
Terlihat Tazkia duduk di mobil dengan posisi Faris yang tengah mengemudi, Prasetia di sebelah pengemudi, Tazkia dan juga Sinta di bangku nomor dua sedangkan Aditya di bangku belakang, semuanya terlihat bahagia karena mereka akan pulang kembali ke Jakarta, Tazkia tersenyum karena ia melihat Faris juga ada di sana lebih tepatnya di kursi pengemudi. Tazkia menatap ke arah jalanan sekitar berniat menikmati pemandangan luar yang mungkin bisa merefresh pikirannya dari segala kejadian yang sudah menimpanya.
"Semoga saja setelah ini semuanya akan kembali normal seperti semula." ucap Tazkia dalam hati sambil menarik nafasnya panjang kemudian menghembuskannya, cukup ampuh untuk dirinya yang sedikit stres belakangan ini.
Di saat Tazkia menikmati keindahan jalanan sekitar di mana kanan kirinya adalah hutan yang masih asri, entah mengapa samar samar ia melihat seperti bayangan seseorang dengan pakaian serba hitam di balik semak semak. Awalnya Tazkia mengira itu hanyalah seseorang yang tengah lewat atau mencari kayu bakar, ya mesti itu tidak mungkin. Hanya saja Tazkia mencoba untuk berfikir positif namun hal itu tiba tiba saja buyar ketika ia kembali melihat pria itu seperti menghilang kemudian muncul kembali di semak semak yang anehnya seperti mengikuti laju mobil yang ia tumpangi, bukankah itu mustahil untuk manusia biasa?
Tazkia kemudian meraba Sinta yang memang sedang duduk di sampingnya untuk ikut melihat apakah pria yang di lihat Tazkia benar benar orang atau hanya makhluk tak kasat mata yang hanya ingin mengganggunya.
"Sin coba lo lihat bentar deh sin..." ucap Tazkia namun dengan pandangan yang masih mengarah ke sosok itu.
Cukup lama Tazkia menunggu respon dari Sinta namun anehnya hanya keheningan yang menerpa pendengaran Tazkia saat ini, suasana di dalam mobil mendadak menjadi hening dan Tazkia baru menyadari itu semua ketika dirinya tidak mendapat respon dari Sinta. Karena rasa penasaran yang timbul dalam dirinya perlahan Tazkia menatap kembali ke arah teman temannya, ia sedikit terkejut karena hawa disekitarnya menjadi berbeda sedangkan semua teman temannya berada di posisi sedang duduk melamun menatap ke arah depan.
"Sin lo kenapa?" ucap Tazkia sambil menggoyang goyangkan bahu Sinta, karena tak kunjung mendapat respon Tazkia kemudian beralih untuk mengecek Prasetia dan juga Faris di depan dan hasilnya tetap sama mereka hanya duduk diam dengan pandangan kosong menatap ke arah depan sedangkan mobil terus melaju menambah kecepatannya.
Tazkia yang sudah berpikiran buruk lantas perlahan bangkit dan ingin mengecek Aditya di posisi bangku belakang, ketika ia menoleh ke arah belakang betapa terkejutnya Tazkia ketika ia mendapati Aditya tengah duduk bersama nenek pembawa kucing yang selalu hadir di manapun Tazkia berada.
Ingin rasanya Tazkia pura pura untuk tidak melihat nenek tersebut, namun sayangnya manik matanya dan manik mata nenek itu bertemu dan terkunci beberapa saat membuat Tazkia langsung menelan salivanya kasar karena tidak bisa lagi kabur atau melarikan diri lagi dengan pura pura tidak melihatnya.
"Ojok diterusno nduk, wong kuwi wong jahat!"
Mendengar ucapan nenek itu membuat bulu kuduk Tazkia lantas merinding.
"Jangan ganggu kami! pergilah." ucap Tazkia memberanikan diri.
