Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Apa hubungannya dengan Lingsir wengi?~ Cermin bertuah #9


__ADS_3

Tazkia kemudian lantas bergegas menuju ke arah kamar orang tuanya ketika teringat dengan cermin itu.


"Mau kemana lo Ki?" tanta Aditya yang melihat langkah Tazkia terburu buru.


"Ke kamar nyokap" ucap Tazkia setengah berteriak sambil berlalu.


Aditya dan Prasetia lantas saling pandang, detik selanjutnya mereka berdua ikut bangkit dan menyusul Tazkia menuju kamar orang tuanya.


Ketika sampai di sana baik Prasetia maupun Aditya tidak mengerti apa yang akan di lakukan Tazkia, tapi bodohnya keduanya malah ikut berlari tanpa mengetahui alasannya terlebih dahulu.


"Ada apa sih Ki lari lari?" tanya Aditya dengan nafas yang ngos ngosan setelah berlari mengikuti Tazkia hingga ke kamar orang tuanya.


"Gue penasaran sama cermin itu, lagian kalian berdua ngapain ikut berlari ke sini?" ucap Tazkia yang menatap bingung ke arah keduanya.


"Ye kita kira ada sesuatu yang penting mangkanya langsung inisiatif ke sini." ucap Prasetia sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Dasar kalian." ucap Tazkia kemudian membuka peti tersebut dan mengambil cermin itu. "Ada yang aneh setelah gue pindahin cermin itu ke sini." ucapnya kemudian.


"Apa yang aneh?" tanya Aditya.


"Banyak banget, mulai dari cermin ini yang gak pernah pindah lagi, lo yang denger tangisan mirip Sinta dari kamar ini, dan Prasetia yang lihat Sinta tertawa sambil menatap ke arah peti ini, apa kalian gak merasa aneh sama sekali?" ucap Tazkia.


Keduanya nampak berpikir, apa yang di katakan Tazkia cukup masuk akal juga apalagi dengan perubahan sikap Sinta belakangan ini cukup aneh membuat ketiganya kadang bertanya tanya, apakah dia benar benar memang Sinta?


"Lo bener sih, tapi apa hubungannya dengan cermin? ini hanya sebuah cermin Ki." ucap Aditya.


"Ini gak mungkin seperti yang ada di pikiran gue bukan?" tanya Prasetia.


"Memang apa pikiran lo?" tanya Aditya bingung.


"Maybe, jiwa Sinta terkurung di sini dan yang mendiami tubuh Sinta bukanlah Sinta." ucap Tazkia kemudian yang lantas membuat Aditya melongo dibuatnya.


"What? lo kira ini film horor insidious apa, jangan gila deh." ucap Aditya tidak percaya.


"Come on setelah perjalan kita ke Vila Edelweis waktu itu, kejadian yang aneh seperti ini tidak ada yang tidak mungkin bukan?" ucap Prasetia.


"Kagak kagak kalau ini sudah gak masuk akal sama sekali." ucap Aditya kemudian melangkah keluar dari kamar tersebut.


Kebetulan kamar orang tua Tazkia dengan meja makan hanya berjarak beberapa langkah sehingga dari arah pintu kamar dapat melihat dengan jelas ke meja makan. Dan kebetulan juga pas Aditya keluar ia melihat Sinta tengah di meja makan sedang menikmati makanannya dengan wajah yang menyeringai aneh, Aditya yang penasaran lantas mendekat ke arah Sinta, betapa terkejutnya ia karena yang tengah di santap oleh Sinta adalah bunga melati segar yang aromanya menyeruak wangi memenuhi ruangan tersebut membuat Aditya langsung menelan salivanya dengan kasar melihat kelakuan Sinta.


"Apa kamu mau..." tanyanya sambil tersenyum menyeringai membuat Aditya bergidik ngeri.

__ADS_1


"Eng...gak perlu deh..." ucapnya kemudian melangkah mundur dan buru buru kembali ke kamar orang tua Tazkia, lalu menguncinya dari dalam membuat Tazkia dan juga Prasetia yang masih ada di sana menatap Aditya dengan kebingungan.


"Kenapa lo?" tanya Tazkia kemudian.


"Gue percaya! gue percaya." ucap Aditya sambil mengangkat dua jarinya membentuk huruf v.


"Percaya apaan sih Dit?" tanya Prasetia dengan bingung begitu pula Tazkia.


