Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Icha


__ADS_3

Tazkia merebahkan dirinya di kasur kesayangannya, hari ini benar benar melelahkan apalagi tugas tugas dari dosen yang sudah menumpuk membuat Tazkia harus bekerja lebih ekstra untuk mengerjakannya.


Ditatapnya langit langit kamar dengan tatapan yang kosong, entah apa yang sedang dipikirkan oleh gadis itu namun yang jelas pikiran Tazkia terasa blank begitu saja.


"Ah bahkan sudah lama sekali aku tidak dinner bersama Faris, aku sungguh merindukannya." ucapnya dengan menghela nafas panjang.


Di saat ia tengah menatap langit langit kamarnya, Tazkia merasa seperti tengah ada seseorang yang sedang mengintipnya dari balik standing kaca yang terletak di sudut kamarnya. Antara nyata atau memang hanya halusinasinya saja, namun Tazkia mencoba untuk langsung bangkit dan menatap setiap sudut ruang kamarnya mencari siapa yang tengah mengintipnya, yang tentu saja dapat di pastikan bukan manusia.


"Keluar deh! gue gak suka main petak umpet." ucap Tazkia dengan nada datar sambil menyisir setiap sudut ruangannya mencari keberadaan sosok itu.


Tidak berapa lama dari balik standing cerminnya muncul sesosok hantu yang menembus standing cerminnya, dengan bentukan yang tak asing bagi Tazkia.


"Kamu?" ucap Tazkia kala bertemu dengan sosok itu lagi, ya sosok yang memintanya untuk berteman kala di kampus waktu itu. Sedangkan sosok itu terlihat hanya melayang sambil tertawa lebar kala melihat ekspresi wajah Tazkia. "Ku kira kamu sudah menyerah, bagaimana? apakah kamu sudah bertemu dengan penjaga ku?" tanya Tazkia kemudian.


"Sudah, dia sangat galak... aku bahkan butuh berhari hari untuk membujuknya."


Tazkia yang mendengar hal itu lantas hanya menggeleng geleng sambil tersenyum, karena ternyata sosok itu menuruti perkataannya.


"Siapa nama mu?" tanya Tazkia kemudian karena ia yakin sosok itu pasti sudah mendapat ijin langsung dari nenek untuk bersanding dan berteman dengannya, jika tidak, mungkin sosok dihadapannya ini sudah lenyap dari kemarin apabila nenek tidak mengijinkannya.


"Icha"


Ucapnya dengan singkat sambil tersenyum, namun malah tampak mengerikan lebih tepatnya karena memang wajahnya yang teramat pucat dengan rambut yang menutupi wajah depannya, sehingga hanya nampak bagian tengahnya saja namun tidak full wajah.


"Baiklah Icha kamu boleh di sini, tapi ingat jangan mengganggu dan mengejutkan orang lain ya? jika aku menemukan mu usil, maka aku tidak ingin berteman dengan mu lagi." ucap Tazkia memberi tahu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh di lakukan.


Mendengar hal itu Icha nampak senang, ia terlihat terbang ke kanan dan ke kiri memutari ruangan kamar Tazkia, saking senangnya Tazkia mau menerima dirinya.


Ting tong

__ADS_1


Suara bel terdengar dari arah pintu utama membuat Tazkia lantas bertanya tanya siapa yang datang kali ini.


"Aku akan melihatnya, aku akan melihatnya."


Ucap Icha dengan tertawa senang kemudian menghilang dari pandangan Tazkia. Sedangkan Tazkia yang melihat hal itu hanya menggeleng geleng kepalanya akan kelakuan Icha "teman" barunya itu.


"Kenapa dia malah lebih mirip anak kecil ya?" ucap Tazkia sambil bangkit dan melangkah menuju pintu utama.


**


Tazkia melangkahkan kakinya menuruni satu persatu anak tangga dengan langkah yang perlahan menuju ke arah pintu utama, namun mendadak Icha muncul membuat Tazkia sedikit terkejut karena ia belum terbiasa akan kehadiran Icha yang tiba tiba muncul dan tiba tiba menghilang.


