
Akmal berlari sekencang kencangnya ketika mobilnya sudah merapat diparkiran rumah sakit malam itu. Dia yang memang masih berada di kampus terpaksa untuk pulang saat itu juga setelah mendapat kabar dari sang kakak jika ayahnya tuan Alisky dilarikan ke rumah sakit.
Pemuda dengan jambang di rahangnya itu terengah-engah ketika baru keluar dari dalam lift yang membawanya menuju lantai 2 tempat sang ayah dirawat. Karena sebelumnya Akmal harus berlari menuju ruang ICU. Dan ternyata sesampainya dia diruang ICU sang ayah telah dipindahkan ke ruang rawat 30 menit yang lalu.
Setelah mendapat kabar tadi Akmal memang tak lagi memegang ponselnya. Dia yang lansung tancap gas ke arah rumah sakit yang lumayan agak jauh dari kampusnya itu hanya berkonsentrasi pada jalanan yang dilaluinya hingga tak sempat untuk mengecek kembali ponselnya.
Dilantai 2 ruang rawat Anggrek saat ini sang ayah tengah terbujur lemah. Sakitnya semakin parah karena memang tuan Alisky tak pernah mau meminum obatnya. Dia yang keras kepala itu selalu saja menyembunyikan obatnya hingga tak ada orang yang tahu bahwa dirinya tak pernah meminumnya.
__ADS_1
Hal itu baru diketahui oleh dokter ketika memeriksanya. Tuan Alisky ditemukan pingsan di dalam kamarnya. Untungnya waktu itu Deandra sang istri mengikutinya masuk ke dalam kamar setelah melihat gelagat sang suami yang berjalan tak seperti biasanya. Meski sakit, tuan Alisky akan berusaha tampil baik dan sehat. Hal itu pulalah yang membuat semua orang tak mengetahui sakitnya bertambah parah.
Peradangan usus ditambah lagi gejala gagal ginjal mengancamnya kini. Padahal sebelumnya, tuan Alisky terkena asma dan juga tekanan darah yang naik secara drastis.
Di dalam kamar rawat nampak Deandra duduk di kursi kecil dekat brangkar suaminya. Sementara Alina dan juga Akshan berada di sofa tak jauh dari sana. Wajah Alina yang nampak sembab dengan kedua matanya yang basah. Akshan mengusap lembut lengan sang adik yang masih menempelkan wajah di dadanya. Hingga pintu ruangan terbuka dengan menampilkan wajah Akmal yang nampak tegang dan kusut.
Tak ada yang pernah menyangkah bahwa luka batin tuan Alisky teramat parah dibanding luka karena penyakit yang terus menggerogotinya. Dia yang selalu bersikap keras dan tegas kepada putra putri dan para karyawannya kini nampak tanpa daya. Keinginannya untuk hidup seakan sudah tak ada lagi ketika keluarga mendapati bahwa tuan Alisky memilih menderita ketimbang berusaha untuk sembuh dari penyakitnya. Hal itu dia tunjukkan dengan caranya tak meminum obatnya.
__ADS_1
"Ma." Akmal menyentuh pundak Deandra lembut.
Wanita yang masih terlihat cantik tersebut nampak syok dan menatap lurus kearah tubuh suaminya. Tangannya tak pernah lepas menggenggam jemari tuan Alisky erat. Penyesalan juga tengah dirasakan oleh wanita yang memang lebih muda dari tuan Alisky tersebut.
Andai saja, ya andai saja dirinya tak mendiamkan sang suami dan selalu menyalahkan lelaki itu atas apa yang dilakukan oleh Alisya. Mungkin semuanya tak akan menjadi seperti ini. Namun percayalah semua sudah terjadi dan mereka tak dapat lagi mengembalikan waktu yang telah berlalu.
"Mama istirahat ya. Biar kakak yang jaga ayah." Mata merah dengan wajah sembab itu menggeleng pelan. Dia tak akan lagi meninggalkan suaminya. Dia akan bersamanya dan selalu mendampinginya sampai kapanpun. Tak akan lagi mengabaikannya seperti kemarin. Deandra mengakui bahwa sikapnya juga salah. Dia tahu, sangat sangat tahu jika suaminya yang paling merasa sedih, terluka dan kecewa dengan apa yang terjadi pada Alisya. Namun dia malah menambahkan beban pada lelaki itu hingga membuatnya menyerah.
__ADS_1