Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Belajar dari kesalahan ~ Teror hantu bisu end


__ADS_3

"Apa yang sebenarnya terjadi Ki?" tanya Prasetia kemudian karena sejujurnya ia sudah di buat penasaran sejak dirinya berada di rooftop tadi, terlebih lagi kala melihat ekspresi Rafi benar benar membuat Prasetia bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi.


"Bukan Rafi yang menyebabkan Dona meninggal." ucap Tazkia kemudian yang tentu saja membuat ketiganya terkejut kala mendengarnya langsung.


"Lalu? bagaimana bisa Dona jatuh dari atap gedung?" tanya Aditya penasaran.


"Dona berhasil selamat kala pertengkaran dengan Rafi terjadi, namun sayangnya Rafi tidak mengetahui hal itu. Tepat setelah Rafi turun karena perasaan takut dan anggapan telah membunuh Dona tanpa di duga Feby datang, kemudian terjadilah percekcokan yang cukup sengit antara keduanya, Feby tidak suka kala melihat kedekatan Rafi dan juga Dona, apalagi di tambah dengan berita kehamilan Dona membuat Feby gelap mata dan tanpa sengaja membunuh Dona dengan cara mencekiknya ." jelas Tazkia.


"Jangan bilang bekas cekikan yang tertinggal di leher Dona adalah perbuatan Feby?" ucap Aditya kemudian yang baru teringat dengan bekas luka itu.


"Iyap" jawab Tazkia.


"Wah gila tuh si Feby, pantes aja dia di kejar kejar sosok Dona dan berujung tewas, orang semua itu hasil dari apa yang ia tanam sendiri." ucap Sinta seakan mengiyakan tindakan sosok hantu Dona kala menuntut balas kepada Feby.


"Hus Sin, jangan gitu nanti kalau ada yang denger bakal jadi masala dan muncul spekulasi." ucap Prasetia mengingatkan.


"Ya maaf kalau gitu." ucap Sinta namun dengan nada yang tidak ikhlas.


"Syukurlah, berarti ini gak ada hubungannya sama bokapnya Rafi kan Ki?" tanya Aditya kemudian yang lantas membuat ketiganya langsung menatap ke arah Aditya dengan bingung.


"Memangnya ada apa Dit?" tanya Tazkia dengan penasaran begitu juga Sinta dan Prasetia.


"Gue ngeri sama bapaknya woi!" ucap Aditya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Sue banget lo, gue kira ada apaan." ucap Sinta dengan kesal kala mendengar ucapan Aditya barusan, sedangkan Tazkia hanya menggeleng gelengkan kepalanya karena ucapan Aditya barusan.


"Sudahlah itu gak penting, yang terpenting sekarang semua masalah sudah selesai dan satu hal lagi khusus untuk lo Kia, jangan selalu bertindak gegabah seperti itu lagi karena bisa membahayakan diri lo." ucap Prasetia sambil menatap tajam ke arah Tazkia.


"Iya maaf kalau gue bikin kalian khawatir." ucap Tazkia tersenyum garing.

__ADS_1


"Kita siap memberikan bantuan kapan pun Ki, jadi jangan merasa sendiri oke." imbuh Sinta dengan senyum yang mengembang.


"Uh jadi gemes, sini peluk..." ucap Tazkia sambil membuka lebar tangannya ingin menjangkau ketiganya sekaligus.


Melihat hal itu baik Sinta dan juga Prasetia langsung merapat ke arah Tazkia seakan menyambut pelukan dari Tazkia.


"Apaan sih lo Ki!" ucap Aditya namun sambil tetap condong dan mendekat ke arah Tazkia agar dapat dengan mudah berpelukan bersama.


"Dasar lo!" ucap Tazkia sambil tersenyum kala melihat tingkah Aditya yang malu malu kucing.


*************


Seminggu kemudian


Waktu berjalan dengan cepat, setelah kematian Feby beberapa hari yang lalu, kondisi kampus kembali tenang dan damai, ya meski mungkin terkadang masih terdengar suara tangisan dari arah tangga darurat menuju rooftop namun hanya samar dan tidak terlalu mengganggu, untuk selebihnya hanya itu dan tidak terlalu parah seperti kejadian teror sosok hantu Dona yang muncul kala itu.


Tazkia pada akhirnya bisa sedikit bernafas dengan lega karena keadaan kembali seperti semula tenang dan damai.


