
"Tapi ini sungguh tidak masuk akal, kamu juga tidak mempunyai bukti bukan? jadi ini juga belum tentu sebuah kebenarannya." ucap Faris lagi.
" Apa aku harus membuktikannya? itu ide gila Tazkia." ucap Tazkia sambil menggigit bibir bawahnya mencoba mencari solusi.
" Bagaimana jika aku bisa membuktikannya?" ucap Tazkia kemudian dengan nada yakin menatap ke arah Faris yang berada di ambang pintu.
Mendengar hal itu Faris lantas menatap Tazkia dengan beragam pertanyaan di benaknya.
" Apakah dia sungguh akan membuktikannya? bahkan aku saja tidak bisa menemukan rekaman pengawas ketika kejadian naas itu." ucap Faris dalam hati.
" Bagaimana dok?" tanya Tazkia.
" Baiklah bawakan aku buktinya." ucap Faris sambil melangkah mendekat ke arah Tazkia.
" Baik tapi sebelum itu kalau boleh aku tahu kapan tepatnya kejadian itu terjadi dan pada pukul berapa?" tanya Tazkia yang lantas membuat Faris mengerutkan keningnya dengan bingung.
" Kejadian itu terjadi pada 6 bulan yang lalu di hari kamis pada waktu malam hari." ucap Faris mengingat ingat kejadian tragis itu.
" Berarti hari ini bukan? dan untuk jamnya dokter bisa kembali ke sini lagi pada malam nanti." ucap Tazkia.
" Apa kamu sedang mempermainkan ku?" ucap Faris sedikit kesal karena perkataan Tazkia seperti teka teki yang belum bisa Faris pecahkan.
" Percayalah dok, aku tidak akan lari, kamu bisa menemui ku nanti." ucap Tazkia dengan yakin.
" Baik saya pegang kata kata mu" ucap Faris kemudian melangkah pergi meninggalkan Tazkia.
Setelah kepergian Faris, Prasetia, Sinta dan juga Aditya datang untuk menjemput Tazkia pulang.
" Ada apa ki? sampai lo melamun kayak gitu?" tanya Sinta ketika melihat wajah aneh Tazkia.
__ADS_1
" Gue sudah bener bener gila sepertinya? kenapa juga gue harus menjanjikannya?" ucap Tazkia yang lantas membuat Prasetia, Sinta dan juga Aditya saling pandang bingung.
" Apanya yang gila sih? jangan main teka teki napa ki?" ucap Aditya.
" Lebih baik lo jelaskan secara perlahan ada apa sebenarnya." ucap Prasetia.
" Jadi gue tanpa sengaja mengetahui tentang masa lalu kelam antara gadis gila di taman kemarin, bokap nya dokter Faris dan juga dokter Faris, dan bodohnya gue malah memberitahu dokter Faris bahwa nyokap nya meninggal bukan karena perampokan melainkan karena pertengkaran hebat yang terjadi pada kedua orang tuanya dan Tania ikut andil dalam pemalsuan itu." ucap Tazkia dengan nada lirih namun masih bisa terdengar oleh ketiganya.
" Gila sih lo ki, harusnya lo diam aja kali gak perlu ikut campur masalah orang lain, kalau udah gini gimana coba?" ucap Aditya.
Mendengar ucapan Aditya bukannya membantu malah membuat Tazkia semakin frustasi di buatnya, Tazkia mengacak acak rambutnya berkali kali karena rasa frustasi dalam dirinya ketika mengingat ucapan bodoh yang sudah keluar melalui mulutnya.
" Lalu apa rencana mu sekarang?" tanya Prasetia karena tahu Tazkia pasti mempunyai rencana cadangan untuk hal seperti ini.
" Gue ... gue akan bawa dokter Faris ke masa lalu." ucap Tazkia.
" Apa?" teriak Prasetia, Sinta dan juga Aditya secara bersamaan membuat nyali Tazkia semakin ciut untuk meneruskan rencananya.
