Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Kau tidak akan bisa lari dariku ~ Desa tanjung tari #18


__ADS_3

Ketika Tazkia baru berlari sampai ujung kelompok tersebut tiba tiba saja obor kembali menyala, Tazkia yang kebingungan lantas langsung melompat masuk ke dalam semak semak untuk bersembunyi.


" Ah sial!" ucap Tazkia dalam hati.


Setelah obor menyala suasana mendadak menjadi hening dan terdengar suara teriakan penuh amarah yang berasal dari Roman.


" Kemana gadis itu?" teriak Roman yang lantas membuat semua orang langsung menatap ke arah batu besar.


Suara ricuh mulai terdengar dari sekelompok orang yang terus bertanya tanya di mana keberadaan Tazkia yang mendadak menghilang, sedangkan Tazkia sebisa mungkin bersembunyi tanpa mengeluarkan suara apapun agar Roman tidak mengetahuinya.


Di saat semua orang tengah di landa kebingungan tiba tiba saja Roman melesat dan langsung mencekik Doni yang juga terdiam sambil pura pura kebingungan.


" Dimana gadis itu!" ucap Roman sambil mencekik Doni.


Doni yang mendapat serangan yang mendadak tentu saja gelagapan dan juga terkejut menerima serangan itu.


" A ...pa ya ...ng guru kat... akan?" ucap Doni dengan tersendat karena tercekik.


" Guru ada apa ini?" tanya Aldo yang juga terkejut akan tindakan gurunya.


" Diam kau Al! apa kau tidak tahu kalau dia mengkhianati kita!" ucap Roman dengan senyum menyeringai ke arah Aldo kemudian menatap Doni.


" Itu tidak mungkin!" ucap Aldo yang tak percaya bahwa Doni benar benar melakukannya.


Tazkia yang melihat semua itu tentu saja tidak tega terhadap Doni, Tazkia benar benar di landa kebingungan ia ingin sekali menolong Doni namun jika ia ke sana sama saja dengan bunuh diri.

__ADS_1


" Apa yang harus gue lakukan? haruskah gue kembali ke masa lalu dan menyelamatkan Doni terlebih dahulu?" ucap Tazkia lirih sambil mengeluarkan liontin itu dari lehernya.


Tazkia yang di landa kebimbangan lantas sedikit terkejut kala Roman melempar Doni ke tanah cukup keras yang menimbulkan suara rintihan yang berasal dari Doni, mendengar hal itu tanpa sengaja karena terkejut Tazkia menekan cukup lama benda kecil yang terletak di ujung liontin, Tazkia yang menyadari perbuatannya lantas langsung terdiam kemudian menutup mata karena ia bahkan tidak tahu apa akibat yang timbul dari perbuatan cerobohnya barusan.


Cukup lama Tazkia menutup mata namun tak kunjung ada yang terjadi sampai kemudian ia membuka matanya perlahan dan di buat terkejut karena daun yang terbang di depannya tampak melayang seperti tengah terhenti.


" Apa jangan jangan!" ucap Tazkia dalam hati yang mengenali keadaan seperti ini karena seringnya menonton drama korea tentang waktu dan sejenisnya.


Untuk memastikan tebakannya benar atau salah Tazkia mengintip ke arah gerombolan tersebut dan benar saja semua orang tampak mematung, waktu benar benar terhenti seperti dugaan Tazkia. Tazkia yang melihat hal itu tentu saja tidak ingin menyianyiakan waktu, ia lantas bangkit dan berlari menuju ke arah Doni kemudian menolongnya.


Namun Tazkia melupakan satu hal penting, jika semuanya terhenti tentu saja Doni juga ikut terhenti, dan jadilah kini Tazkia harus menyeret tubuh Doni yang kaku karena Tazkia tentu saja tidak kuat jika harus menggendong Doni. Tazkia berusaha sekuat tenaga menyeret Doni untuk menjauh dari kelompok tersebut sedikit demi sedikit.


Di saat Tazkia hampir sampai separuh jalan dan tinggal sedikit lagi keluar dari kerumunan, mendadak tubuh bagian belakangnya seperti menabrak sesuatu yang membuat Tazkia berdecak kesal.


