Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Kerasukan ~Mengapa aku dilahirkan #3


__ADS_3

Apartment Sinta


Setelah Tazkia keluar dari lift, Tazkia lantas melangkahkan kakinya dengan langkah yang cepat menuju unit apartment milik Sinta. Diketuknya pintu apartment Sinta berulang kali sambil menekan pintu bel apartment, namun sayangnya Sinta tak kunjung juga keluar untuk membuka pintu membuat Tazkia semakin di buat khawatir.


"Ah kemana sih Sinta? bikin orang khawatir saja." ucap Tazkia dengan kesal namun bingung harus berbuat apa.


Tazkia yang frustasi karena Sinta tak kunjung membuka pintunya, lantas mulai memijat pelipisnya sebentar sambil mengingat ingat kode sandi apartment Sinta.


"Baiklah semoga saja benar." ucap Tazkia kemudian sambil mulai menekan angka yang tertera di pintu unit apartment Sinta.


Click


Tazkia berhasil membuka pintu unit apartment Sinta dengan sekali coba, Tazkia yang tidak ingin mengulur waktunya lagi lantas segera bergegas masuk untuk melihat keadaan Sinta di dalam.


Dengan langkah yang terburu buru Tazkia lantas masuk ke dalam apartment dan hendak melangkah menuju kamar Sinta, namun malah terhenti karena ia melihat Sinta baru saja keluar dari kamar mandi depan dengan mengenakan handuk kimono membalut tubuhnya.


"Sinta!" pekik Tazkia yang terkejut ketika melihat Sinta tengah mondar mandir di depan pintu seakan tengah menimang sesuatu di sana padahal Tazkia sedari tadi sudah khawatir kepadanya.


"Kia...." teriak Sinta kemudian yang mendengar suara teriakan Tazkia barusan, Sinta yang melihat kedatangan Tazkia lantas langsung berhamburan menuju ke arah Tazkia begitu saja dengan langkah setengah berlari.


"Gue kira lo kenapa napa karena tidak mengangkat panggilan telpon gue tadi." ucap Tazkia kemudian setelah melepas pelukannya dari Sinta barusan.


"Gue denger, hanya saja ponsel gue ada di dalam kamar dan gue takut untuk masuk ke dalam Ki...." ucap Sinta kemudian.


Mendengar hal itu Tazkia lantas terdiam, bayangan tentang Icha yang mengatakan ada sosok hantu anak kecil di apartment milik Sinta kembali terlintas di benaknya. Membuat Tazkia lantas menatap ke sekeliling mencoba mencari keberadaan sosok hantu anak kecil yang di bicarakan oleh Icha ketika di mobil tadi.


"Keluar kamu anak nakal! jangan bermain di sini ini bukan rumah mu!" ucap Tazkia kemudian sambil menyusuri setiap sudut ruangan apartment milik Sinta, hingga membuat Sinta yang tidak tahu apa apa lantas menatap ke arah Tazkia dengan bingung.

__ADS_1


"Ada apa sih Ki?" tanya Sinta dengan raut wajah yang penasaran sambil mengikuti langkah kaki Tazkia di sana.


Tazkia yang mendapat pertanyaan tersebut lantas langsung menoleh ke arah Sinta dan menghela nafasnya panjang.


"Sebaiknya kamu gantilah dulu pakaian mu Sin, nanti biar aku jelaskan." ucap Tazkia sambil menatap ke arah Sinta dari atas hingga bawah.


"Baiklah, tapi kamu janji akan menjelaskannya... jangan bertindak sendiri Ki!" ucap Sinta memperingati Tazkia agar tidak gegabah.


"Ok" jawabnya singkat.


**


Setelah kepergian Sinta dari sana, Tazkia lantas kembali menyusuri setiap sudut ruangan di apartment milik Sinta untuk mencari keberadaan sosok hantu anak kecil tersebut.


"Ayo keluarlah jangan bermain main dengan kakak... kita bicarakan baik baik yuk..." ucap Tazkia sambil tetap fokus mencari keberadaan sosok tersebut.


