
Sementara itu yang sedang terjadi pada Tazkia tepat setelah seluruh lampu ruangan itu padam, ia merasa seperti sosok tersebut tampak melompat dan langsung melesat mendekat ke arahnya kemudian masuk ke dalam tubuhnya. Tidak ada perlawanan apapun dalam diri Tazkia karena memang ini yang diinginkan Tazkia, sehingga terasa sangat ringan dan tidak terlalu menyakitkan di bandingkan ketika sosok bermata merah menyala yang masuk ke dalam tubuhnya dengan paksa waktu itu.
Perlahan lama kelamaan telinga Tazkia mulai berdenging tepat setelah makhluk itu melompat ke arahnya, disertai dengan hawa panas yang mulai masuk perlahan ke dalam tubuhnya membuat pandangannya mulai menggelap.
Dalam pandangannya yang mulai menggelap, Tazkia seperti sedang di bawa ke sebuah kilas balik kehidupan sosok hantu tersebut. Tazkia melihat dengan jelas setiap adegan demi adegan kenangan sosok tersebut, dalam beberapa waktu ini yang diperlihatkan oleh sosok tersebut nampak normal seperti kebanyakan manusia pada umumnya, sampai kemudian Tazkia kembali di bawah ke adegan di mana sosok tersebut tengah menangis dengan tersedu meratapi nasib pilunya sambil menggenggam sebuah testpack di tangannya, tanpa sosok tersebut ungkapkan Tazkia yang melihat hal itu dapat langsung mengambil kesimpulan bahwa sosok itu kini tengah mengandung, jika di lihat dari tangisannya yang begitu pilu Tazkia menebak ada kemungkinan sosok itu hamil di luar nikah.
Baru saja Tazkia menerka nerka setiap kejadiannya mendadak ia kembali di bawa ke sebuah adegan yang kali ini bertempat di rooftop kampus.
"Tempat ini kan!" batin Tazkia.
Di sana Tazkia melihat antara Rafi dan sosok itu tengah beradu mulut satu sama lain, sepertinya sosok itu tengah meminta pertanggung jawaban kepada Rafi namun sayangnya Rafi tidak sependapat dengan sosok itu, hingga pada akhirnya cek cok antara keduanya kian memanas.
Posisi keduanya yang memang tengah berada di pinggir rooftop membuat posisi sosok tersebut kian tersudut karena hampir jatuh, sementara Rafi yang sedang tersulut emosi tak memperhatikan keadaan sekitar dan pada akhirnya "boom" sosok tersebut jatuh ke bawah.
"Dona!" teriak Rafi kala tubuh Dona sudah tidak terlihat di sana.
Tazkia yang juga terkejut akan apa yang baru saja terjadi lantas berniat melangkah mendekat melihat ke bawah gedung, namun sayangnya ia tiba tiba seperti kembali tertarik dan langsung di bawa mundur meninggalkan segala kilas balik yang di ceritakan oleh sosok itu.
***
Sedangkan keadaan yang di alami Prasetia, Sinta dan juga Aditya nampak kacau tepat setelah semua kaca dan lampu pecah secara bersamaan.
Suasana menjadi hening dan sekitaran mereka terlihat beberapa serpihan kaca berserakan walau dalam kondisi yang gelap.
"Kalian gak papa kan?" tanya Prasetia kepada yang lainnya sambil mengangkat tinggi ponselnya untuk melihat sekeliling karena memang keadaan yang gelap.
Aditya dan Sinta nampak bangkit sambil membersihkan baju mereka yang terdapat beberapa serpihan kaca.
__ADS_1
"Aman" jawab Aditya.
"Geis kalian dengar sesuatu?" tanya Sinta tiba tiba karena ia seperti mendengar suara orang mengorok di sekitar mereka.
"Iya gue juga baru ngeh, suara apaan tuh?" tanya Aditya.
Prasetia yang memang juga mendengarnya lantas mengangkat ponselnya berusaha mencari sumber suara. Betapa terkejutnya ketiganya kala cahaya senter di arahkan ke depan tepatnya di bawah mereka Tazkia sedang kesurupan dengan posisi seperti tengah terlentang namun bagian kaki dan bawahnya menekuk kebelakang, mungkin hampir seperti gerakan kayang namun agak membikin ngilu karena posisi kaki dan tangannya yang di tekuk terlalu berlebihan.