" Baiklah katakanlah lo mengajak Faris ke masa lalu, tapi apakah lo pernah memikirkan resiko yang akan lo alami ketika sudah di sana? tidak kan? come on ki Faris juga manusia jika ia benar benar melihat nyokap nya meninggal karena bokap nya, tentu ia akan lepas kendali bukan?" ucap Prasetia panjang kali lebar.
" Tapi gak ada cara lain pras, jika gue ingkar tentu saja dokter Faris akan semakin menganggap gue gila, ini adalah satu satunya solusi yang ada di benak gue, jika memang nantinya dokter Faris lepas kontrol aku akan berusaha meluluhkan nya." ucap Tazkia dengan yakin.
" Apa lo yakin mampu melakukan itu ki?" tanya Sinta tidak yakin akan ucapan Tazkia.
" Dia laki laki ki, apa lo benar benar yakin lo bisa mengatasinya?" tanya Aditya kemudian.
" Aku pasti bisa." ucap Tazkia lagi.
*********
__ADS_1
Malam harinya sesuai dengan kesepakatannya dengan Faris, Tazkia melangkah menuju taman rumah sakit. Tazkia sengaja mengajak bertemu dua jam sebelum kejadian agar Faris bisa melihat apa yang tengah terjadi sebelum itu.
" Semoga keputusan yang aku ambil adalah tepat." ucap Tazkia meyakinkan diri sendiri.
" Bagaimana apa kamu sudah membawa buktinya?" tanya Faris dari arah belakang yang berjalan semakin dekat ke arah Tazkia dengan mengenakan sweater warna abu abu dengan celana jins yang di padu dengan sepatu kets, sungguh sederhana namun entah mengapa di mata Tazkia penampilan Faris sungguh luar biasa tampan dan mempesona.
" Ganteng banget!" ucap Tazkia dalam hati yang terpesona akan penampilan Faris. " Tunggu, apa yang kau pikirkan Kia, fokus tetap fokus, benar benar kotor sekali pikiran mu." ucap Tazkia lagi dalam hati.
" Apa kamu tidak mendengar ku?" tanya Faris yang sudah berada di sebelah Tazkia.
" Oh maaf, aku sudah menyiapkannya kamu kemarilah kita akan bersiap menjemput bukti itu." ucap Tazkia yang membuat bingung Faris.
" Apa maksud ucapan gadis itu?" tanya Faris dalam hati.
" Baiklah ingat kata kataku! apapun yang terjadi tenangkan dirimu, karena kamu seseorang yang mempunyai indra keenam pasti tidak akan sulit menerima sebuah perjalanan spiritual bukan? dan satu hal lagi jangan membuat perubahan yang mencolok ketika kita berada di sana." ucap Tazkia lagi yang membuat Faris semakin bingung di buatnya.
" Apa yang sedang kamu bicarakan?" tanya Faris yang tidak mengerti arah ucapan Tazkia sedari tadi.
" ...."
Tazkia kemudian mulai mengeluarkan liontin dari lehernya, Tazkia lantas mulai menarik tangan Faris dan menggenggamnya dengan erat, yang tentu saja sikap tiba tiba Tazkia ini menimbulkan tanda tanya besar di kepala Faris.
" Sebenarnya apa yang akan di lakukan wanita ini sih? kenapa rasanya aku sangat berdebar?" ucap Faris dalam hati sambil menatap ke arah Tazkia.
" Baiklah mari kita mulai, jika nyokap nya Faris meninggal 6 bulan yang lalu berarti aku membutuhkan 24 kali putaran untuk kembali ke masa lalu." ucap Tazkia dalam hati mulai memperhitungkan langkahnya untuk mundur.
Tazkia kemudian mulai memutar benda kecil itu sebanyak 24 kali, tepat setelah Tazkia memutar benda itu keadaan di sekitar seperti langsung berhenti kemudian bergerak mundur dengan cepat kecuali Tazkia dan juga Faris.
Siang dan malam berganti dengan cepat diiringi dengan orang orang yang berlalu lalang namun dengan langkah yang mundur, Faris yang menyaksikan hal itu di sekitarnya lantas terbengong ia seakan akan tak percaya atas apa yang terjadi di sekitarnya.
__ADS_1
Bersambung