
"Dasar gue kira dengar apaan..." sindir Aditya.
"Gue ke kamar mandi dulu ya kebelet nih..." ucap Tazkia kemudian dengan langkah terburu buru yang di balas ketiganya dengan anggukan.
Tazkia kemudian lantas melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi, ketika sampai di sana dibasuhnya wajah Tazkia berkali kali kemudian menatap ke arah cermin.
"Itu hanya perasaan mu saja Ki tak perlu khawatir." ucap Tazkia mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Setelah Tazkia merasa cukup tenang, ia kemudian mengambil beberapa lembar tisu dan mulai mengelap wajahnya.
Srek....
Sebuah suara seperti seseorang tengah menggeret sesuatu mengejutkan Tazkia yang sedang mengeringkan wajahnya. Tazkia lantas menatap ke arah sekeliling dengan tatapan yang tidak bisa terbaca karena dirinya mengira bahwa ini adalah ulah dari Icha yang sering sekali menggodanya ketika berada di rumah.
"Icha... gak lucu deh ayo keluar." ucap Tazkia dengan nada yang terdengar sinis.
Satu menit...
Dua menit...
Tiga menit...
Sama sekali tidak ada tanda tanda Icha akan muncul di sana, membuat Tazkia lantas mengerutkan keningnya dengan bingung ketika melihat Icha tak kunjung muncul juga di hadapannya.
"Jika bukan Icha lalu siapa?" ucapnya dalam hati bertanya tanya suara apa barusan.
Tazkia yang tak mau mengambil pusing lantas kembali melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi. Hanya saja lagi dan lagi tawa cekikikan seperti anak kecil kembali terdengar di telinga Tazkia membuat langkah kakinya lantas terhenti seketika.
"Sepertinya ini bukan sekedar halusinasi ku saja." ucapnya kemudian sambil mempercepat langkahnya karena merasakan sesuatu energi yang berbeda di sekitar sini.
Tazkia terus melangkahkan kakinya perlahan menuju ke arah ruang tengah, jika mengikuti aura yang ia rasakan Tazkia yakin sumbernya seperti mengarah ke ruang tengah, membuat Tazkia lantas penasaran akan aura tersebut dan melangkah menuju ke sana.
__ADS_1
Semakin Tazkia melangkahkan kakinya mendekat samar sama tawa cekikikan tersebut kembali terdengar membuat Tazkia semakin yakin bahwa ada sesuatu di ruang tengah, hingga kemudian....
"Icha!" pekiknya cukup keras membuat Icha lantas langsung menoleh ke arahnya karena terkejut akan teriakan Tazkia (memang hantu bisa kaget ya🤔).
Icha yang mengetahui kedatangan Tazkia lantas langsung bangkit kemudian melayang mendekat ke arah Tazkia dengan senyum menyeringai, namun sayangnya wajah Icha yang mengerikan tidak lagi terlihat mengerikan bagi Tazkia yang setiap harinya menerima keusilan dari Icha. Ya kalian tahulah layaknya Flying dutchman yang tak lagi terlihat menyeramkan bagi Spongebob karena terlalu seringnya menjahili Spongebob, maka itulah yang kini tengah di rasakan oleh Tazkia.
"Ngapain lo di situ?" tanya Tazkia dengan kesal karena bukan sosok lain yang ia temukan di sana malah Icha.
Aku hanya sedang bermain
"Jangan bermain sembarangan di rumah orang Ca itu tidak sopan! bagaimana kalau tiba tiba Sinta merasakan kehadiran mu di sini? pasti akan membuatnya ketakutan nantinya." ucap Tazkia memperingatkan Icha karena takutnya Sinta yang belum mengenal Icha, malah mengira mendapat kiriman dari seseorang atau menganggap bahwa apartment miliknya berhantu.
Maaf
Sedangkan Tazkia yang kecewa karena malah menemukan Icha dan bukan sosok lain di sana, lantas berbalik badan dan berlalu pergi kembali menuju ke arah meja makan di mana teman temannya sedang berkumpul.
