
Di sebuah pondok yang terletak di tengah tengah hutan terlihat beberapa orang berkumpul di sana. Suasana malam itu begitu dingin dan mencekam, lolongan anjing liar mulai terdengar saling bersahutan, Roman bangkit dari kursinya berjalan mendekat ke arah kerumunan orang orang yang sedang berkumpul itu.
" Esok adalah bulan purnama! dan untuk pertama kalinya aku akan menggabungkan kekuatan mistis dengan kekuatan modern yang akan mengubah dunia." ucapnya setengah berteriak. " Bersorak lah untuk kehidupan dunia yang baru!" imbuhnya.
Hidup guru!
Teriakan itu menggema terdengar memenuhi pondokan tersebut membuat Roman lantas mengulas senyuman iblisnya karena berhasil membuat sekte ini semakin berkembang.
Doni yang juga berada di kerumunan itu lantas menghela nafasnya dengan panjang berkali kali, Doni sungguh ingin keluar dari perkumpulan sekte ini namun ia benar benar tidak bisa karena Aldo merupakan bagian dari mereka.
" Aku benar benar tidak bisa, ini sudah terlalu menyimpang." ucap Doni dalam hati.
Di tengah kebimbangan yang melanda hatinya tanpa ia sadari Roman berjalan mendekat ke arahnya dan juga Aldo berada. Roman menepuk bahu Aldo pelan lalu membisikkan sesuatu di telinga Aldo namun masih bisa terdengar oleh Doni.
" Bawa gadis itu esok malam, kita akan mulai ritualnya!" ucap Roman kemudian melangkah pergi meninggalkan keduanya.
Setelah kepergian Roman, Aldo langsung menoleh ke arah Doni dan menatapnya dengan tajam.
" Jangan sampai kau mengacaukan segalanya Don!" ancam Aldo yang membuat Doni langsung terdiam tidak bisa berkata kata lagi.
*****
Keesokan paginya Doni nampak duduk termenung di dapur memikirkan apa saja yang bisa terjadi nanti malam. Doni benar benar gelisah ia tahu ini salah namun ia juga tidak bisa menghentikan Aldo begitu saja.
" Arg benar benar mengesalkan! harus bagaimana ini?" ucap Doni dengan frustasi sambil menjambak rambutnya dengan kesal.
__ADS_1
Tazkia yang kala itu hendak mengambil minum lantas cukup di buat terkejut dengan kehadiran Doni di sana namun dengan wajah yang uring uringan. Tazkia yang penasaran lantas mulai mendekat ke arah Doni kemudian menepuknya dengan pelan, Doni yang memang sedang melamun lantas cukup terkejut dengan tepukan Tazkia hingga menyadarkannya dari lamunan.
" Lo baik baik aja Don? kok kayak gelisah begitu?" tanya Tazkia sambil mengambil kursi plastik dan duduk di sebelah Doni.
Mendapat pertanyaan tersebut awalnya Doni hanya diam, ia seperti bimbang antara mengatakannya atau diam saja dan membiarkan segalanya terjadi begitu saja.
" Kalau tidak mau cerita juga tak apa santai saja." ucap Tazkia kemudian, karena ia yakin ini masalah yang berat bagi Doni.
Karena Doni hanya diam saja Tazkia merasa kehadirannya mungkin mengganggunya, Tazkia lantas bangkit berdiri dan hendak melangkah pergi dari sana, namun sebelum Tazkia berhasil pergi tangan Doni berhasil mencekal Tazkia agar tidak pergi dari sana.
" Gue sedang bingung ki, jika gue cerita maka keadaan akan menjadi kacau namun jika gue tidak cerita mungkin malapetaka akan datang sebentar lagi, lalu mana yang harus gue pilih ki? keduanya benat benar pilihan yang sulit." ucap Doni dengan nada lirih, dari suaranya ia benar benar terlihat tengah putus asa saat ini.
Tazkia menatap ke arah Doni berusaha untuk melihat situasi, disaat perlahan Tazkia menyentuh tangan Doni untuk memberinya ketenangan, bukan mendapat sebuah jawaban untuk masalah Doni ia malah mendapat sebuah penglihatan yang membuatnya langsung terkejut seketika dengan apa yang baru saja ia lihat.
