Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Menjadi pusat perhatian


__ADS_3

Ketika keduanya saling bersentuhan Tazkia lantas mendapat sebuah penglihatan. Dalam penglihatannya Tazkia seperti dibawa ke sebuah mansion besar dengan Tania yang sedang melangkah bergegas memasuki mansion tersebut dengan wajah yang bersinar. Tania terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion, namun ketika Tania sampai di ruang tengah betapa terkejutnya Tania disaat melihat seorang wanita paruh baya sudah tergeletak dengan bersimbah darah di lantai dekat tangga, sedangkan di sebelahnya terdapat seorang laki laki yang bersimpuh dengan menatap kebingungan ke arah wanita tersebut.


" Apa yang sedang terjadi om?" tanya Tania pada pria yang tengah bersimpuh itu.


Pria itu lantas tersentak kaget saat mendengar suara Tania.


" Tania! om om benar benar tidak sengaja Tania sungguh om benar benar tidak sengaja." ucap pria itu dengan gelagapan sambil berusaha menjelaskan semuanya.


Tania yang merasa curiga ada yang tidak beres, kemudian lantas mengambil sapu tangannya dan langsung mendekat ke arah pria tersebut kemudian mengelap noda darah yang ada di tangan laki laki itu. Awalnya pria tersebut cukup kaget karena Tania sama sekali tidak terkejut dan malah langsung membersihkan noda darah di tangannya, yang lantas membuat tanda tanya besar di benak pria tersebut tentang maksud dan tujuan Tania sebenarnya.


" Om tenanglah kita buat seolah olah ini adalah perampokan, om cukup ikuti saja rencana Tania dan menutup mulut rapat rapat tentang apa yang tejadi hari ini." ucap Tania dengan santai seakan ia sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini.


Setelah melihat hal tersebut Tazkia lantas langsung kembali tertarik dan detik berikutnya tersadar, namun lagi lagi dengan deru nafas yang memburu serta jantung yang berdetak kencang.


" Apa aku keterlaluan? kenapa wajahnya jadi pucat sekali? bukankah aku tidak melakukan apa apa?" ucap Tania dalam hati yang kebingungan melihat ekspresi Tazkia.


Sementara itu Faris yang hendak mengunjungi kamar Tazkia untuk penjadwalan ulang sesi terapi, lantas terhenti karena melihat Tazkia dan juga Tania tengah bersama.


Faris kemudian lantas setengah berlari menghampiri keduanya karena merasa khawatir melihat wajah Tazkia yang nampak pucat serta kesulitan bernapas.


" Apa yang kamu lakukan?" teriak Faris yang lantas mengejutkan Tania.


Mendengar hal itu Tania langsung perlahan mundur dan melepas genggaman tangannya.


" Aku ... aku tidak melakukan apa apa sungguh." ucap Tania yang di balas tatapan tajam oleh Faris.

__ADS_1


" Kia apa kamu baik baik saja, di mana yang terasa tidak enak?" ucap Faris sambil memeriksa keadaan Tazkia.


Tazkia yang mendengar hal itu lantas hanya mengangkat tangannya seakan akan memberikan isyarat kepada Faris untuk memberinya waktu agar bisa memulihkan keadaannya.


" Sepertinya melihat kehidupan seseorang sungguh menyerap energi ku, aku selalu saja seperti ini setelah mendapat penglihatan." ucap Tazkia dalam hati sambil terus mengatur nafasnya agar kembali teratur.


" Baiklah pelan pelan saja atur nafas mu secara perlahan, ambil dan hembuskan secara perlahan, pelan pelan saja oke, jangan terlalu tegang rileks." ucap Faris yang langsung menuntun Tazkia agar bisa kembali normal.


Setelah beberapa menit kemudian perlahan lahan Tazkia sudah mulai bisa mengatur ritmenya.


" Apa kamu sudah baik baik saja?" tanya Faris yang di balas anggukan oleh Tazkia.


Melihat hal itu Faris lantas bernafas lega, Faris kemudian bangkit berdiri lalu menatap ke arah Tania dengan tatapan tajam, seakan marah atas apa yang tengah di lakukan Tania kepada Tazkia.


