faris barusan.
" Apaan sih? jadi sebenarnya dia bisa lihat atau enggak? apa mungkin dia hanya asal menebak?" ucap Tazkia dengan kesal setelah kepergian Faris dari ruang rawatnya.
Cklek
__ADS_1
Suara pintu terbuka perlahan terdengar oleh Tazkia yang masih mencibir kelakuan absurd Faris barusan.
" Kamu sudah bangun nak?" tanya Arina sambil melangkah mendekat ke arah Tazkia.
" Iya ma, tumben mama sendiri, papa kemana?" tanya Tazkia.
" Papa sedang makan, boleh mama bicara sebentar?" tanya Arini yang lantas di balas anggukan oleh Tazkia.
Mendapat persetujuan dari Tazkia, Arini lantas langsung duduk di sebelah Tazkia kemudian mengelus perlahan rambut anaknya dengan penuh kasih sayang.
" Mama minta maaf ya, pasti sangat sulit untuk mu menerima hal yang seharusnya tidak kamu terima." ucap Arina dengan nada lembut.
Tazkia yang mendengar hal itu lantas mengerutkan keningnya dengan bingung.
" Kamu tidak perlu bingung, karena apa yang kamu rasakan sekarang adalah apa yang juga mama rasakan dulu ketika mama di usia muda." ucap Arini sambil tersenyum kepada Tazkia.
" Apa maksud mama?" tanya Tazkia.
" Mau tahu sebuah rahasia, dulu ketika mama dan papa bertemu awalnya hanya karena rasa saling melengkapi, karena mama berbeda dari gadis pada umumnya sedangkan papa mu bisa melengkapi perbedaan mama, papamu memiliki energi positif yang bisa mengontrol makhluk makhluk itu agar tidak mendekati mama." ucap Arini lagi mulai menceritakan masa lalunya.
" Mama tidak mungkin menyuruhku menikah dengan pria yang berenergi positif hanya karena hal ini bukan?" ucap Tazkia yang mencium gerak gerik aneh dari mamanya.
" Tentu saja tidak, kenapa kamu berpikir sampai ke arah sana sih." ucap Arini sambil mencubit gemas hidung mancung putrinya karena terlalu gemas kala mengetahui putrinya pintar sekali berimajinasi.
" Lalu ucapan mama barusan apa?" tanya Tazkia.
Mendengar pertanyaan putrinya Arini lagi lagi hanya tersenyum kemudian mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin kompas jadul namun masih terlihat cantik dan unik.
Tazkia menatap dengan kagum ke arah kalung liontin itu kemudian menatap ke arah Arini dengan tanda tanya.
" Ada hal ajaib yang akan kamu temui ketika kamu menggunakan liontin ini, mama harap kamu menggunakannya untuk kebaikan. Meski ada pepatah yang mengatakan waktu tidak bisa di putar kembali, namun jika ada keajaiban apapun itu tidak ada yang mustahil bukan?" ucap Arina dengan tersenyum menatap ke arah Tazkia yang sedang kebingungan akan penjelasan Arini barusan.
" Satu hal lagi, 1 putaran sama dengan 7, kamu harus mengingatnya karena itu adalah kunci penting untuk menggunakannya." ucap Arini lagi yang lantas membuat Tazkia semakin kebingungan mencerna ucapan orang tuanya.
Bersambung
__ADS_1