
Doni nampak ragu mendengar ucapan Aldo barusan, ditatapnya Tazkia cukup lama sambil berusaha menimbang keputusan mana yang harus ia pilih sekarang.
" Ayo Don kita mulai semuanya dari awal lagi hem ..." ucap Aldo lagi yang tidak ingin menyianyiakan kesempatan karena melihat Doni yang nampak ragu ragu mengambil keputusan sambil terus melangkah mendekat ke arah keduanya.
" Jangan Don ini jebakan." ucap Tazkia lirih namun masih bisa di dengar oleh Doni.
" Gue ... maafkan gue Al." ucap Doni sambil mendorong tubuh Aldo cukup keras kemudian berlari dengan menarik tangan Tazkia.
" Terima kasih." ucap Tazkia dalam hati.
Keduanya kemudian lantas berlari dan terus berlari menuju ke arah manapun, tanpa tahu arah dan tujuan asalkan menjauh dari sana sebisa dan secepat mungkin. Setelah dirasa cukup jauh Tazkia menghentikan langkahnya membuat Doni yang sedari tadi menarik tangannya menjadi kebingungan.
" Ada apa ki?" tanya Doni.
" Gue khawatir dengan teman teman gue, rasanya gue terlalu egois jika harus melarikan diri sendiri tanpa mereka seperti ini.
" Mereka pasti baik baik saja." ucap Doni meyakinkan.
" Tapi ini benar benar gak adil."
" Iya memang gak adil, andaikan saja gue dulu tidak menyetujui ide gila Aldo, oh tidak andaikan dari dulu gue melarang Aldo gabung dengan kelompok itu mungkin kejadiannya tidak akan begini." ucap Doni dengan nada yang frustasi .
Mendengar hal itu Tazkia lantas mendongak dan menatap Doni dalam dalam berusaha untuk menimang apakah keputusan yang akan dia ambil adalah benar.
" Lo mau merubahnya Don? gue bisa membantumu asalkan lo melakukannya dengan benar." ucap Tazkia kemudian.
" Sungguh?" tanya Doni yang di balas anggukan oleh Tazkia.
Setelah itu Tazkia perlahan mengeluarkan liontin itu dari balik bajunya dan memutarnya secara perlahan sambil memegang tangan Doni dengan erat. Waktu kemudian mulai berjalan mundur diiringi suasana yang gelap dan terang berganti dengan cepat menuju waktu yang mereka inginkan, hingga beberapa menit kemudian semuanya kembali seperti semula dan ya kalian tahu mereka tetap di tengah hutan.
__ADS_1
" Astaga aku melupakan sesuatu." ucap Tazkia setengah berteriak membuat Doni yang di sebelahnya lantas kebingungan.
" Apa yang kamu lupakan?"
" Jika kita kembali ke masa lalu dan memulainya di hutan ini, itu artinya kita juga di hutan ini di masa yang lalu, bodohnya gue gimana mau cepet kalau jarak antara jakarta dan sini memakan waktu seharian full." ucap Tazkia dengan kesal.
" Aduh kenapa bisa sih ki?" ucap Doni yang juga baru tahu konsep kembali ke masa lalu. "Tapi tunggu ada satu cara, tapi mungkin bisa berhasil mungkin juga tidak." ucap Doni seperti ragu ragu.
" Katakan saja!"
" Jadi di dalam sekte itu kita di beri cara untuk bisa berteleportasi ke suatu tempat namun gue tidak pernah berhasil melakukannya."
" Ya caranya?"
" Jadi pertama tama kita harus bisa menenangkan diri kita terlebih dahulu, kemudian pusatkan hati dan pikiran kita ke tempat yang ingin kita tuju, siapa yang mempunyai kelebihan pasti bisa melakukannya." ucap Doni sambil mengingat ingat sedangkan Tazkia hanya terbengong mendengar ucapan Doni barusan yang lebih mengarah kepada karangan seseorang dari pada tata cara.
" Yang bener lo? cara apaan begitu." ucap Tazkia tidak percaya.
