
Ketika dirinya sampai di barisan kedua dari orang yang tengah berlalu lalang, Tazkia kembali di buat terkejut saat melihat kejadian seminggu lalu yang terjadi di taman rumah sakit. Tazkia benar benar melihat dirinya seminggu yang lalu.
" Aku sungguh kembali ke waktu seminggu yang lalu? bagaimana bisa? lalu bagaimana cara ku untuk pulang kembali?" ucap Tazkia dalam hati dengan perasaan yang campur aduk.
Melihat dirinya di waktu seminggu yang lalu tentu saja membuat Tazkia terkejut, perlahan Tazkia mulai mundur karena takut ketahuan oleh orang orang yang mengenalnya, bukankah tidak lucu jika tiba tiba muncul dua Tazkia di sini.
Bruk
Karena tidak melihat jalan Tazkia lantas terjatuh menabrak seseorang di belakangnya. Beberapa botol minuman jatuh menggelinding berserakan di sekitarnya, Tazkia yang merasa bersalah lantas langsung memunguti beberapa botol minuman tersebut lalu memberikannya kepada seseorang yang telah ia tabrak tadi.
" Saya benar benar minta ma ... af." ucap Tazkia namun menggantung kala seseorang yang ditabraknya adalah Sinta.
" Kia!" ucap Sinta yang juga terkejut atas apa yang di lihatnya.
" Waduh apa yang harus aku jelaskan padanya?" ucap Tazkia dalam hati kebingungan.
Sinta hanya terdiam mematung melihat Tazkia, awalnya Sinta mengira Tazkia telah menipunya dengan pura pura tidak bisa berjalan, namun rasa marah karena telah di tipu berganti dengan rasa terkejut kala melihat di belakang Tazkia tepatnya di area taman samar samar Sinta melihat Tazkia tengah duduk di kursi roda menjadi bahan rebutan Prasetia dan seorang dokter muda.
" Kia lo ada dua?" ucap Sinta dengan terkejut.
Tazkia yang mendengar hal itu lantas langsung membekap mulut Sinta kemudian menariknya menuju ke arah samping dinding agar tidak terlihat oleh orang orang yang tengah melihat kegaduhan di taman rumah sakit tersebut.
Tazkia menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan semuanya aman kemudian baru melepaskan tangannya dari mulut Sinta.
" Ssstttt jangan berisik Sin!" ucap Tazkia sambil menaruh jarinya di depan mulut agar Sinta diam dan tidak berisik.
" Siapa lo sebenarnya? lo bukan Kia kan? Kia ada di sana sekarang! katakan siapa lo?" ucap Sinta dengan kesal karena seseorang yang mirip Tazkia membekap mulutnya.
" Gue Tazkia Sin, percaya sama gue, gue sendiri juga bingung menjelaskannya bagaimana." ucap Tazkia meyakinkan Sinta.
Sinta yang mendengar hal itu lantas mengerutkan keningnya dengan bingung mencerna setiap ucapan seseorang yang mirip Tazkia di depannya.
" Jangan mengada ngada deh lo! jangan bilang lo dari masa depan yang tanpa sengaja datang ke masa lalu, basi tahu gak cerita kayak gitu." cibir Sinta sambil melihat penampilan Tazkia dari atas hingga bawah yang juga mengenakan baju pasien saat ini.
__ADS_1
Mendengar ucapan Sinta lantas membuat Tazkia tercengang, meskipun Sinta hanya menebak tapi tebakannya langsung tepat sasaran.
Tazkia kemudian lantas membalas ucapan Sinta dengan anggukan yang kini membuat Sinta terdiam menyaksikan jawaban dari Tazkia.
" Wah udah mulai gila nih gue kayaknya." ucap Sinta masih tidak percaya.
" Gue juga gak tahu kenapa gue tiba tiba kembali ke waktu seminggu yang lalu Sin, gue juga bingung bagaimana cara gue kembali? tolong percayalah padaku Sin, gue mohon." ucap Tazkia kepada Sinta.
" Lo tidak sedang membohongi gue kan?" ucap Sinta menyelidik memastikan bahwa ucapan seseorang yang mirip Tazkia di depannya adalah benar.