Dalam penglihatannya, suasana yang terjadi saat itu adalah malam hari, terdapat banyak orang berkumpul dengan menggunakan jubah hitam di sana, Tazkia kebingungan melihat banyak orang di sana sampai pandangannya terhenti kala melihat sosok Doni dan juga Aldo di sana, belum habis rasa keterkejutannya dalam jarak pandang yang dekat Tazkia melihat dirinya sendiri tengah berada di gendongan Aldo yang mengangkatnya layaknya sebuah karung beras menuju ke suatu tempat yang Tazkia sendiri tidak tahu itu di mana.
Tazkia terus mengikuti iring iringan itu hingga kemudian ia sampai di sebuah tempat seperti di dalam hutan, tepatnya di depan sebuah gua yang terletak antara bukit bukit yang tinggi serta batang batang pohon besar yang berjajar di sana, perlahan tubuh Tazkia di letakkan di sebuah batu besar yang di kelilingi banyak orang. Tazkia yang melihat hal itu tentu saja ketar ketir ia takut namun juga penasaran akan apa yang terjadi selanjutnya padanya.
Ketika Tazkia ingin mengetahui kejadian selanjutnya, tiba tiba tubuhnya tertarik dan langsung tersadar dari penglihatan yang tiba tiba tersebut. Deru nafas yang memburu terdengar dari arah Tazkia, keringat dingin mulai bercucuran di dahi Tazkia, Doni yang melihat hal itu tentu saja terkejut dan juga bingung, ia kemudian lantas menggoyang goyangkan perlahan tubuh Tazkia agar membuatnya tersadar. Tazkia yang sudah mulai bisa mengontrol dirinya lantas perlahan bangkit dan menepis tangan Doni dari tubuhnya.
" Ada apa ki?" tanya Doni dengan bingung.
" Apa yang akan lo dan Aldo lakukan padaku? apa kalian akan menumbalkan ku?" ucap Tazkia sambil menatap tajam ke arah Doni.
Doni yang mendengar hal itu tentu saja terkejut bukan kepalang, ia bahkan belum bercerita namun Tazkia sudah berhasil menebaknya tanpa perlu menunggu Doni untuk merangkai kata kata terlebih dahulu.
__ADS_1
" Aku bisa jelaskan ki!"
" Apa yang akan lo jelaskan? rencana lo? sekte itu? atau gue yang mau ditumbalkan?" ucap Tazkia dengan nada yang sinis.
" Gue sungguh tidak bermaksud ki! gue juga tidak ingin ini terjadi, namun tidak ada yang bisa gue perbuat untuk menghentikannya!" ucapnya dengan frustasi.
Tazkia menatap ke arah Doni dengan tatapan iba, ia seperti merasakan apa yang tengah Doni rasakan, namun Tazkia juga tidak bisa hanya pasrah menerima kejadian yang akan menimpanya begitu saja kali ini.
" Lalu jika lo tidak bisa menghentikannya, apa lo akan menyerahkan gue begitu saja ha?" ucap Tazkia dengan kesal.
" Gue juga sedang mencari solusinya, lo pikir gue menginginkan hal itu? tentu saja tidak." ucapnya lagi.
Keduanya kemudian lantas terdiam dengan pikiran masing masing, tidak ada lagi kata kata yang keluar dari mulut mereka, hanya saling tatap antara satu sama lain sambil menyelami pikiran mereka masing masing.
" We ada apa nih? apa kalian sedang beradu plototan?" ucap Aditya yang langsung nimbrung kala melihat Tazkia dan Doni hanya diam dengan saling pandang sedari tadi.
Bersambung
Terima kasih banyak untuk yang masih setia mengikuti kisah Tazkia dan kawan kawan.
Dalam penghujung ramadhan kali ini, di mana gema takbir mulai berkumandang author ingin mengucapkan :
Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim, minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan batin.
"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H."
__ADS_1
...🙏😊🙏...