Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Kecupan penyemangat


__ADS_3

" Sial, lalu artinya perjalanan kita kali ini sia sia bukan?" tanya Doni dengan nada yang kesal.


Mendengar hal itu Tazkia lantas terdiam beberapa saat sampai kemudian.


" Meski kita tidak bisa mengubah apa yang telah digariskan, setidaknya kita masih bisa mengubah alur kisahnya bukan?" ucap Tazkia kemudian.


" Maksudnya?"


" Kita bisa mengubah alurnya, jika memang kepergian kita di desa itu sudah ditakdirkan berarti yang harus kita lakukan adalah mengubah alurnya agar kita tidak jatuh ketika takdir itu benar benar terjadi." jelas Tazkia, "Gue akan pergi ke rumah Faris dan lo cari cara untuk mengurungkan niat Aldo atau mencegahnya terserah lah." imbuh Tazkia kemudian menyalakan mobilnya.


" Tunggu ki!" ucap Doni tiba tiba.


" Ada apa?"


" Jika mobilnya lo bawa, terus gue ke Aldo naik apa?" ucap Doni yang lantas membuat Tazkia menepuk jidatnya.


" Astaga! jika begitu gue akan coba teleportasi dan lo bisa bawa mobil gue." ucap Tazkia. " Kita ketemu lagi di sini nanti sore, mengerti?" imbuh Tazkia yang di balas anggukan oleh Doni.


Setelah mengatakan hal itu Tazkia mulai memejamkan matanya kemudian menarik nafas berkali kali mencoba untuk fokus dan detik berikutnya Tazkia menghilang dari sana menuju ke tempat yang dia inginkan.


*****


Tazkia sampai tepat di depan mansion milik Faris sesuai dengan keinginannya, ia kemudian lantas melangkah mendekat ke arah pintu kemudian memencet bel pintu.


Ting tong ting tong


Cukup lama Tazkia memencet bel namun Faris tak kunjung keluar juga.


" Apa Faris sedang dinas ya?" ucap Tazkia pada diri sendiri sambil menerka nerka.

__ADS_1


Cklek ...


" Kia? tumben gak telpon dulu." ucap Faris yang lantas membuat Tazkia tersenyum ceria sambil berlarian memeluk Faris.


" Hei hei hei ada apa ini hem?" ucap Faris yang mendapat pelukan mendadak dari Tazkia sambil mengelus pelan rambut Tazkia.


" Tolong aku!" ucap Tazkia sambil bersembunyi di pelukan Faris.


Faris yang mendengar hal itu tentu saja bingung, ia kemudian lantas menarik Tazkia dan membawanya ke ruang tengah agar Tazkia lebih tenang.


" Sekarang ceritakan pelan pelan oke." ucap Faris setelah keduanya berada di ruang tengah.


Mendapat perintah dari Faris membuat Tazkia sedikit lega karena Faris mau menjadi pendengarnya, Tazkia kemudian lantas menceritakan apa yang ia alami dari awal hingga akhir termasuk dirinya yang datang kembali ke masa lalu saat ini. Awalnya Tazkia ragu ragu untuk bercerita karena ia yakin Faris akan menganggapnya hanya halusinasi, tapi Tazkia yakin dan percaya bahwa hanya Faris yang bisa menolongnya, alasannya karena baru Faris sajalah yang pernah Tazkia ajak kembali ke masa lalu, jadi bukankah Faris akan lebih welcome membantunya bukan?


" Apa kamu baik baik saja?" tanya Faris yang khawatir setelah mendengar keseluruhan kisah dari Tazkia barusan.


" Kamu tenang saja." ucap Tazkia sambil tersenyum.


" Ini hanya luka kecil kamu tenang saja ya." ucapnya lagi.


" Tapi tetap saja rasanya sakit bukan? kamu tunggulah di sini aku akan mengambil salep dulu." ucap Faris hendak bangkit namun ditahan oleh Tazkia.


" Tidak perlu, aku harus segera pergi karena ini sudah waktunya." ucap Tazkia.


Mendengar hal itu Faris lantas kembali duduk dan menatap ke arah Tazkia dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan.


