Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Tidak! ~Boneka arwah penuntut balas #2


__ADS_3

Tazkia yang tidak mendapat penglihatan apapun di sana, awalnya ingin memaksa untuk bisa masuk dan menerobos dinding pertahanan sosok tersebut. Hanya saja mendadak tangannya terasa melepuh seperti menyentuh sesuatu yan lancip dan juga panas.


"Aw..." teriak Tazkia kemudian sambil melempar boneka tersebut.


Darah segar terlihat sedikit keluar dari jari tangan Tazkia disertai tangan yang memerah seperti melepuh membuat Sinta dan juga Aditya menatap heran ke arah tangan Tazkia.


"Boneka ku..." ucap Melisa ketika melihat bonekanya terlempar begitu saja, sedangkan Tazkia hanya menatap ke arah tangannya yang terluka.


*******


Di sebuah mobil yang dikendarai oleh Aditya dimana Tazkia dan Sinta juga berada di dalamnya.


"Bagaimana kalau malam ini kita menginap di rumah Prasetia?" ucap Tazkia tiba tiba yang lantas membuat Aditya dan Sinta bertanya tanya.


"Ada apa kali ini Ki?" tanya Aditya sambil tetap fokus menyetir.


"Tidak ada, bukankah kita sudah lama tidak barbeque.an bersama?" ucap Tazkia berdalih.


"Ayolah Ki, kita sudah berteman cukup lama. Suka duka kita lewati bersama, walau lo tidak menjelaskannya sekalipun kita sudah tahu dari gerak gerik lo." ucap Sinta kemudian membuat raut wajah Tazkia lantas berubah, Tazkia tidak menyangka bahwa teman temannya bisa melihat dengan jelas tanpa harus Tazkia jelaskan sekalipun. "Ini pasti ada kaitannya dengan boneka itu bukan?" tebak Sinta kemudian.


Mendengar tebakan Sinta barusan Tazkia lantas menghela nafasnya panjang. "Kalian berdua benar, ada yang tidak beres dengan boneka itu. Icha bahkan merasakan hal yang sama, aku takut jika kita biarkan boneka itu akan mencelakai Melisa dan juga Prasetia." ucap Tazkia pada akhirnya mengaku.


"Tunggu sebentar... Icha? Icha siapa Ki? dan juga bukankah itu hanya sebuah boneka? apa yang harus di khawatirkan?" cerca Aditya yang tak mengerti tentang ucapan Tazkia barusan.


"Jadi Icha itu sosok teman hantu ku, kami baru berteman beberapa waktu yang lalu. Soal boneka tersebut Icha berkata arwah yang mendiami boneka itu adalah negatif atau bisa dikatakan jahat. Kemungkinan terbesarnya arwah itu sedang menuntut balas akan kematiannya yang tidak wajar." jelas Tazkia.


"Lo semakin absurd ya Ki, apa berteman dengan kita tidak cukup sampai lo juga berteman dengan setan?" ucap Aditya sambil geleng geleng kepala.


Aku bukan setan!


Ucap Icha tepat di telinga Aditya, Icha tidak terima dengan sebutan yang di berikan Aditya padanya.


Ckit


Aditya yang mendengar suara bisikan tersebut lantas langsung menghentikan laju mobilnya dengan mendadak karena saking terkejutnya, sedangkan Tazkia bukannya marah karena Aditya yang berhenti mendadak malah tertawa kala melihat ekspresi terkejut Aditya.


"Lo sih Dit pakai ngatai Icha setan." ucap Tazkia sambil tertawa.

__ADS_1


"Dia kan memang setan Ki."ucap Aditya masih kekeh.


Icha bukan setan!


Ucap Icha lagi tidak terima dengan panggilan Aditya barusan.


"Oke oke bukan setan, puas?" ucap Aditya pada akhirnya sedangkan Tazkia dan juga Sinta hanya tertawa mendengar ucapan Aditya barusan.


"Jadi bagaimana sekarang?" tanya Sinta kemudian.


"Kita ke rumah Pras!" ucap Aditya kemudian.


******


Mansion milik Prasetia


Ting tong ting tong


Prasetia dan Melisa yang baru saja sampai lantas saling pandang satu sama lain seakan bertanya tanya siapa yang baru saja memencet bel.


"Ogah ah, aku mau mandi..." ucap Melisa sambil menyelonong begitu saja.