Panggil Icha yang tentu saja membuat Tazkia terkejut kemudian langsung menarik kata tenang dan damai, karena semenjak kedatangan Icha semua tampak berubah dan berbeda, Icha benar benar merupakan sosok hantu yang lain dari pada yang lain, bahkan Tazkia baru kali ini berjumpa dengan sosok hantu yang cerewet serta hiperaktif seperti Icha.


"Ada apa?" jawab Tazkia dengan malas.


"Kapan kamu akan bertemu dengan cogan pacar kamu itu? aku merindukannya."


"Jangan berharap! karena aku tidak sudi membaginya dengan mu!" ucap Tazkia dengan kesal akan ucapan Icha barusan, terkadang Tazkia bahkan bertanya tanya tentang haruskah ia bersyukur atau malah tersungkur, karena pesona akan ketampanan Faris tidak hanya dirasakan oleh manusia saja melainkan sosok hantu pun juga ikut mengidolakannya.


"Ye pelit amat kamu Ki"


"Bodoh amat" ucap Tazkia sambil menjulurkan lidahnya seakan mengejek Icha.

__ADS_1


Di saat ia tengah asyik menggoda Icha, dari arah belakang sebuah tangan nampak menepuk bahunya, membuat Tazkia lantas dengan spontan menoleh ke arah belakang karena sedikit terkejut sekalian untuk melihat siapa orang itu.


"Apa aku mengganggu mu?" tanya seseorang itu yang ternyata adalah Rafi.


"Enggak, santai saja." jawab Tazkia dengan ramah..


"Tumben lo sendiri." tanya Rafi lagi karena tidak melihat keberadaan Prasetia dan yang lainnya di sana.


"Yang lain masih ada kelas, jadi gue menunggu mereka di sini." jawab Tazkia.


Mendengar hal itu Rafi kemudian lantas mengambil duduk di sebelah Tazkia sedangkan Icha, ia sudah menghilang pergi tepat ketika Rafi datang. Suasana mendadak menjadi hening dan canggung, tidak ada pembicaraan yang terjadi di antara keduanya membuat suasana kian menjadi aneh.


Kenapa jadi canggung banget rasanya?" batin Tazkia dalam hati, sampai kemudian Rafi terdengar memulai kembali membuka percakapan.


"Gue hanya ingin mengucapkan terima kasih karena lo sudah membantu Dona." ucap Rafi kemudian dengan nada yang canggung karena keduanya belum pernah mengobrol sedekat ini sebelumnya.


"Santai aja, gue bahkan tidak melakukan apapun. Ini hanya semacam bantuan kecil saja, tidak lebih." ucap Tazkia dengan nada yang tulus.


"Janganlah merendah seperti itu Ki karena berkat lo gue jadi mengetahui kejadian yang sebenarnya. Setidaknya perasaan bersalah dalam diri gue sudah sedikit terangkat walau tidak sepenuhnya." ucap Rafi sambil menatap lurus ke arah depan seakan tersimpan luka yang mendalam pada setiap ucapannya.


"Semua orang pernah melakukan kesalahan Raf, dan dari kesalahan itu kita belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi, jangan terlalu tenggelam dalam sebuah masalah. Semoga kamu belajar dari masalah lo kali ini agar kedepannya tidak akan terulang lagi kejadian seperti ini." ucap Tazkia mencoba memberikan nasehati kepada Rafi.


"Ya lo benar, semoga saja apa yang gue rasakan saat ini perlahan akan terkikis sehingga tiba waktunya gue bisa menerima kenyataan yang telah terjadi." ucap Rafi kemudian sambil tersenyum seakan mengiyakan ucapan Tazkia barusan.


"Gue berdoa semoga yang terbaik untuk lo." ucap Tazkia kemudian.


"Sekali lagi terima kasih." ucap Rafi dengan tersenyum kemudian bangkit dan melenggang pergi dari sana.


Tazkia menatap kepergian Rafi dengan tersenyum, dari tempat duduknya samar samar Tazkia melihat sosok hantu Dona melayang di belakang Rafi sambil tersenyum ke arah Tazkia. Penampilan sosok Dona kali ini lebih cantik dengan gaun putih bersih dan raut wajah seperti manusia pada umumnya hanya saja berwajah pucat, sungguh berbanding terbalik dengan sosok hantu merayap yang Tazkia temui beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2