"Dasar Icha, gak pernah gitu sehari aja gak iseng? bikin bete deh..." gerutu Tazkia sambil meneruskan langkah kakinya dengan terus mengomel akan kelakuan Icha.
Kamu harus jadi anak baik agar orang orang menyukai mu, ingat itu...
Ucap Icha seakan menasehati sosok hantu anak kecil tersebut yang tentu saja hanya di balas anggukan singkat oleh sosok anak kecil tersebut layaknya anak kecil pada umumnya.
Ayo kita bermain....
*****
Malam harinya
Hampir seharian penuh Tazkia, Aditya dan juga Prasetia menghabiskan waktu di apartment milik Sinta, benar benar menyenangkan membuat ketiganya merasa seakan enggan sekali untuk pulang dan ingin terus menghabiskan waktu bersama sepanjang hari. Yah kalian tahulah sifat darah muda seperti apa?
"Kita pulang dulu ya Sin" ucap Prasetia berpamitan ketika sudah berada di ambang pintu apartment milik Sinta.
__ADS_1
"Kenapa harus pulang? menginap lah di sini ya ya ya?" ucap Sinta dengan nada yang membujuk, entah mengapa setelah tawa cekikikan itu tiba tiba saja terdengar, membuat Sinta sedikit parno untuk berada sendirian di apartment miliknya.
"Mungkin lain kali Sin, kami bahkan tidak membawa persiapan apapun untuk ke sini selain makanan tadi." ucap Tazkia menanggapi permintaan Sinta itu.
"Betul, lagi pula ada tugas dari dosen yang belum gue kerjakan dan tertinggal di apartment gue, pasti akan ribet jika harus bolak balik hanya untuk mengambil tugas itu." ucap Aditya yang juga menolak secara halus permintaan Sinta.
"Baiklah kalau begitu." ucap Sinta pada akhirnya namun dengan nada yang sendu pada setiap kata katanya.
"Jaga diri baik baik, kita pergi dulu..." ucap Tazkia kemudian sambil melambaikan tangan dan berlalu pergi dari sana diikuti Aditya dan juga Prasetia di belakangnya.
Sinta menatap kepergian ketiganya dengan perasaan yang ragu, hingga ketiganya menghilang dari pandangannya barulah Sinta melangkah masuk kembali ke apartemennya. Perasaan tidak enak tiba tiba mulai menyerang dirinya, meski Sinta tidak memiliki kemampuan melihat sosok makhluk astral seperti yang di miliki oleh Tazkia, tapi tetap saja mendadak Sinta merasakan hawa aneh yang menyelimuti apartemennya, semacam membuat buku kuduk berdiri namun Sinta tidak bisa mengetahui dengan pasti apa alasannya.
"Mungkin hanya difirasat ku saja, aku bahkan sudah tinggal di sini hampir dua tahun dan aman aman aja kok." ucapnya sambil mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Dengan perasaan yang yakin bahwa semuanya akan baik baik saja Sinta lantas melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur, mungkin segelas coklat hangat bisa menenangkan pikirannya.
**
Setelah sampai di dapur perlahan tapi pasti Sinta mulai meracik kemudian mengaduk coklat panas miliknya.
Kak ayo main hihihi
Secara mendadak Sinta tiba tiba mendengar ajakan tersebut terdengar jelas di telinganya walau suara itu sangat lirih, membuat Sinta yang tadinya sedang fokus mengaduk coklat panas miliknya, lantas langsung terdiam seketika dan berbalik badan mencoba mencari tahu suara siapa barusan.
"Suara siapa itu?" tanya Sinta kemudian sambil menatap sekeliling mencari sumber suara.
Melihat tidak ada siapapun di sana membuat bulu kuduk Sinta kembali meremang. Sinta yakin ini bukan hanya sekedar halusinasinya saja.
"Ini benar benar sudah tidak beres." ucap Sinta kemudian melenggang pergi menuju kamarnya sambil membawa secangkir coklat panas di tangannya.
Bersambung
__ADS_1