Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Perjalanan yang memakan waktu lama ~ Desa tanjung tari #1


__ADS_3

Keesokan harinya semua orang berkumpul di mansion Tazkia sebelum berangkat ke desa tujuan, satu persatu buku buku serta keperluan mereka selama di desa tersebut mulai di angkat dan di letakkan di bagasi. Seperti janjinya Faris membawa dua kardus makanan kaleng, satu kardus berisi makanan sedangkan kardus satunya berisi buah kaleng, ya Faris tahu itu tidak sehat namun makanan kaleng lebih di butuhkan ketimbang bahan makanan lainnya di sana.


Semua orang mulai masuk kedalam mobil, hanya tinggal Tazkia seorang diri yang belum naik. Perlahan ia mendekat ke arah Faris untuk berpamitan.


" Aku pergi ya." ucap Tazkia.


" Jaga kesehatan, kabari aku jika sudah sampai aku akan menunggu." balas Faris sambil tersenyum.


" Tentu"


Tazkia kemudian melangkahkan kakinya hendak masuk ke mobil namun ketika baru dua kali melangkah Faris kembali memanggilnya.


" Iya "


Tanpa Tazkia duga Faris tiba tiba mendekat ke arah Tazkia lalu mencium keningnya, Tazkia diam membeku mendapat perlakuan tersebut dari Faris, ia benar benar terkejut namun juga bahagia rasanya seperti mendapat jutaan bintang yang langsung turun menemaninya.


Tazkia menyentuh keningnya kemudian tersenyum.


" Itu hadiah dariku, cepat pulang ya aku pasti merindukan mu, jika ada apa apa kabari aku." ucap Faris lagi yang langsung membuat pipi Tazkia bersemu merah.


Tanpa mereka sadari keadaan di dalam mobil menjadi tak terkendali kala menyaksikan keromantisan dua insan itu, memang tidak terlihat secara langsung ketika Faris menciumnya namun mereka tetap tahu apa yang sedang pasangan itu lakukan.


Prasetia lantas menjadi sedikit geram, ia memalingkan pandangannya enggan menatap ke arah kaca spion di sebelahnya.


" Santai aja Pras, lo telat sih mangkanya kalau naksir sikat bukan di anggurin." ucap Aditya yang semakin membuat panas Prasetia.


" Sialan lo." ucap Prasetia kemudian sengaja memencet klakson mobil dengan keras agar menyudahi adegan romantis di luar.


Tazkia yang mendengar klakson mobil tersebut lantas menyudahi pamitannya dengan Faris kemudian memasuki mobil dengan langkah tergesa.


" Apa sih lo Pras, gue juga gak akan lama kan." ucap Tazkia dengan kesal.


" Ada yang panas tuh ki, masak lo gak sadar?" sindir Aditya sambil memberikan isyarat dengan matanya ke arah Prasetia yang hanya diam.

__ADS_1


" Ngaco lo dit" ucap Tazkia.


Prasetia lantas mulai melajukan mobilnya tanpa menggubris ucapan Aditya. Perjalanan mereka pun di mulai, perjalanan kali ini memakan waktu hampir sehari semalam, di perkirakan mereka akan tiba di desa tersebut sekitar jam 3 pagi esok, sungguh waktu yang lama dan melelahkan namun mereka lewati dengan ceria.


Alunan musik mulai terdengar memenuhi mobil, semua orang ikut hanyut ke dalam euforia musik yang sedang di putar ( kecuali dengan Aldo dan Doni yang lebih memilih untuk tidur dari pada bergabung).


Waktu mulai berjalan seiring dengan laju mobil yang di kendarai Prasetia, satu persatu mulai terbang ke alam mimpi menyisakan Prasetia yang tengah fokus menyetir.


Ketika mereka sedang tertidur dengan lelapnya tiba tiba saja kaca pintu mobil nampak di gedor dengan keras membuat Tazkia dan yang lainnya terbangun dari tidurnya.


Dok dok dok


" Jangan pergi! jangan pergi! jangan pergi" ucap seseorang dari arah luar mobil dengan penampilan yang acak acakan, rambut yang gimbal, serta baju yang compang camping dan lusuh.


" Siapa tuh orang? orang gila?" tanya Aditya sambil mengumpulkan nyawanya yang belum belum terkumpul sepenuhnya.