"Yuk cerita yuk... jangan main di sini kasihan kak Sintanya jadi ketakutan..." ucap Tazkia kemudian berusaha untuk membujuk sosok hantu anak kecil tersebut sambil terus melangkah mendekat ke arahnya.


Hantu anak kecil itu nampak terdiam dan tetap pada posisinya seakan acuh dan tidak mau bergerak sedikitpun. Tazkia yang melihat hal itu, lantas terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah sosok hantu anak kecil tersebut dan berusaha untuk menangkapnya.


Sosok hantu anak kecil yang tahu bahwa Tazkia akan menangkapnya, lantas langsung menghilang tepat ketika Tazkia sampai di sana dan hampir menangkap sosoknya.


"Ah sial!" ucap Tazkia karena tidak berhasil menangkap sosok hantu anak kecil itu.


Tazkia kemudian lantas berbalik dan mencari kembali keberadaannya, Tazkia kemudian menatap pada bagian atas almari di mana sosok anak kecil tersebut nampak duduk di sana sambil tersenyum ke arahnya karena mengira Tazkia sedang mengajaknya untuk bermain.


"Turun sini yuk, jelaskan segalanya pada kakak nanti biar kakak bantu kamu pergi ke tempat yang lebih indah..." bujuk Tazkia agar sosok hantu anak kecil itu mau turun dan bercerita padanya.

__ADS_1


Sosok itu lantas menggeleng kemudian menghilang begitu saja tepat ketika Tazkia mengatakan hal itu padanya. Sedangkan Tazkia yang mulai geram karena sosok itu malah bermain main dengannya lantas mulai emosi dan berkata sedikit kasar padanya.


"Jika kamu tidak keluar maka kakak akan memusnahkan mu, jangan memancing emosi kakak!" teriak Tazkia dengan emosi sambil menatap ke arah sekeliling mencari keberadaan sosok hantu itu di sekitarnya.


Bruk


Suara pintu di buka dengan keras membuat Tazkia lantas terkejut dan langsung menoleh ke arah sumber suara untuk melihat suara apa barusan.


"Sinta? lo ngagetin tau gak!" pekik Tazkia yang kesal karena Sinta malah membuka pintu kamarnya dengan keras hingga membuatnya terkejut.


Sinta yang mendengar ucapan Tazkia barusan bukannya menjawab malah terdiam dan menunduk sedari tadi, membuat Tazkia yang melihat hal itu lantas langsung kebingungan menatap ke arah Sinta.


"AKU HANYA INGIN BERMAIN KAK! KENAPA KAMU MARAH?" ucap Sinta dengan tiba tiba membuat Tazkia lantas menatap ke arah Sinta.


"Siapa kamu? pergi jangan di sana! jika kamu ingin main carilah tempat lain jangan di sini." ucap Tazkia yang mulai sadar bahwa saat ini Sinta tengah kerasukan.


"TIDAK MAU! AKU SUKA DI SINI LUAS DAN MENYENANGKAN!" ucap Sinta lagi tak mau kalah dengan nada bicara yang khas seperti anak kecil yang tengah merajuk.


"Ini bukan tempat mu kasihan kakaknya, keluar yuk jangan di situ... biar nanti kakak bantu." ucap Tazkia lagi berusaha untuk terus membujuk sosok hantu anak kecil tersebut.


"TIDAK MAU!" teriak Sinta tiba tiba yang lantas membuat Tazkia terkejut karena di barengi dengan pecahnya beberapa lampu di apartment Sinta.


Setelah berteriak, Sinta yang semula menunduk lantas langsung mendongak dan menatap ke arah Tazkia dengan manik mata merah menyala, sepertinya sosok hantu anak kecil itu kini tengah marah dengan Tazkia karena mengganggu dirinya yang sedang asyik bermain di apartemen Sinta.


"KAKAK JAHAT! AKU TIDAK SUKA PADA KAKAK! AAAAAAAA." ucap Sinta lagi yang lantas membuat lampu apartment Sinta menjadi mati hidup berulang kali tepat setelah Sinta berteriak.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2