
Setelah dari ruang terapi Faris mempercepat langkahnya menuju ke ruangannya, di bukanya perlahan pintu ruangannya untuk melihat siapa tamu yang datang di jam kerjanya.
" Sayang." ucap suara yang tak asing bagi Faris.
" Tania!" ucap Faris dengan nada datar.
Melihat kedatangan Tania seketika ekspresi wajah Faris berubah menjadi datar dan dingin, ia benar benar muak dengan gadis di hadapannya ini begitu manja dan juga sangat merepotkan.
" Apa yang kamu lakukan di sini?" ucap Faris dengan datar.
" Ini adalah hari jadi kita, apa kamu tidak ingat?" ucap Tania dengan senyum mengembang.
" Ah aku melupakan sesuatu, sudah 2 tahun ya aku menjalani hubungan ini dengan terpaksa." ucap Faris dalam hati ketika mendengar ucapan Tania.
" Kamu melupakannya ya? em It's ok setidaknya sekarang kamu sudah mengingatnya, bagaimana kalau kita jalan dan menghabiskan waktu bersama?" ucap Tania dengan santai yang seakan akan mengerti bagaimana sifat Faris.
" Maaf aku sedang sibuk seharian ini, lebih baik kamu pulang dan jangan mengganggu ku lagi." ucap Faris mengusir Tania.
" Faris kamu ini kenapa sih, harusnya kamu memanjakan ku di saat hari jadi kita, tapi apa ini? aku akan lapor papa akan kelakuan mu kali ini." ucap Tania dengan cemberut.
Mendengar ancaman Tania, Faris semakin muak dan naik pitam, ia hanya merasa seperti boneka di sini yang di atur sedemikian rupa oleh papanya sendiri.
" Oh kalau kau ingin lapor silahkan lapor saja, aku sudah muak dengan ancaman mu ini, apa kau tidak lelah selalu menggunakannya selama 2 tahun belakangan ini? Tania Tania Tania apa kamu tidak menyadari juga bahwa aku terpaksa menjalani hubungan ini." ucap Faris dengan nada kesal sambil menatap tajam ke arah Tania.
Mendengar keluh kesah Faris, Tania hanya menanggapinya dengan senyuman yang lantas membuat Faris menjadi bingung melihatnya.
" Aku tahu, aku bahkan juga tahu kamu tidak mencintaiku, tapi ris semuanya bisa berubah seiring berjalannya waktu bukan? jika 2 tahun belakangan ini kamu tidak berubah, masih ada tahun tahun selanjutnya, aku bisa menunggumu selama yang kamu minta." ucap Tania dengan tenang dan percaya diri.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut Faris benar benar tidak bisa berkata kata, pemikiran Tania benar benar di luar ekspetasi Faris.
" Kamu benar benar sudah gila." ucap Faris pada akhirnya karena tidak tahu lagi harus dengan cara apa menjelaskan semuanya kepada Faris.
" Ayo kita jalan ya hem." ucap Tania lagi sambil bergelayut manja pada lengan Faris.
Faris lantas menepis tangan Tania agar menjauh dari dirinya.
" Hentikan sikap mu itu, aku tidak bisa lebih baik kamu pulang sekarang, masih banyak pasien yang harus aku kunjungi untuk mengecek keadaannya." ucap Faris kemudian melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Tania sendirian di sana.
" Faris jangan begitu, kita pergi sebentar saja kalau kamu sangat sibuk, Faris!" ucap Tania setengah berteriak namun sama sekali tidak di gubris oleh Faris.
Melihat Faris yang terus melangkah pergi meninggalkannya membuat Tania geram dan kesal.
" Pasti kamu akan menemui dia bukan? kau sungguh pintar bermain sandiwara, kamu kira aku tidak tahu segalanya?" ucap Tania dengan kesal sambil mengingat kejadian sebelum ia sampai di ruangan Faris.
Flashback on
" Eh menurut mu apakah antara dokter Faris dan pasien itu menjalin sebuah hubungan?" tanya salah satu perawat.
" Ya mungkin sih, soalnya dokter Faris terlihat sangat khawatir dan lebih perhatian kepada gadis itu, bukankah itu sudah menjadi rahasia umum?" timpal yang lainnya.
" ya ya benar, apalagi nih denger denger hari ini dokter Faris sengaja mengosongkan jadwalnya hanya untuk menemani gadis itu terapi, tidakkah dokter Faris terlalu romantis?" ucap lainnya lagi.
" Aaaaaaaaaaa benar benar membuat ku iri, padahal dari dulu aku sudah kagum terhadap sosok dokter Faris, eh ternyata malah pasien itu yang dapat perhatiannya." ucapnya lagi.
" Is dokter Faris juga lihat lihat kali kalau cari sosok pendamping, masalahnya pasien itu saja masih terlihat cantik walau sedang sakit nah kamu sehat saja tidak ada cantik cantiknya." cibir lainya.
__ADS_1
" Enak aja lo, gini gini gue juga primadona kali." ucapnya lagi.
Mendengar hal itu tentu saja membuat hati Tania hancur apalagi mengingat selama 2 tahun belakang ini hubungannya dengan Faris benar benar hanya sebatas hubungan tanpa cinta dan tidak lebih, Faris sungguh hanya mengacuhkannya selama ini, jangankan untuk tebar keromantisan berbicara saja Faris hanya seperlunya.
Karena rasa penasaran yang memuncak Tania lantas melangkahkan kakinya menuju ke ruang terapi untuk memastikan dengan mata kepalanya sendiri akan pembicaraan beberapa perawat tadi.
Tania melintasi lorong lorong rumah sakit dengan langkah gusar.
" Aku harus memastikannya sendiri, aku yakin Faris yang sedingin es itu tidak akan bisa lembut kepada wanita, aku sudah bersamanya lebih dari 2 tahun dan tahu betul bagaimana sikap Faris kepada wanita." ucap Tania dengan yakin sambil terus melangkah menuju ruang terapi.
Ketika langkah kakinya berhenti tepat di depan pintu masuk ruang terapi, Tania lantas terkejut karena keyakinannya yang ia pegang teguh selama 2 tahun belakangan ini benar benar runtuh di saat melihat perlakuan Faris kepada Tazkia. Bagi sebagian orang mungkin itu adalah hal wajar yang di lakukan dokter pada pasiennya, namun bagi Tania tentu saja berbeda, perlakuan Faris padanya dengan perlakuan Faris pada Tazkia jelas jelas berbeda.
Tania mengigit bibir bawahnya cukup keras agar tidak terisak.
" Tidak mungkin! apa yang ku lihat barusan jelas bukan Faris, hahaha sepertinya aku tengah berhalusinasi, Faris yang ku kenal adalah seorang beruang kutub mana mungkin bisa seramah itu dengan perempuan, dia jelas jelas bukan Faris, ya dia bukan Faris." ucap Tania meyakinkan dirinya sendiri.
Ketika Tania sedang terdiam mencerna kejadian di depannya seorang suster nampak datang dan mendekat ke arah Tania.
" Ada yang bisa saya bantu bu?" tanya suster tersebut.
Tania yang mendengar hal itu lantas langsung menatap ke arah sumber suara.
" Tolong katakan kepada dokter Faris bahwa ada tamu yang sedang menunggu di ruangannya." ucap Tania singkat.
" Kalau boleh tahu siapa ya bu?" tanya suster itu lagi.
" Katakan saja apa yang baru saja ku katakan." ucap Tania dengan kesal kemudian melangkah pergi menuju ruangan Faris.
__ADS_1
Flashback off
Bersambung