Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Makhluk itu membawa Kia!


__ADS_3

Di kamar Tazkia


Entah mengapa malam ini rasanya terasa sangat aneh bagi Tazkia, ia merasa seperti ada yang tengah mengawasinya sedari tadi namun ketika ia mencari tahu siapa itu, selalu saja tidak ada siapapun di mana mana. Tazkia yang memang sudah mengantuk mencoba untuk memejamkan matanya walau rasanya ia enggan untuk tertidur karena firasatnya mengatakan bahwa dirinya tidak boleh tertidur malam ini. Dalam posisi yang setengah tidur setengah sadar Tazkia tiba tiba merasa seperti ada hawa aneh yang mendekat ke arahnya, Tazkia yang ingin mengecek ada apa? namun sayangnya matanya tidak bisa di buka ia hanya bisa merasakan tapi tidak bisa melakukan apa apa.


Sampai puncaknya ia merasa seperti ada sesuatu yang perlahan masuk melalui kakinya, semakin masuk dan semakin masuk ke dalam tubuhnya begitu terasa panas dan mulai menjalar melalui telapak kaki dan perlahan naik ke atas.


"Kamu akan menjadi milikku malam ini."


Bisikan itu terdengar samar namun jelas sekali bagi Tazkia, ia bertanya tanya apa maksud dari bisikan itu namun lagi lagi ketika ia hendak bangkit tubuhnya sama sekali tidak bisa di gerakkan membuat Tazkia hanya bisa membatin.


"Ada apa ini tubuh ku terasa sangat aneh?" batin Tazkia dalam hati.


Rasa panas itu kian menjalar hingga membuat keringat dingin mulai bercucuran membasahi tubuh Tazkia. Tubuh Tazkia mendadak bangkit dengan mata yang melotot namun dengan manik mata berwarna merah menyala seperti bukan Tazkia, ia sadar telah bangkit namun seperti ada yang mengendalikan tubuhnya ia hanya bisa merasakan tanpa bisa bergerak maupun membuka mulutnya.


Tubuh Tazkia kemudian lantas bangkit dari ranjang dan mulai melangkah entah kemana, sedangkan Tazkia hanya bisa kebingungan dengan pergerakan yang tanpa bisa ia cegah atau hentikan sama sekali.


Aditya dan Prasetia yang baru masuk dari pintu utama lantas langsung menghentikan langkah kakinya kala melihat gelagat aneh dari Tazkia.


"Ki lo belum tidur? kebetulan ada yang ingin kita sampaikan." ucap Prasetia. "Udah sana Dit, ganti celana dulu bau banget." ucap Prasetia kemudian.


"Iya bentar lagi." ucap Aditya dengan malas karena ia juga penasaran.


Tazkia hanya diam dengan posisi menunduk sambil terus berjalan tanpa memperdulikan keduanya, Prasetia dan Aditya yang semula berdebat perkara bau kencing lantas langsung menghentikan perdebatannya kala melihat Tazkia melewati keduanya tanpa menanggapi ucapan Prasetia sebelumnya.


"Ki lo mau kemana sih?" ucap Prasetia sambil memegang pundak Tazkia.


Namun Prasetia lantas mengangkat tangannya karena merasa ada hawa panas ketika tangannya bersentuhan dengan pundak Tazkia hingga membuatnya reflek menarik tangannya.


"Ada apa Pras?" tanya Aditya penasaran kala melihat ekspresi wajah Prasetia.

__ADS_1


"Kia Dit!"


Aditya yang ikut penasaran lantas langsung menarik tangan Tazkia hingga posisi tubuh Tazkia berbalik badan dan menghadap keduanya, baik Prasetia dan juga Aditya lantas terkejut kala Tazkia mengangkat kepalanya, mereka berdua melihat tatapan Tazkia yang aneh begitu tajam disertai manik mata merah menyala membuat keduanya dengan spontan mundur beberapa langkah dari posisi mereka.


Keduanya terdiam mematung menyaksikan hal tersebut sedangkan Tazkia kembali melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan pandangan Prasetia dan juga Aditya. Prasetia yang melihat kepergian Tazkia tentu saja tidak tinggal diam dan langsung menyusul langkah kaki Tazkia kemudian memegang tangannya dengan erat agar menghentikan langkah kaki Tazkia.


"JANGAN GANGGU AKU!" ucap Tazkia tiba tiba dengan nada suara yang berat seperti sama sekali bukan Tazkia.


