Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Lakukan apa yang membuat mu bahagia ~Teror hantu bisu #9


__ADS_3

"Enggak lihat, bukannya Kia udah keluar dari tadi?" ucapnya kala Prasetia bertanya tentang keberadaan Tazkia padanya.


Mendengar hal itu Prasetia kembali melangkahkan kakinya mencari Tazkia, namun anehnya Tazkia tetap tidak ketemu walau Prasetia sudah menyusuri setiap sudut kampus.


"Di mana sih sebenarnya Kia, kenapa tiba tiba gue jadi khawatir ya?" batin Prasetia dalam hati.


Prasetia kemudian melanjutkan kembali langkahnya mencari Tazkia, sampai kemudian seseorang datang menghampirinya membuat langkah Prasetia terhenti.


"Gue denger barusan lo sedang cari Kia ya?" tanya Fano yang membuat langkah Prasetia terhenti.


"Ya, apa lo tahu di mana Kia?" tanya Prasetia kemudian.


"Tadi terakhir kali gue lihat dia ke rooftop setelah itu gue gak tahu lagi, coba lo cari aja ke sana mungkin Kia masih ada di rooftop." ucap Fano yang di balas anggukan oleh Prasetia.


"Thanks bro" ucap Prasetia kemudian buru buru melenggang pergi dari sana menuju ke rooftop.


**********


Kembali ke rooftop.


Tazkia sedikit bisa bernafas lega kala cengkraman tangan Feby terlepas dari lehernya. Pikiran Tazkia mendadak menjadi blank, apalagi setelah Tazkia mendapat sebuah fakta yang membuat dirinya seakan tak percaya bahwa ternyata bukan Rafi yang membunuh Dona waktu itu.


Uhuk uhuk


"Lo sudah gila ya Feb! apa lo ingin membunuhnya?" teriak Rafi kala berhasil menjauhkan Feby dari Tazkia.


"Diam kamu! gadis itu harus di beri pelajaran agar tidak seenaknya kalau berbicara." ucap Feby tak mau kalah.


"Jangan gila lo! lagi pula apa yang diucapkan Kia adalah sebuah fakta bukan fitnah, jadi hentikan sikap bar bar lo ini." ucap Rafi yang sudah tidak tahan lagi akan sikap Feby yang tidak pernah berpikir panjang terlebih dahulu sebelum bertindak.


Rafi dan Feby lantas terlibat saling adu mulut satu sama lain, dari awal Rafi memang tidak terlalu suka dengan sikap Feby yang kasar dan juga bar bar, sungguh berbanding terbalik dengan Dona yang lemah lembut. Hanya saja karena permintaan ayahnya, Rafi akhirnya memutuskan untuk menerima perjodohan itu walau hatinya sama sekali tak menginginkan Feby.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, sejak awal kedatangan Rafi di sana sosok hantu Dona sudah mengawasi ketiganya. Tazkia yang menyadari akan hal itu kemudian menatap ke arah sosok hantu Dona dan mencoba berkomunikasi dengannya.


"Apa kamu ingin berkomunikasi? kamu bisa menggunakan tubuh ku." ucap Tazkia dalam hati.


Sosok hantu Dona nampak ragu, ia tidak yakin apakah ini akan berhasil apalagi dengan kondisi leher yang patah dan kepala yang hancur ketika meninggal, Dona rasa akan sia sia jika berkomunikasi tapi tidak bisa menggunakan suaranya.


"Kamu bisa menggunakannya, tak perlu khawatir cobalah saja." ucap Tazkia kemudian meyakinkan.


Sosok tersebut kemudian melayang dan menghampiri Tazkia, setelah itu sosok hantu Dona lantas masuk dan bersemayam pada tubuh Tazkia.


"APA KAU MASIH BELUM PUAS DENGAN MEMBUNUH KU!" ucap Tazkia dengan lantang namun suaranya nampak sangat berat dan seakan berubah seperti bukan Tazkia.


Sedangkan Rafi dan juga Feby yang semula bertengkar lantas langsung terdiam dan menoleh ke arah sumber suara.


Tazkia nampak terdiam sambil menunduk, Feby yang melihat hal itu tentu saja semakin geram dan menganggap bahwa Tazkia hanya sedang berakting saja dan mempermainkannya.


Feby kemudian lantas bergegas mendekat ke arah Tazkia berada dan langsung menjambak rambut Tazkia agar menatap ke arahnya.