" Gak tahu gue takut ki." ucap Sinta sambil menggenggam erat tangan Tazkia.


" Udah biarin aja" ucap Aldo santai kemudian melanjutkan tidurnya.


" Loh iya kemana dia? woi Don, Al lo gak tahu Pras kemana?" tanya Aditya.


" Bentar lagi juga balik." ucap Doni dengan entengnya.


" Jangan pergi! jangan pergi! kalian akan mendapatkan kemalangan." ucap orang itu lagi.


" Suruh pergi gih Dit." ucap Tazkia.


" Ogah gue takut."


Tepat setelah Aditya mengucapkan hal itu Prasetia tiba tiba saja masuk dan duduk di bangku pengemudi, seiring dengan masuknya Prasetia ke dalam mobil orang yang tadi menggedor ikut menghilang.


" Lo dari mana aja sih Pras?" tanya Aditya.

__ADS_1


Namun anehnya Prasetia tidak mengucapkan kata apapun dan hanya diam saja dengan tatapan yang lurus ke depan.


" Lo kenapa sariawan?" tanya Aditya.


Tazkia yang mengetahui ada sesuatu yang aneh dan tak biasa dengan Prasetia lantas memperhatikan sekitar dan baru menyadari bahwa hari sudah mulai petang dan mereka tengah berada di sebuah daerah dengan kawasan seperti hutan di kanan dan kirinya.


" Dit diem, lebih baik lo turun dan lihat ke adaan di luar." ucap Tazkia kemudian memberi isyarat kepada Aditya dengan mulut untuk turun dan mencari Prasetia.


" Apaan sih lo Ki orang si Pras udah naik ngapain gue turun." ucap Aditya ogah ogahan.


" Ada apa Ki?" tanya Sinta di sebelahnya.


Baru saja Tazkia hendak menjelaskan Prasetia lantas menjalankan mobilnya namun dengan laju yang sangat pelan, Tazkia benar benar kesal dengan Aditya karena tidak kunjung mengerti dengan isyaratnya.


" Dit turun sekarang! tepi kan mobilnya Pras." ucap Tazkia lagi.


" Ogah!"


Tepat setelah Aditya mengatakan hal tersebut dari arah luar mobil terdengar suara yang tak asing tengah memanggil nama mereka satu persatu. Aditya yang sangat familiar dengan suara tersebut lantas perlahan menoleh ke arah sebelahnya namun ada Prasetia di sana, sedangkan suara yang mirip Prasetia di luar tak henti hentinya memanggil mereka satu persatu.


" Hentikan mobilnya, jangan ganggu kami, sebaiknya kita berpisah sampai di sini." ucap Tazkia dengan nada setengah berteriak membuat Sinta dan juga Aditya lantas menutup matanya karena mereka tahu bahwa ada yang tidak beres sedari tadi.


Entah sebuah keajaiban atau kebetulan tepat setelah Tazkia mengatakan hal itu laju mobil perlahan berhenti, sedangkan suara Prasetia semakin dekat terdengar dan tidak beberapa lama pintu mobil nampak terbuka yang langsung memunculkan sosok Prasetia di sana.


" Astaga" teriak Aditya yang kaget ketika pintu mobil terbuka.


" Kalian benar benar keterlaluan ... loh siapa yang nyetir?" ucap Prasetia dengan nafas yang ngos-ngosan.


" Sebaiknya kita lanjutkan perjalanannya sekarang Pras! dan jangan bertanya apapun." ucap Tazkia memerintah.


Prasetia yang tadinya ingin marah karena di tinggal lantas mulai melajukan mobilnya dan mengurungkan niatnya setelah melihat raut wajah ketiga sahabatnya yang terlihat seperti tengah ketakutan.


" Aku sudah menduga dia punya kelebihan, sepertinya kami akan cocok." ucap Aldo dalam hati namun dengan pura pura tertidur sedangkan Doni yang mendengar semua percakapan mereka hanya tersenyum tipis kemudian melanjutkan tidurnya kembali seakan akan tidak terjadi apapun tadi.

__ADS_1


Tazkia menatap ke arah luar sambil memastikan tidak ada lagi gangguan yang akan menghampiri mereka, namun ketika Tazkia menatap ke arah luar ia melihat nenek nenek bersama kucingnya yang sering ia temui belakangan ini tanpa tahu pasti siapa nenek nenek itu.


Bersambung


__ADS_2