Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Kabur dari penjara dengan cara yang aneh


__ADS_3

Siang harinya mereka berlima pulang ke Jakarta, mereka diantar kembali menuju desa sebelah dengan mengenakan motor untuk mengambil mobil mereka yang terparkir di sana. Perjalanan menuju desa sebelah aman tanpa adanya gangguan yang berarti, hanya beberapa kali Tazkia seperti melihat sekelebat bayang melintas diantara beberapa semak semak, namun Tazkia berusaha untuk tidak menggubrisnya, jujur saja bayangan tentang mimpi tadi pagi masih terus terlintas dipikiran Tazkia, ia seperti yakin dan tidak yakin bahwa semua itu hanya mimpi belakang, hanya saja Tazkia merasakan semuanya seperti nyata.


Beberapa menit kemudian motor mereka tiba di desa sebelah, Tazkia dan juga Prasetia mengucapkan beribu terima kasih sekaligus permintaan maaf kepada warga desa karena tidak bisa melanjutkan program pengajaran sesuai tenggat waktu yang dijanjikan, setelah selesai berpamitan warga desa yang mengantar mereka berlima kembali menuju Desa tanjung tari.


"Loh kalian kok udah balik?" tanya Kades yang heran karena harusnya Tazkia dan kawan kawan kembali 2 bulan lagi.


"Iya pak sepertinya kita memang harus mempersingkat waktunya pak, itu juga permintaan dari pihak kampus." jawab Prasetia mencari alasan.


"Ya sudah kalau begitu, mari masuk ke dalam kita makan dulu yuk, kamu juga kenapa hanya berjongkok di bawah saja?" ucap Kades tersebut sambil melihat ke arah pohon beringin di depan kantor desa.


Mendengar ucapan Kades tersebut Prasetia, Sinta dan juga Aditya nampak saling pandang sedangkan Tazkia dan juga Faris hanya tersenyum mendengar hal itu.


"Biarkan saja pak Kades dia tadi sudah sarapan." ucap Faris yang malah membuat Prasetia, Sinta dan juga Aditya kebingungan.


"Kalau begitu kita masuk yuk." ajak Kades sambil melangkahkan kakinya memasuki kantor desa.


Melihat Kades tersebut masuk Aditya dan juga Sinta lantas langsung menyusulnya dengan langkah kaki yang cepat karena mereka berdua tiba tiba saja langsung merinding kala mendengar ucapan Kades dan juga Faris.


"Parah kamu usilnya, lihat tuh mereka berdua jadi kabur begitu kan." ucap Tazkia dengan menyikut sedikit lengan Faris sambil melangkah beriringan dengan Faris masuk ke dalam.


"Ya maaf." ucap Faris sambil tersenyum gemas tanpa merasa bersalah sama sekali.


Sementara Prasetia hanya bisa meredam perasaan cemburunya melihat interaksi antara Tazkia dan juga Faris yang semakin akrab.


"Harusnya aku yang di sebelah Kia sekarang, kenapa malah jadi begini sih?" ucap Prasetia dalam hati dengan kesalnya sambil terus membuntuti di belakang Tazkia dan juga Faris.


***********


Seminggu kemudian.

__ADS_1


Sinar mentari di pagi hari masuk ke dalam kamar Tazkia melewati balkon kamar Tazkia yang memang hanya terpisahkan pintu kaca, sehingga cahaya matahari pagi hari selalu bisa menyapanya seperti layaknya hari ini.


Tazkia mengucek matanya perlahan seperti enggan untuk membuka mata dan bangkit. Tazkia mengecek ponselnya sebentar melihat apakah ada notifikasi penting ketika ia tertidur, ia lantas tersenyum disaat menatap layar ponselnya dimana foto dirinya berdua dengan Faris menjadi wallpaper ponselnya. Memang setelah kepulangan mereka dari Desa tanjung tari seminggu yang lalu, Tazkia dan juga Faris resmi jadian, ternyata perkataan Faris yang tertunda waktu itu adalah ingin menyatakan perasaannya kepada Tazkia, dan well mereka berdua jadian sayangnya akhir akhir ini Prasetia seperti berubah, Prasetia tiba tiba menjadi aneh seperti dingin namun tidak juga dingin, Tazkia tahu bahwa Prasetia adalah tipikal seseorang seperti kulkas 2 pintu hanya saja kali ini rasanya lebih lebih dingin kalau diperkirakan mungkin sudah menjadi 5 pintu kali ( Emang ada ya 🤔).