Di perlakukan seperti itu Tazkia hanya diam saja, sampai kemudian terdengar tawa cekikikan dari Tazkia membuat Feby dengan spontan melepas tangannya dari rambut Tazkia. Entah ini hanya sebuah halusinasi Feby atau apa, tepat setelah mendengar tawa cekikikan Tazkia samar samar Feby seperti melihat wajah Tazkia ada dua dan berganti ganti dengan wajah Dona, hingga membuatnya shock dan jatuh terduduk melihat hal itu.


Rafi yang melihat itu bingung akan ekspresi wajah yang di tunjukkan oleh Feby barusan.


"KAU WANITA EGOIS! KAU BAHKAN MENYINGKIRKAN AKU DAN ANAKKU SEKALIGUS!" ucap Tazkia sambil tersenyum sinis membuat Feby semakin ketakutan di buatnya.


Mendengar hal itu membuat Rafi tidak mengerti apa maksud ucapan Kia barusan.


"Ada apa ini Feb? apa lo menyembunyikan sesuatu dari gue?" tanya Rafi yang penasaran apa maksud semua ini.


"Aku... aku... aku tidak sengaja membunuhnya, aku hanya kesal karena dia berhasil merebut hati mu dan aku tidak suka padanya." ucap Feby kemudian mengaku.


"Apa yang kamu katakan? bukankah Dona meninggal setelah jatuh dari rooftop waktu itu?" tanyanya lagi karena jujur Rafi benar benar tidak mengerti dengan ucapan Feby barusan.

__ADS_1


"..."


"Jawab Feb!" teriak Rafi karena Feby hanya diam seperti enggan untuk menjawabnya.


"Setelah pertengkaran kalian Dona selamat dan bisa naik kembali ke rooftop, tapi... aku tak sengaja mencekiknya hingga mati, karena aku takut ketahuan aku membuatnya seolah olah itu adalah bunuh diri, aku minta maaf." ucap Feby kemudian sambil memegang kaki Rafi.


Rafi yang mendengar hal itu lantas sangat marah dan menendang Feby dari kakinya.


"Lo benar benar gila Feb, andai lo tau gue bahkan hampir gila karena tiap malam memikirkan gue telah membunuh anak gue dan wanita yang gue cinta." ucap Rafi dengan kesal.


"Maaf Raf..."


"Gue gak habis pikir dengan jalan pikiran lo yang sempit itu." ucapnya lagi dengan nada yang kesal tak tahu lagi harus mengatakan apa akan perbuatan Feby kali ini.


"KAMU HARUS BERTANGGUNG JAWAB AKAN APA YANG KAMU PERBUAT, GIGI DI BALAS GIGI, MATI DI BALAS MATI!" ucap Tazkia dengan menatap tajam ke arah Feby.


Feby yang mendengar hal itu tentu saja ketakutan bukan main, perlahan ia mundur dan terus mundur hingga kemudian mengambil langkah seribu dan lari dari sana.


"Dona jangan seperti ini, kamu gak akan bisa naik ke atas jika membunuh manusia. Pergilah dalam damai Don, jangan menaruh dendam." ucap Rafi.


Mendengar hal itu tubuh Tazkia lantas melayang dan mendekat ke arah Rafi kemudian menatapnya sejenak.


"AKU SUDAH TERLANJUR TERTAHAN DI DUNIA INI RAF, APA YANG SUDAH FEBY TANAM IA HARUS MENUAINYA JUGA. JIKA AKU TIDAK BISA NAIK MAKA BIAR FEBY JUGA MERASAKAN APA YANG AKU RASAKAN!" ucap Tazkia.


Tepat setelah mengatakan hal itu tubuh Tazkia langsung jatuh dan pingsan, sedangkan sosok hantu Dona yang bersemayam di tubuhnya perlahan keluar dan melesat mengejar Feby yang sudah melarikan diri dari sana.


Rafi menangkap tubuh Tazkia yang pingsan namun tatapannya mengikuti arah melesatnya sosok hantu Dona itu, perasaan bersalah karena mengira ia penyebab kematian Dona perlahan mulai membaik setelah mengetahui fakta bahwa ia bukanlah penyebab dari meninggalnya Dona.


"Lakukan apapun yang membuat mu bahagia Don." ucap Rafi kemudian.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2