" Untuk apa gue berbohong pada lo tidak ada faedahnya juga bukan? bantuin gue kembali plis." ucap Tazkia lagi.
" Caranya gimana? gue aja gak tahu lo bisa ke sini, bagaimana gue bisa membuat lo kembali?" ucap Sinta yang juga kebingungan.
Tazkia kemudian mengeluarkan kalung liontin tersebut dari kerah baju pasiennya untuk di tunjukkan kepada Sinta.
" Gue datang setelah memutar benda kecil ini." ucap Tazkia sambil menunjukkan liontin tersebut.
Sinta kemudian menatap liontin tersebut dengan seksama memperhatikan setiap inci dari liontin tersebut.
Tazkia lantas menanggapi ucapan Sinta dengan anggukan karena memang itulah kenyataan yang sebenarnya.
" Lalu bagaimana cara kerjanya?" tanya Sinta penasaran sambil terus memperhatikan liontin itu.
" Lo tinggal putar bagian kecil di atas liontin itu, satu putaran sama dengan tujuh hari yang lalu." jelas Tazkia.
" Berarti tinggal putar bagian atas ..." ucap Sinta dengan gerakan ingin mempraktekan ucap Tazkia.
" Jangan!" teriak Tazkia yang mengetahui gerakan Sinta.
Sinta yang terkejut mendengar ucapan Tazkia yang setengah berteriak lantas langsung melempar liontin itu hingga terbuka dan berceceran.
" Sin lo gimana sih?" ucap Tazkia sedikit kesal karena ulah ceroboh Sinta.
__ADS_1
" Ya maaf tadi gue hanya terkejut ketika mendengar teriakan lo." ucap Sinta merasa bersalah kemudian ikut berjongkok.
Tazkia mengambil liontin tersebut dengan rasa cemas karena takut apabila liontin tersebut rusak maka ia tidak akan bisa pulang kembali.
" Untung saja gak pecah, ternyata liontin ini bisa di buka menjadi dua bagian." ucap Tazkia sambil menatap ke arah liontin itu.
" Ki ada kertas di dalam liontin tersebut." ucap Sinta sambil mengambil kertas yang di gulung kecil yang berserakan di dekat liontin tersebut.
" Mana?" tanya Tazkia penasaran.
Sinta kemudian menunjukkan kertas tersebut kepada Tazkia dan mulai membukanya untuk mengetahui isi tulisan dalam kertas tersebut.
" Waduh tulisan gini mana gue ngerti ki." ucap Sinta sambil garuk-garuk kepala.
" Bentar bentar jangan goyang goyang Sin sepertinya gue tahu." ucap Tazkia dengan yakin.
" Beneran tahu lo?" ucap Sinta tidak percaya.
" Yakin kalau lo gak percaya gini aja deh, seminggu lagi lo datang ke rumah sakit ini jam sekarang dan di tempat ini juga, jangan lupa Sin kita buat sebuah pembuktian kali ini sekalian agar lo gak mengira gue halu." ucap Tazkia.
" Kalau lo gak muncul muncul seminggu lagi gimana coba?" tanya Sinta lagi.
" Ya berarti antara dua kemungkinan gue kembali ke seminggu yang lalu lagi atau seminggu depan lagi." ucap Tazkia dengan enteng namun membuat Sinta melongo mendengar jawaban Tazkia.
" Jangan gila lo? jangan jangan lo sengaja ya, lo salahin terus biar bisa jadi penjelajah waktu." cibir Sinta.
" Enak aja lo kalau ngomong." ucap Tazkia dengan kesal.
" Ya kan mungkin aja " ucap Sinta lagi.
" Ya udah gue coba puter ya, jangan lupa pesan gue Sin, dan satu hal lagi menjauh lah sedikit dari ku." ucap Tazkia yang lantas di balas anggukan oleh Sinta.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal tersebut Tazkia mulai memutar benda kecil tersebut, setelah benda itu di putar lagi lagi waktu seperti terhenti beberapa detik kemudian tertarik namun bedanya kali ini seperti bergerak maju dengan langit yang berganti siang dan malam secara cepat. Tazkia yang ingin memastikan ia kembali ke waktu yang tepat lantas mulai menghitung pergantian siang dan malam dalam hati takut jika ia melakukan kesalahan lagi.
Bersambung