" Apa kau membutuhkan bantuan?"


" Sial! kenapa itu tidak mempan kepadanya?" ucap Tazkia dalam hati.


Tazkia yang faham dengan suara itu langsung hendak melarikan diri sambil menyeret kembali tubuh Doni, namun sebelum Tazkia berhasil melakukannya Roman sudah berhasil menjambak rambut Tazkia dan menghentikan tindakan Tazkia, tepat disaat jambakan itu mengenai rambut Tazkia waktu kembali berdetak dan berputar kembali, sekelompok orang orang tersebut nampak kembali beraktifitas seperti semula namun sedikit terkejut karena posisi Doni dan Roman berubah di tambah lagi dengan gadis itu yang sudah ada di samping Roman. Sedangkan Doni yang tiba tiba saja berada di tempat yang berbeda tentu saja terkejut apalagi ketika melihat Tazkia yang sudah berada di sana.


" Lepaskan!" teriak Tazkia meronta ronta meminta untuk di lepaskan.


" Melepaskan mu? tidak akan mungkin!" ucap Roman sambil menyeret Tazkia agar mengikutinya.


Tazkia yang di seret tentu saja tidak diam begitu saja ia terus meronta dan memaksa untuk di lepaskan, hingga Roman yang menyeretnya menjadi kesal akan kelakuan Tazkia kemudian menamparnya cukup keras membuat Tazkia langsung tersungkur ke tanah.

__ADS_1


Doni dan juga Aldo yang melihat hal tersebut hanya bisa diam meski mereka ingin menolong tapi tentu saja mereka berdua tidak bisa berbuat apa apa.


" Harusnya Kia hanya cukup diam dan membiarkan energinya diserap, bukankah hanya energi saja, kenapa sampai bersikap segitunya sih." ucap Aldo dalam hati yang menyaksikan hal tersebut.


" Harusnya kamu lari yang jauh ki, untuk apa kamu kembali lagi." ucap Doni dalam hati yang tanpa sadar ucapannya di dengar oleh Tazkia karena seringnya keduanya melakukan telepati.


" Tentu saja aku tidak bisa membiarkan mu di perlakukan seperti tadi Don, kau kira aku bisa egois ketika melihat seorang teman kesulitan?" jawab Tazkia dalam telepati yang tentu saja hanya bisa di dengar oleh Doni seorang.


Doni yang mendengar hal itu tentu saja terkejut karena ia tidak menyangka Tazkia masih menganggapnya sebagai seorang teman setelah apa yang dilakukan Aldo adalah termasuk rencana juga dari awal.


" Ada apa dengan ekspresi mu itu Don?" tanya Aldo yang menyadari perubahan ekspresi Doni sambil menatap ke arah Tazkia.


" Lupakanlah!" ucap Doni dengan singkat.


" Kau kira bisa lolos begitu saja dari ku ha? jangan bermimpi!" ucap Roman sambil menggenggam erat rahang pipi Tazkia dengan kasar.


Tazkia menatap tajam ke arah Roman ia sangat kesal dan ingin memberontak tapi tenaganya tentu saja 1000 kali lipat kalah di bandingkan dengan Roman yang seorang laki laki dewasa dan gagah, di tambah lagi dengan pengikut Roman yang siap membantunya kapan saja hanya tinggal menunggu perintah dari Roman.


" Aku benar benar terpojok!" ucap Tazkia dalam hati yang tidak bisa berkutik lagi.


Tidak ada yang bisa Tazkia lakukan selain pasrah dan menerima segala perilaku Roman kepadanya, disaat rasa pasrah datang menghinggapinya, dari arah belakang terdengar suara teriakan seseorang yang sangat dikenalinya dengan suara riuh gemuruh seperti sekelompok orang yang datang beramai ramai mendekat ke arahnya.


" Lepaskan gadis itu man! ini sidah kelewatan." teriak suara tersebut yang ternyata adalah mbah Harjo.


Roman yang mendengar suara itu lantas mulai menatap ke arah sumber suara namun tidak langsung melepaskan Tazkia begitu saja.

__ADS_1


" Abah!"


Bersambung


__ADS_2