"Cogan... benar benar tampan!"


Mendengar ucapan Icha, Tazkia hanya tersenyum namun sambil menerka nerka siapa yang di maksud oleh Icha barusan.


Perlahan Tazkia mulai membuka pintu utama dan yang terlihat tepat di depan pintu adalah sebuket coklat kesukaannya, membuat Tazkia menatap bingung ke arah buket coklat bertanya tanya siapa orang di balik buket coklat itu.


"Surprise!" ucap Faris kemudian sambil sedikit membuka tangannya membuat Tazkia dapat melihat dengan jelas siapa wajah di balik buket coklat di depannya.


Tanpa berpikir panjang lagi ketika melihat yang datang adalah Faris, Tazkia lantas langsung melompat dan datang ke pelukan Faris dengan senyum yang mengembang, seakan melepas rindu yang sekian lama terpendam, padahal hanya beberapa hari mereka tidak bertemu (drama banget mereka berdua ya?), Faris yang memang juga sedang merindukan Tazkia lantas dengan spontan mencium kening Tazkia cukup lama.


"Ih so sweet, kiss lip plis muah muah."


Ucap Icha tiba tiba yang muncul mengitari Tazkia dan juga Faris di sana dengan terus mengulang kata kata itu. Dalam hati Tazkia ingin sekali menonjok nya kemudian melemparkannya hingga ke ufuk timur, tapi sayangnya tidak bisa karena masih ada Faris di sini, setidaknya sifat barbar miliknya harus di pending dulu bukan?


Faris melepas kecupan keningnya kemudian menatap Tazkia dengan senyuman lalu mengajaknya masuk ke dalam.


"Eh tumben, apa Faris tidak menyadari kehadiran Icha ya?" tanya Tazkia dalam hati kala melihat ekspresi lempeng Faris yang tidak berubah sama sekali.

__ADS_1


"Kia kenalin napa, pacarnya ganteng."


Ucapnya lagi sedangkan Tazkia yang mendengar hal itu langsung memberikan isyarat kepada Icha untuk segara pergi dari sini dan tidak mengganggunya.


"Aku tidak akan berisik, janji"


"Bisakah kau untuk diam! paling gak jika ingin di situ seharusnya kamu diam, aku sudah gemas sekali dengan mu yang tidak bisa diam dari tadi!" ucap Faris kemudian dengan kesal karena terus mendengar ocehan sosok hantu itu, padahal tadinya Faris hanya ingin mengacuhkannya saja, namun karena sosok tersebut terlalu cerewet dan berisik akhirnya Faris kesal juga.


"Dia dan kamu sama sama punya kelebihan?"


tanya Icha kala mendapat amukan dari Faris yang langsung di balas senyuman oleh Tazkia seakan mengiyakan semua pertanyaan Icha padanya.


"Ah tidak! bukankah kata kata ku tadi terlalu memalukan!"


Ucap Icha dengan melesat ke kanan dan ke kiri sambil menutup wajahnya, benar benar hantu yang hiperaktif.


"Hentikan aku pusing melihatnya, lebih baik kamu pergi atau aku yang akan membuat mu pergi dari Kia!" ucap Faris lagi.


Icha yang mendengar hal itu tentu saja langsung ketakutan dan detik berikutnya menghilang dan lenyap, membuat Tazkia lantas tertawa kecil karena ternyata Icha takut kepada Faris.


"Apa yang kamu tertawakan?" tanya Faris dengan nada yang sedikit di buat datar sambil menatap lurus ke arah Tazkia.


"Kamu lucu seperti seorang ayah yang tengah memarahi anaknya yang nakal." ucap Tazkia sambil tak kuasa menahan tawanya.


"Oh ya? kalau begitu ibu dari anakku harus di beri pelajaran sekarang." ucap Faris dengan gemas kemudian mulai menggelitiki Tazkia hingga membuatnya mengeluarkan air mata karena terlalu banyak tertawa.


"Faris... hentikan... ini sangat geli! hahahaha" ucap Tazkia sambil tertawa geli menahan gelitikkan dari Faris.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2