Prasetia yang memang sedang malas untuk berdebat, pada akhirnya lantas melangkahkan kakinya menuju pintu utama untuk melihat siapa yang datang.


"Kalian?" ucap Prasetia dengan bingung kala melihat Tazkia, Sinta dan juga Aditya tengah berdiri di depan pintu dengan membawa sebuah kantong kresek yang penuh.


"Kejutan..." teriak Tazkia, Sinta, dan juga Aditya secara bersamaan.


"Kita kan sudah lama gak panggang memanggang, jadi... kita bertiga memutuskan untuk menginap di rumah lo malam ini, boleh kan?" ucap Tazkia mencari alasan yang masuk akal agar Prasetia tidak curiga.


"Tidak perlu ijin dari ku, kalian boleh menginap sesuka hati kalian, masuklah." ucap Prasetia dengan senyum mengembang, membuat ketiganya langsung berhamburan masuk ke dalam dengan gembira.


**


Baik Sinta, Prasetia dan juga Aditya kini tengah sibuk mempersiapkan segala peralatannya dan juga bumbu yang akan mereka gunakan untuk memanggang daging nanti. Melihat ketiganya mulai sibuk, dengan perlahan Tazkia mulai mundur dan pergi dari sana.


Tidak ada yang menyadari kepergian Tazkia karena memang ketiganya tengah sibuk dengan bagiannya masing masing. Sampai kemudian Prasetia yang sedang membutuhkan bantuan Tazkia lantas mulai menyadari bahwa Tazkia tidak ada bersama mereka di dapur.

__ADS_1


"Ki sebaiknya lo potong sayurnya biar gue..." ucap Prasetia menggantung karena tidak melihat Tazkia di manapun. "Kalian lihat Kia?" tanya Prasetia pada Sinta dan juga Aditya.


"Pasti Kia sudah mulai beraksi nih." ucap Aditya dalam hati ketika mendengar pertanyaan Prasetia barusan. "Mungkin ke kamar mandi Pras." ucap Aditya kemudian mencoba mencari alasan yang masuk akal.


"Apa lo yakin?" tanya Prasetia.


"Sudah santai saja, lagipula Kia kan udah sering main ke sini gak mungkin kesasar juga kan." ucap Sinta menimpali.


"Baiklah" ucap Prasetia pada akhirnya.


**


Tazkia terus melangkahkan kakinya ke atas mencari keberadaan boneka itu. Semakin naik rasanya aura negatif kian terasa menusuk ke arah Tazkia. Hingga kemudian langkah Tazkia terhenti pada sebuah kamar dimana pintu kamar tersebut terbuka. Dengan langkah yang pelan Tazkia mulai masuk ke dalam dan menyisir setiap sudut ruang kamar, ia yakin boneka itu ada di sini.


"Di mana kamu? aku tahu kamu di sini jangan coba coba bermain dengan ku!" ucap Tazkia sambil menatap sekeliling.


Hahahaha


Sebuah tawa khas kuntilanak mulai terdengar memenuhi ruang kamar tersebut, membuat Tazkia lantas menoleh dan mencari sumber suara tersebut.


Kamu sudah menyadarinya!


Ucap boneka tersebut dari bawah kolong tempat tidur sambil membawa gunting di tangannya.


"Jangan mencelakai siapapun yang ada di sini karena kematian mu tak ada sangkut pautnya dengan kami. Aku akan mengantar mu pulang kembali ke tempat mu." ucap Tazkia mencoba bernegosiasi dengan boneka tersebut.


Tidak! Pras harus ikut bersama ku, kamu tidak boleh membawanya!


"Tidak bisa! dia teman ku dan sampai kapan pun aku tidak akan membiarkannya ikut bersama mu." ucap Tazkia kemudian karena sepertinya sosok arwah yang mendiami boneka itu tidak bisa diajak bernegosiasi.


TIDAK!


Tepat setelah kata tidak terdengar dari mulut boneka itu, mendadak semua pintu tertutup dengan sendirinya, membuat Melisa yang kala itu sedang dalam posisi mandi lantas kebingungan ketika pintu kamar mandi tiba tiba saja terkunci dari luar.


Tazkia tak gentar walau melihat boneka itu nampak marah padanya. Sedangkan boneka tersebut yang melihat Tazkia tak takut sama sekali padanya lantas tertawa sambil melayang memutari Tazkia.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2