Mendengar hal itu nenek tersebut lantas tertawa dengan kencangnya, sedetik kemudian mobil langsung mengerem mendadak membuat Tazkia sedikit terbentur ke kursi pengemudi karena tidak siap dengan gerakan yang tiba tiba, baru saja ingin bangkit mendadak Prasetia, Faris, Sinta,Aditya dan nenek itu nampak berkumpul di sekeliling Tazkia menatapnya dengan tajam membuat Tazkia benar benar merinding apalagi ketika ia menyadari bahwa bola mata keempatnya berwarna hitam pekat di seluruh matanya tidak tampak seperti mata manusia pada umumnya.
__ADS_1
"Ojok dicedeki!"
Hanya kata kata itu yang di rapalkan berulang oleh keempatnya membuat Tazkia berusaha untuk menutup telinganya sebisa mungkin.
hhhhhhhhhhh
Tazkia terbangun dengan keringat yang sudah membasahi pakaiannya sedangkan di sampingnya Faris, Prasetia, Aditya dan juga Sinta sudah mengerumuninya membuat Tazkia sedikit terkejut. Tazkia kemudian bangkit dan menatap keempatnya satu persatu dengan tatapan aneh karena ekspresi wajah mereka seperti tengah khawatir dan juga ketakutan sekaligus.
"Ada apa?" tanya Tazkia sambil menatap sekeliling. "Ternyata aku hanya mimpi, bukankah itu terlalu nyata untuk sebuah mimpi?" ucap Tazkia dalam hati.
"Kamu baik baik saja ki?" tanya Faris dengan nada khawatir.
"Aku? baik, memangnya apa yang terjadi?" tanya Tazkia dengan bingung.
" Oh sekarang udah pakai aku kamu." ucap Prasetia dalam hati memperhatikan interaksi keduanya.
" Emangnya ngimpi apa sih lo sampai teriak teriak begitu?" tanya Aditya dengan penasaran.
"Gak ada hanya mimpi buruk biasa." ucap Tazkia.
"Lo yakin? tu baju lo aja udah kaya mandi keringet gitu." teter Aditya yang masih penasaran.
"Iya yakin, mungkin hawanya saja yang gerah jadi basah gini." sangkal Tazkia.
"Sudah sudah lebih baik kita bersiap dan berkemas untuk pulang." ucap Prasetia kemudian melangkah pergi dari sana di susul dengan Aditya dan juga Faris dibelakangnya.
__ADS_1
"Ada apa dengan si Pras?" tanya Tazkia dengan bingung.
"Tau lagi pms kali." ucap Sinta dengan acuh tak acuh.
Bersambung
Bab extra
Di dapur terlihat Faris tengah mengaduk dua cangkir teh hangat di meja, Prasetia yang baru datang lantas langsung melirik dengan sinis ke arah Faris.
"Gak takut diabetes dok minum teh sampai dua gelas?" sindir Prasetia sambil menuang air putih di teko dan meneguknya.
"Ini bukan untuk saya semua, saya akan memberikannya kepada Tazkia satu." ucap Faris sambil tersenyum dengan gerakan menghirup aroma teh dari kepulan asap menandakan teh masih panas dan memiliki aroma yang khas.
"Tazkia gak akan suka kali minuman manis kayak gitu." ucap Prasetia dengan nyolot
"Tidak mungkin, soalnya Kia selalu memuji teh bikinan ku jika berkunjung ke mansion, lagi pula gula dalam teh ini adalah gula diet tentu saja Kia akan menyukainya." ucap Faris sambil sedikit pamer kepada Prasetia.
"Enggak/suka" ucap Prasetia dan juga Faris secara bersamaan seakan akan tak mau kalah satu dengan yang lainnya.
"Hei hei hei apa yang sedang kalian perebutkan?" ucap Aditya yang baru saja datang untuk meminum air.
"Diam!" ucap Faris dan juga Prasetia secara bersamaan.
"Oke oke gue diam, santai bro santai." ucap Aditya lagi sambil menatap ke arah Faris dan juga Prasetia secara bersamaan. "Gini nih kalau ngomong sama orang yang cemburu, selalu saja salah!" ucap Aditya dalam hati sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
Sedangkan Faris dan Prasetia terus saling tatap dengan tajam tanpa ingin mengalah satu sama lain.
Bersambung