"Astaga Kia!" teriak Sinta kala sadar apa yang tengah terjadi pada Tazkia.
Ketiganya kemudian lantas langsung mendekat ke arah Tazkia kemudian membenarkan posisi Tazkia, semakin ketiganya memegangi Tazkia semakin Tazkia meronta ronta dan bergumam tidak jelas.
Akhhhhh
Akhhhhh
Hanya suara tidak jelas itu yang terdengar keluar dari mulut Tazkia, disertai dengan air liur yang terus menetes hingga membasahi baju Tazkia, sedangkan posisi mata Tazkia melotot menghadap ke atas.
"Gimana caranya?" tanya Aditya yang juga bingung harus berbuat apa di saat saat seperti ini.
"Baca doa kek atau apa gitu." ucap Prasetia kemudian.
"Waduh mana gue sering absen dulu pas ngaji, mana bisa gue doa ngusir setan." ucap Aditya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kampret lo, udah apa aja al ikhlas juga boleh, asal lo bacanya dengan ikhlas dan sungguh sungguh meminta pertolongan yang Maha Kuasa." ucap Prasetia dengan nada setengah berteriak karena Aditya sangat menyebalkan.
"Lo juga baca, jangan hanya teriak ke gue." ucap Aditya yang juga ikut kesal.
__ADS_1
"Gue udah baca dari tadi, tapi selalu kepotong karena lo yang selalu berisik!" ucap Prasetia dengan kesal.
"Diam gak kalian, bukannya bantuin malah ribut begini." teriak Sinta dengan kesal.
Sementara ketiganya tengah ribut tidak jelas, keadaan Tazkia masih sama seperti tadi tidak ada perubahan, hingga kemudian Sinta yang pernah menonton sebuah drama tentang pengusiran setan tercetus sebuh ide yang mungkin ia yakin akan berhasil.
Setelah yakin dengan ide gilanya tanpa berpikir panjang lagi Sinta lantas memejamkan matanya, kemudian membaca ayat kursi dalam hati dan dengan melafal bismillah Sinta menampar pipi Tazkia cukup keras membuat Prasetia dan juga Aditya terkejut bukan main melihat aksi Sinta barusan.
"Eh buset apa yang lo lakukan?" ucap Aditya yang masih syok, namun Sinta tak menjawabnya dan hanya fokus kepada Tazkia saja.
Entah itu mujarab atau memang apa perlahan kesadaran Tazkia mulai pulih, matanya yang tadinya melotot ke atas perlahan berangsur normal, begitu pula dengan gumaman yang terdengar sedari tadi kini sudah tidak terdengar lagi.
"Ki lo gak papa?" tanya Sinta kemudian sambil membantu Tazkia bangkit.
"Gak papa, kenapa lo sadarin gue Sin? harusnya dikit lagi selesai." ucap Tazkia yang malah membuat ketiganya saling pandang, padahal jika Tazkia tahu seheboh apa Prasetia, Sinta, dan Aditya menyadarkannya pasti ia tidak akan mengatakan hal itu .
"Apa maksud lo Ki?" tanya Prasetia penasaran.
"Makhluk itu sedang berinteraksi dengan gue." ucap Tazkia singkat sambil mengelap dagu serta lehernya yang basah dengan menggunakan tisu.
"Maksudnya?" tanya Sinta.
"Makhluk yang sama yang menghantui pak Ridwan kemarin, gue sedikit penasaran mengapa dia menjadi gentayangan di sini, jadi gue melakukan interaksi dan mencoba mencari tahu mengapa, tapi saat sosok itu menceritakan kisahnya kalian malah menyadarkan gue." ucap Tazkia menjelaskan.
"Ye bilang napa Ki kalau mau interaksi, kita bertiga udah mau jantungan tau lihat lo kayak gitu tadi." ucap Aditya dengan kesal.
"Gue minta maaf kalau bikin kalian panik, tapi ada satu hal yang pasti tentang sosok itu." ucap Tazkia kemudian yang membuat ketiganya penasaran akan kelanjutan cerita Tazkia. "Sosok itu hamil!" ucap Tazkia kemudian.
__ADS_1
"Apa!" teriak Prasetia, Sinta dan juga Aditya hampir secara bersamaan kala mendengar ucapan Tazkia barusan.
Bersambung