Dan jika kalian penasaran dengan Roman, setelah Roman tertangkap ketika melakukan ritual di hutan waktu itu, Roman langsung di gelandang ke kantor polisi dengan berbagai macam bentuk tuduhan termasuk menghilangkan nyawa beberapa gadis di desa itu, sedangkan Tazkia hanya mengetahui sampai hal itu saja karena Faris dan juga teman temannya terkesan membatasi Tazkia dalam mencari tahu lebih dalam tentang hal itu, mungkin karena mereka menganggap lebih baik Tazkia tidak mengetahuinya saja sekaligus untuk melupakan kejadian buruk yang menimpanya waktu itu.


Ketika Tazkia masih fokus menatapi layar ponsel tiba tiba saja nada dering yang berbunyi dengan keras membuyarkan lamunannya, diusapnya ikon berwarna hijau pada layar ponsel miliknya kemudian Tazkia meletakan ponselnya di telinga.


"Halo Assalamualaikum ma." ucap Tazkia dengan riang gembira ketika mengetahui si penelpon adalah mamanya.


"Wa'alaikumsalam, tumben bahagia banget? ada apa nih?" ucap Arini menggoda anaknya.


"Enggak kok ma, papa kemana ma?" tanya Tazkia mengalihkan pembicaraan.


"Papa ya, biasalah sudah pergi ke kantor tadi, mama benar benar merindukan mu." ucap Arini.


"Maaf ya sayang mungkin lain kali, nanti mama akan coba bujuk papa ya hem." ucap Arini.


Ucapan Arini barusan benar benar sesuai dengan prediksi dari Tazkia, karena ini bahkan sudah bukan yang pertama lagi Tazkia mendapat penolakan dari Arini, sehingga jika kali ini Arini kembali menolak bukankah sudah tidak terlalu menyakitkan bagi Tazkia, meski masih tersisa sedikit namun Tazkia mencoba untuk tetap tersenyum dan tak menghiraukannya.


"Its ok mam, jangan terlalu dipikirkan." ucap Tazkia mencoba menenangkan.


Disaat keduanya sedang asyik berbincang mendadak ponsel Tazkia berdering membuatnya sedikit terkejut.


"Ma aku tutup dulu ya, Sinta nelpon nih." ucap Tazkia.


"Iya nak, jaga kesehatan love you."


"Love you too."

__ADS_1


Setelah telponnya terputus dengan Arini, Tazkia melanjutkan telponnya dengan Sinta.


"Ada apa Sin? tumben ngebet banget telponnya." ucap Tazkia ketika sambungan telponnya sudah terhubung.


"Gawat Ki gawat!"


"Apanya yang gawat? jangan bikin penasaran deh." tanya Tazkia dengan rasa penasaran yang memuncak.


"Roman menghilang dari penjara Ki!" ucap Sinta yang lantas membuat Tazkia terdiam. "Halo Ki? lo masih di sana?" tanya Sinta lagi.


"Iya masih, bagaimana bisa Roman kabur Sin?" tanya Tazkia yang masih tidak percaya.


"Polisi juga tidak tahu apa alasannya, berita ini bahkan sudah viral Ki, semua orang berbondong bondong mengulik cara Roman bisa lolos dari tahanan tanpa merusak apapun yang ada di sana." ucap Sinta.


"Apa jangan jangan..." ucap Tazkia menjeda ucapannya.


"Jangan jangan apa? kalau ngomong jangan setengah setengah napa Ki!" ucap Sinta dengan nada yang kesal.


"Kembali ke masa lalu!" ucap Tazkia.


"Sungguh?"


"Kita bahas di cafe seperti biasa ya, kabari Prasetia dan juga Aditya untuk bergabung juga."


"Oke" ucap Sinta kemudian memutus panggilannya.


"Jangan jangan yang dikatakan Doni waktu itu adalah ini, gawat kalau memang Roman kembali ke masa waktu kematian Doni, jangan bilang kematian Doni ulah Roman?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2