" Baiklah kalau begitu." ucap Faris mengalah namun dengan tubuh yang condong ke arah Tazkia kemudian dengan gerakan cepat mencium singkat sudut bibir Tazkia yang terluka, membuat Tazkia yang menerima serangan tiba tiba lantas membeku diam ditempat. " Jaga keselamatan mu dan lekaslah pulang ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada mu." imbuh Faris dengan senyum nakal sambil mengacak acak rambut Tazkia dengan gemas membuat Tazkia semakin tersipu malu dibuatnya.


" ... "

__ADS_1


" Kenapa jadi bengong? bukannya kamu mengatakan ini waktunya bukan?" ucap Faris sambil tersenyum tipis melihat tingkah lucu Tazkia.


" Eh iya memang waktunya." ucap Tazkia sambil mengusap sudut bibirnya yang telah di kecup oleh Faris, membuat Faris langsung tersenyum lebar dibuatnya, " Eh bukan itu maksud ku, aku berangkat sekarang!" ucap Tazkia dengan pipi yang merona kemudian bangkit berdiri dan melangkah pergi meninggalkan Faris.


" Tunggu ki! kenapa kamu buru buru, aku akan mengantar mu." ucap Faris sambil mengejar langkah kaki Tazkia dengan senyum yang masih mengembang di wajah tampannya.


********


Mobil yang ditumpangi Tazkia dan juga Faris tiba di depan kampus sesuai janji temunya dengan Doni tadi siang.


" Aku pergi dulu ya, jangan lupa dengan apa yang kita sepakati tadi." ucap Tazkia dengan menunduk karena ia merasakan hawa dingin yang tak biasa setelah adegan kecupan yang di berikan Faris secara tiba tiba tadi.


" Ya, dan satu hal lagi kamu harus janji bahwa kamu akan menjaga diri baik baik sampai aku datang nantinya." ucap Faris yang di balas anggukan oleh Tazkia namun dengan tatapan yang masih menunduk.


Melihat hal tersebut tentu saja semakin membuat Faris gemas akan tingkah Tazkia dan mengacak acak rambutnya dengan pelan.


" Sekarang pergilah." ucapnya kemudian.


Tazkia kemudian turun dari mobil setelah berpamitan dengan Faris, perlahan ia berjalan menuju ke arah mobilnya yang terparkir kemudian membuka pintu mobil di sebelah kiri pengemudi. Betapa terkejutnya Tazkia ketika ia melihat ke dalam mobil di sana sudah ada Aldo yang tergeletak di kursi penumpang sedangkan Doni dengan keringat yang sudah bercucuran membasahi dahi serta bajunya di kursi pengemudi.


" Lo kenapa don? lalu Aldo? ada apa ini Don?" ucap Tazkia yang kebingungan melihat keadaan keduanya.


" Ad ... a masalah ki ... ternyata Roman ti ... dak bekerja sen ... diri, dan dia tahu kalau ki ... ta datang dari masa ... depan ingin mem ... perbaiki segalanya." ucap Doni dengan terbata.


Tazkia yang melihat keadaan Doni tidak baik baik saja, lantas masuk ke dalam mobil untuk mengecek kondisi Doni tanpa menutup pintu mobil.


" Lo baik baik saja Don? apa lo terluka?" ucap Tazkia sambil mengusap keringat yang membanjiri Doni dan mengecek apakah Doni terluka.


Pandangan Tazkia lantas terkunci ketika melihat ada darah segar membasahi baju bagian bawah Doni, belum habis keterkejutannya tiba tiba saja tubuh Tazkia lantas tertarik ke arak jok sebelah kiri pengemudi karena sebuah selendang yang tiba tiba terlilit di lehernya hingga tubuhnya mundur beberapa centimeter dan membentur kursi penumpang.

__ADS_1


" Lo kira lo bakal lolos begitu saja? Kia dari masa depan!" ucap Aldo dengan tawa menggema memenuhi mobil sambil berkata tepat di telinga sebelah kanan Tazkia.


Bersambung


__ADS_2