I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 101


__ADS_3

Akmal menggenggam erat jemari kekasih hatinya. Mobil yang Akmal kendarai telah berhenti di halaman rumah mereka beberapa menit yang lalu. Sejak keluar dari bandara pemuda tampan tersebut berusaha menyakinkan sang kekasih agar mau ikut ke rumahnya.


"Aku gugup." Keluhnya


Kedua telapak tangan gadis manis tersebut mulai mengeluarkan keringat dingin.


"Ada aku, yang. Yuk kita masuk."


Mau tak mau Monica mengikuti langkah Akmal yang membawanya memasuki rumah. Pandangannya langsung tertuju pada sebuah taman yang nampak asri dengan kolam kecil berada di salah satu sisinya.


Dada Monica berdesir kala bayangan mendiang sang mama tiba-tiba hadir dipelupuk mata. Menatap taman dengan berbagai bunga didalamnya mengingatkan gadis tersebut pada hobi wanita yang telah melahirkannya tersebut.


"Yang." Suara Akmal kembali menyadarkannya. Gadis itu tersenyum kecil kala tatapan mereka bertemu.


"Kakak sudah pulang?" Sebuah suara terdengar membuat senyum di bibir Akmal tersungging.


Berbeda dengan Monica, gadis tersebut kembali merasakan gugup. Apalagi ketika mendengar suara langkah kaki semakin mendekat. Keduanya kini telah berada di ruang tamu.


Seorang wanita cantik nampak berjalan semakin mendekat. Deandra menampilkan senyum cantiknya. Wanita itu telah mengetahui hubungan yang terjalin diantara putra keduanya tersebut dengan gadis yang katanya adalah teman Alisya selama putri nya tersebut kabur dari rumah.


"Kenapa berdiri disana. Kemarilah." Wanita cantik diusia yang semakin matang itu memyambut kedatangan Monica dengan pelukan.


"Ini pasti Monica." Ucapnya seraya mengurai pelukan.

__ADS_1


"Iya, tante."


"Panggil saja mama, sama seperti Akmal dan Alis."


Deandra menggandeng lengan gadis manis tersebut seraya melayangkan tatapan tajam kepada sang putra yang terlihat enggan untuk melepaskan tautan jemari mereka.


🍃🍃🍃🍃🍃


Seminggu berlalu namun Williams benar-benar tak bisa mengenali dirinya sendiri. Bahkan pikirannya tak pernah lagi terasa tenang. Seminggu pula dirinya telah meliburkan diri entah sampai kapan.


Bram memaklumi semuanya. Dia yang paling peka dengan apa yang terjadi pada sang sahabat tersebut memberikan kelonggaran kepada Williams untuk menyelesaikan segala permasalahannya, termasuk masalah hatinya.


Dua hari yang lalu bahkan Williams telah memutuskan untuk tak lagi menjalin kasih semu dengan seorang dokter magang yang diketahui bernama Clara. Bahkan dengan gamblang, dokter tampan tersebut mengakui bahwa apa yang dilakukannya selama ini hanya untuk menghindari sesuatu. Williams meminta maaf karena telah memanfaatkan Clara hanya untuk mengobati sakit hatinya.


Tentu saja karena alasan tak ada rasa sejak awal membuat nya tak bisa berkompromi.


"Aku tidak bisa, maaf."


"Kalau begitu jangan harap aku akan memaafkanmu." Pekik Clara kencang.


"Tak apa, toh aku tak pernah melakukan hal yang salah diluar tentang kesepakatan yang telah kita buat. Bukankah sejak awal kamu tahu akan semua itu? dan mengapa sekarang kamu mempermasalahkannya?"


"Aku mencintaimu, aku benar-benar mencintaimu saat ini." Clara mendekat, mencoba kembali mencari simpati dengan lelehan air mata yang membanjiri pipinya.

__ADS_1


Namun Williams tetap bergeming. Dia tak mau lagi mengambil resiko yang bisa merugikan dirinya sendiri. Kali ini Williams telah bertekad kuat. Bukan dia tak tahu bagaimana Clara di luaran sana. Namun, apa yang dilakukan Williams bersama gadis tersebut hanya sebuah kesepakatan, Will hanya meminta di temani ke mall atau ketempat yang bisa membuatnya memanasi Alexa kala itu. Tujuannya tentu saja membuat Alexa kesal padanya dan marah. Dia ingin gadis tersebut juga merasakan bagaimana dirinya kala mengingat kalimat yang dituliskan Alexa ketika menolak perjodohan mereka.


"Aku tak pernah melarang orang lain untuk mencintaiku. Tapi aku juga berhak untuk melabuhkan cintaku kepada siapa."


"Aku tak peduli, aku hanya ingin kamu." Clara kembali memekik.


"Kau ingin bersamaku?" Williams berujar pelan, membuat senyum dibibir Clara langsung tercipta. Gadis itu yakin kali ini Williams akan selalu berada dalam genggamannya.


"Tentu, aku sangat mencintaimu. Harusnya kau tahu itu." Ujarnya melembut.


Williams menatap sekilas ke arah Clara, membuat gadis tersebut salah tingkah.


"Lalu bagaimana dengan ayah bayi yang kau kandung? tak mungkinkan kau bilang tak mencintainya ketika semalam bahkan kalian masih bersama?" Williams berujar pelan.


Clara membelalakan matanya, dia tak menduga jika Williams mengetahui semuanya. Membuatnya gelagapan hingga tak tahu harus berkata apa meski mulutnya sudah terbuka.


"Aku bisa jelaskan.." Ucapnya tergagap.


"Tidak perlu!! karena hubungan kita memang bukan hubungan yang sebenarnya. Aku juga tak ingin mencampuri urusanmu terlalu jauh. Aku hanya memintamu menemaniku ke tempat tempat tertentu bukan untuk menjadi kekasihku dalam konteks sebenarnya. Usia kandunganmu juga menginjak 3 bulan bukan? itu artinya dirimu telah mengandung sebelum masuk menjadi tenaga magang disini."


Williams telah menyelidiki semuanya. Bermula ketika dirinya melihat gelagat aneh yang Clara tunjukkan. Hingga puncaknya dirinya meminta Dini untuk melakukan penyelidikan.


Pagi itu, Clara yang baru saja datang merasakan mual yang teramat. Gadis itu berlalu menuju toilet terdekat. Clara ditemukan pingsan beberapa saat setelahnya. Namun yang mencengangkan, gadis tersebut dinyatakan hamil oleh dokter Diah yang kala itu menanganinya. Dini yang mengetahui hal tersebut meminta bantuan dokter Diah untuk menunjukkan laporannya. Keduanya yakin betul jika janin yang dikandung oleh dokter magang tersebut bukanlah anak dari Williams.

__ADS_1


Williams yang pada awalnya berniat serius dengan Clara setelah kepergian Alexa tentu saja berpikir ulang setelah mendapatkan laporan yang diberikan oleh suster Dini. Bahkan dokter Diah pun membenarkan semuanya. Untuk memastikan semua itu, Will bahkan meminta Dion untuk membantunya. Hingga akhirnya dirinya mengetahui jika Clara hidup bersama seorang pemuda yang dia duga adalah kekasihnya dan juga ayah dari bayi yang sedang dikandung oleh gadis tersebut.


__ADS_2