"Gue percaya dia bukan Sinta!" ucap Aditya sambil sedikit menggoyangkan bahunya geli mengingat apa yang di makan Sinta tadi di meja makan.


"Tumben cepat amat berubahnya?" tanya Tazkia dengan nada yang menyindir.


"Gue barusan ngelihat Sinta makan melati segar di meja makan, gimana gak merinding coba? berasa lagi nonton Suzana secara live tau gak." ucap Aditya.


"Sinta? makan melati? di depan?" tanya Prasetia seakan dengan nada yang tidak percaya.


"Iya mangkanya gue langsung ke sini dan kunci pintu." ucap Aditya.


"Tapi jika memang itu bukan Sinta, lalu gimana kita bisa temuin jiwa Sinta coba?" tanya Prasetia.


"Entah" jawab Tazkia sambil menggelengkan kepalanya karena ia juga tidak mengerti caranya.


"Lalu? jangan diam aja dong kasihan Sinta." ucap Aditya dengan kesel.


Ketiganya nampak berpikir dengan serius menyelami segala kemungkinan yang mungkin saja terjadi atau setidaknya bisa di coba untuk menyelamatkan Sinta.


"Tunggu, Lingsir wengi!" ucap Tazkia tiba tiba yang langsung membuat Aditya dan juga Prasetia saling pandang satu sama lain.


"Apa hubungannya antara lingsir wengi dan Sinta Ki?" tanya Aditya.


"Gue gak tahu hubungannya apa sih, hanya saja Sinta selalu saja bangun tengah malam dan menyisir rambutnya sambil bersenandung lingsir wengi." ucap Tazkia.


"Lo yakin bakal berhasil Ki?" tanya Prasetia tidak yakin.


"Gak tau juga, tapi gak ada salahnya jika kita coba bukan." ucap Tazkia yang di balas anggukan oleh keduanya.


"Tunggu sebentar, masalahnya siapa yang nyanyi nih?" tanya Aditya.


"Kalau lo bisa, lo bisa mencobanya." ucap Tazkia kemudian.


"Mana bisa gue nyinden, jangan aneh aneh lo." ucap Aditya.

__ADS_1


"Ya kan siapa tahu."


"Ya udah jadi siapa nih yang nyanyi?" tanya Prasetia.


"Gue coba dulu ya..." ucap Tazkia yang di balas anggukan oleh keduanya.


"Lingsir wengi, sepi durung bisa nendra


kagodha mring wewayang, ngerindhu ati


kawitane mung sembrana njur kulina


ra ngira yen bakal nuwuhke tresna


nanging duh tibane, aku dhewe kang nemahi


nandang branta, kadung lara


sambat sambat sapa, rina wengi


sing tak puji ojo lali, janjine muga bisa tak ugemi."


Tepat setelah Tazkia bersenandung lagu lingsir wengi suasana mendadak menjadi dingin, secercah sinar perlahan muncul dari cermin tersebut membuat ketiganya lantas cukup terkejut dengan apa yang terjadi. Samar samar bayangan Sinta perlahan muncul dari dalam cermin tersebut dengan kondisi yang ketakutan memeluk lututnya sambil menangis namun sayangnya bayangan Sinta hanya bisa dilihat oleh Tazkia karena memang hanya Tazkia yang memiliki kelebihan untuk melihat mereka yang tak terlihat.


"Sinta!" teriak Tazkia yang lantas mengejutkan Prasetia dan juga Aditya.


Sinta yang merasakan dirinya dipanggil lantas semakin membenamkan wajahnya pada kedua lututnya, ia mengira bahwa itu hanyalah suara suara yang menghantuinya selama beberapa hari ini.


"Sinta ini kita" ucap Tazkia kemudian.


Mendengar suara yang ia kenali perlahan Sinta mulai mendongak mencoba melihat apakah pemilik suara itu benar benar Tazkia.


"Kia keluarin gue dari sini Ki! gue mohon." ucap Sinta dengan nada memohon.


Tak beberapa lama suara pintu di ketuk dengan cukup keras terdengar dari arah luar kamar membuat ketiganya lantas saling pandang satu sama lainnya.


Dok dok dok


Suara itu makin keras dan makin keras membuat ketiganya semakin bingung dibuatnya.


"Buka pintunya!" teriak Sinta dari arah luar kamar.

__ADS_1


"Tahan pintunya geis! jangan sampai dia masuk!" ucap Tazkia kemudian.


Bersambung


__ADS_2