" Sebenarnya apa yang kamu lakukan? apa kah kata kataku tadi kurang jelas untuk mu?" ucap Faris dengan nada sedikit meninggi.


" Lalu apa ini? kau pikir aku buta ha? bukankah kau terlalu keterlaluan?" ucap Faris lagi dengan nada yang kesal.


Tania yang tadinya kebingungan menjawab tuduhan dari Faris, lantas naik pitam karena Faris sedari tadi hanya menyudutkannya tanpa mendengarnya terlebih dahulu penjelasan dari sudut pandangnya.


" Ris aku ini pacar mu loh, sedangkan dia hanya seorang pasien mu di rumah sakit, apa begini kamu memperlakukan ku? kamu bilang berlebihan? bukankah kamu yang berlebihan? dia bukan siapa siapa ris!" ucap Tania dengan nada yang kesal dan setengah berteriak.


Mendengar hal itu baik Tazkia maupun Faris juga lantas terkejut mendengarnya. Sekilas Faris lantas menatap ke arah Tazkia dan melihat reaksi gadis tersebut.


" Pacar?" ucap Tazkia dalam hati yang juga baru mengetahui fakta tersebut.

__ADS_1


Prasetia yang kembali setelah menelpon tadi, lantas terkejut dengan pemandangan yang terjadi di hadapannya, apalagi saat ini ketiganya sudah menjadi pusat perhatian orang orang sekitar sejak tadi.


" Ada apa ini? bukankah aku hanya pergi sebentar untuk mengangkat telpon?" ucap Prasetia dalam hati sambil melangkah mendekat ke arah ketiganya.


" Ada apa ini? jika kalian ingin bertengkar sebaiknya kalian lanjutkan di tempat lain, apa kalian tidak lihat bahwa saat ini kalian sudah jadi pusat perhatian?" ucap Prasetia sambil menatap Tania dan juga Faris secara bergantian.


Faris yang tersadar setelah mendengar ucapan Prasetia lantas langsung memandang sekitar dan ia baru menyadari bahwa ia sedari tadi sudah menjadi pusat perhatian orang orang sekitar yang tengah berlalu lalang.


" Aku terlalu terbawa emosi rupanya." ucap Faris dalam hati.


Faris kemudian lantas mendekat ke arah Tazkia ingin mengantarnya kembali ke kamar inapnya, namun gagal karena Prasetia mencegahnya.


" Tidak perlu repot repot mengantar Kia, biar saya saja, lebih baik anda mengurusi pacar anda." ucap Prasetia kemudian mengambil alih kursi roda Tazkia.


Faris yang mendengar hal itu hanya bisa diam dan melihat kepergian keduanya dari taman hingga menghilang dari pandangannya.


Setelah kepergian keduanya Faris ikut pergi dan meninggalkan Tania seorang diri.


" Faris tunggu!" ucap Tania setengah berteriak menyusul Faris. " Faris kubilang tunggu!" sambung Tania lagi, kali ini dengan nada lebih tinggi yang langsung membuat Faris mau tidak mau menghentikan langkahnya agar tidak menarik semakin banyak perhatian orang orang sekitar.


" Harus dengan cara apa lagi aku mengatakan padamu? apa kau masih belum cukup memancing perhatian orang orang? aku mohon padamu kali ini saja diam lah dan jangan mengucapkan kata apapun." ucap Faris sambil menahan emosinya.


" Tapi ris ini hari jadi kita, kita harusnya pergi jalan jalan dan menikmati hari jadi kita." ucap Tania dengan nada merengek.


" Stop it! hentikan rengekan mu itu karena aku benar benar muak mendengarnya." ucap Faris dengan kesal kemudian melangkah pergi." Dan satu hal lagi jangan ikuti aku!" tambah Faris kemudian melanjutkan langkahnya kembali.

__ADS_1


" Ini semua gara gara gadis sialan itu! lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu." ucap Tania dengan nada kesal sambil menghentakkan kakinya beberapa kali.


Bersambung


__ADS_2