Tazkia yang mendengar hal itu kemudian dengan ogah ogahan melakukan sesuai dengan arahan Doni, Tazkia mencoba untuk fokus dan membayangkan mansion miliknya, setelah cukup lama merapalkan kata mansion perlahan Tazkia membuka matanya namun bukannya mansion malah suasana hutan tengah malam menjelang pagi yang ia jumpai.
" Kan Don lo ngibulin gue ya, gak lucu nih mending kita cari kendaraan atau apa kek buat kita pulang!" ucap Tazkia hendak melangkah pergi karena sedari awal ia sudah tidak percaya dengan hal yang di ucapkan Doni.
" Tunggu ki, kita coba sekali lagi ok tapi kali ini lo harus fokus." ucap Doni mencoba menarik tangan Tazkia mencegahnya untuk pergi.
" Baiklah"
Setelah mengucapkan kata itu Tazkia menarik nafasnya sebentar kemudian mencoba untuk fokus dan menjernihkan pikiran, Tazkia memusatkan pikirannya ke mansion miliknya secara berulang ulang. Dan tak lama kemudian wus ajaibnya mereka berdua benar benar sampai di mansion milik Tazkia.
" Wah lo berhasil ki, gue aja gagal terus." ucap Doni setengah berteriak saking excitednya.
__ADS_1
" Ssstttt jangan berisik gue gak tau, gue yang di masa ini sedang apa, jadi jangan menimbulkan suara apapun." ucap Tazkia sambil membekap mulut Doni menggunakan tangannya.
" llllljgdacgg"
" Lo ngomong apaan sih?" tanya Tazkia yang tidak mengerti ucapan Doni.
Doni kemudian melepaskan tangan Tazkia dari mulutnya.
" Maksud gue ayo kita segera bergerak, dan jangan membuang waktu lagi." ucap Doni sambil menarik tangan Tazkia untuk segera berangkat namun dicegah oleh Tazkia.
" Don ini bahkan masih jam 3 pagi, emang kampus buka jam segini?" ucap Tazkia sambil menunjuk ke arah jam tangannya.
" Lalu kita harus diam di sini?"
" Gak juga, keburu gue di masa ini bangun." ucap Tazkia sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Lalu?"
" Kita cabut aja, kita tunggu di depan kampus." ucap Tazkia sambil melangkah menuju ke laci meja di ruang tengah dan mengambil kunci di sana sementara Doni hanya bisa membuntuti di belakang Tazkia sedari tadi.
Setelah mendapatkan kunci mobil, keduanya lantas berjalan mengendap endap keluar dari mansion menuju parkiran mobil. Tazkia melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota di pagi hari ini, suasana masih gelap dan sepi keadaan kota juga masih jauh dari padatnya karyawan kantor yang biasanya sudah berjubel menunggu angkutan umum, atau sedang terjebak macet di jalanan.
" Menurut mu apa kita masih bisa mencegah Aldo dan gue untuk tidak berangkat ke desa itu?" tanya Tazkia di tengah keheningan saat mengemudi.
Mendengar hal itu Doni nampak terdiam tidak langsung menjawab pertanyaan Tazkia, hingga beberapa detik kemudian terdengar helaan nafas panjang dari Doni.
" Memang mungkin tidak akan bisa mencegah Aldo sepenuhnya karena kami bergabung dengan kelompok itu jauh sebelum kita pergi ke desa itu, tapi ada satu hal yang harus lo ketahui bahwa sebenarnya acara yang diselenggarakan ke desa itu adalah ide kami berdua, bahkan Aldo sampai mengeluarkan cukup banyak uang untuk menyogok pak Reno agar berbuat seakan akan ini adalah acara yang di selenggarakan oleh sekolahan." ucap Doni lirih seperti tengah menyesali keputusannya.
Tazkia yang mendengar hal itu tentu saja terkejut karena ia merasa ditipu oleh penumbalan yang berkedok KKN ini.
__ADS_1
" Jadi semua sudah direncanakan? benar benar keterlaluan kalian!" ucap Tazkia tidak percaya sambil mencoba untuk tetap bisa fokus berkendara di tengah rasa kesal serta amarah yang sudah menutupi dadanya.
Bersambung