"Keluar kamu dari tubuh Kia!" ucap Prasetia dengan nada memerintah sambil memegang tangan Tazkia.


Tazkia yang mendengar hal itu lantas tersenyum menyeringai seakan meremehkan Prasetia dan langsung mengibaskan tangannya, hanya dengan sekali hentakan tubuh Prasetia mendadak terpental hingga menabrak sofa dan berakhir mendarat di atas meja hingga membuat beberapa benda jatuh berserakan ke bawah menimbulkan suara yang gaduh.


Aditya yang melihat hal itu lantas nampak kesal dan berjalan mendekat ke arah Tazkia, namun baru beberapa langkah Aditya mendekat tubuhnya tiba tiba langsung terpental dan jatuh ke lantai.


"HAHAHAHA TIDAK AKAN ADA YANG BISA MENCEGAHKU!" ucap Tazkia lagi dengan suara berat disertai tawa yang menggema kemudian melenggang pergi meninggalkan keduanya yang masih terkapar di lantai.


Sedangkan Prasetia dan Aditya hanya bisa menatap ke arah Tazkia sambil berusaha bangkit dengan tubuh yang sakit semua karena terjatuh barusan.


Sementara itu jauh di dalam diri Tazkia makhluk itu kini tengah tertawa bahagia karena ia berhasil menguasai tubuh Tazkia dan membelenggu jiwanya dengan kerangkeng berlapis membuat Tazkia tidak bisa kabur dan bergerak ke manapun.


"Apa yang sebenarnya kau ingin kan?" teriak Tazkia dengan kesal karena semakin ia memberontak semakin erat pula kerangkeng itu membelenggunya.


"Aku menginginkan mu!"


"Jangan bermimpi! gue gak akan pernah sudi bersama dengan mu!" teriak Tazkia.


Mendengar penuturan Tazkia makhluk itu nampak tertawa, seolah olah ia sangat senang melihat Tazkia yang seperti saat ini, semakin Tazkia memberontak semakin senanglah makhluk itu.


"Benar benar sialan, apakah tidak akan ada seseorang yang menolong ku?" batin Tazkia dengan frustasi.

__ADS_1


*******


Sementara itu di villa nenek Tazkia.


Faris yang sedang istirahat di kamarnya, lantas terbangun kala mendengar suara gaduh di luar. Faris buru buru bangkit dan bergegas menghampiri sumber suara karena takut suara itu berasal dari pencuri.


Faris melangkahkan kakinya dengan tertatih namun dengan langkah pasti karena memang kakinya masih terasa sedikit nyeri akibat kecelakaan kemarin.


Faris cukup terkejut kala sampai di ruang tamu dan melihat Prasetia serta Aditya terkapar di lantai dengan beberapa barang yang sudah berserakan di sekitarnya.


"Apa yang sedang terjadi? apakah ada pencuri?" tanya Faris sambil mempercepat langkahnya menuju ke arah Prasetia dan juga Aditya kemudian membantu keduanya untuk bangkit secara bergantian.


"Tazkia sedang dalam bahaya kita harus segera menyusulnya." ucap Prasetia sambil meringis karena merasakan ngilu di sekujur tubuhnya.


Faris yang mendengar hal itu tentu saja hanya menatap bingung karena tidak mengerti arah pembicaraan Prasetia barusan.


"Cepat kejar Kia sebelum jauh! kami akan menyusul mu sebentar lagi." ucap Aditya kemudian sambil memutar tangannya perlahan karena sakit.


"Baiklah, tapi apa kalian yakin tidak apa?" tanya Faris.


"Kami tidak apa, hanya saja butuh beberapa waktu untuk menetralisir rasa sakitnya, pergilah kami akan menyusul." ucap Prasetia lagi meyakinkan.


Faris yang mendengar hal itu lantas menganggukkan kepalanya tanda mengerti, kemudian bergegas pergi untuk menyusul langkah Tazkia yang mungkin sudah agak jauh di depan.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" batin Faris bertanya tanya. "Jangan bilang ini adalah ulah makhluk Wowo itu?" ucapnya lagi.


Faris lantas mempercepat langkah kakinya mengejar Tazkia, kini rasa sakit yang ia rasa sedari tadi mendadak sirna dan berganti dengan perasaan khawatir akan keselamatan Tazkia.


"Semoga aku tidak terlambat!" ucap Faris.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2