I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 38


__ADS_3

Butuh 3 hari lamanya untuk Monica melakukan pemulihan. Dia yang termasuk cidera ringan memang tak butuh waktu lama. Sebenarnya pihak rumah sakit sudah mengijinkan gadis tersebut pulang. Akan tetapi Williams meminta pertambahan 1 hari lagi guna memastikan bahwa mereka benar-benar telah sehat. Bukan hanya Monica, Williams melakukan pada ke 4 orang korban lainnya.


Sedangkan untuk Alexa, Dodo dan juga Usman. Mereka masih memerlukan perawatan yang intensif dan perhatian khusus terutama Usman. Pria beranak 1 tersebut mengalami patah tulang dibagian lengan kanan, pundak, kaki kiri dan juga robekan di kepala yang memicu dirinya mengalami koma selama 2 hari lamanya. Beruntung nyawanya masih tertolong dan dia berhasil melewati masa kritisnya.


Dodo mengalami patah kaki kirinya karena tertimpa lampu besar. Beruntung hanya ujungnya saja yang menimpa dan juga pecahannya lebih banyak ke arah berlawanan dengan tempatnya terjatuh. Jika tidak, tak bisa dibayangkan bagaimana keadaan Dodo saat ini.


Sedangkan Alexa hingga kini masih belum bisa menggerakkan badan bagian atasnya. Bahu kanannya masih belum pulih dan dokter mengatakan masih harus dilakukan tindakan oprasi kedua guna membenarkan letak tulang yang tergeser. Sedangkan kaki kirinya juga hanya bisa melakukan gerakan ringan. Karena hingga detik ini pun Alexa masih harus berbaring karena bengkak di area bahunya dan menimbulkan rasa sakit.

__ADS_1


Rencana pulang ke Prancis pun terpaksa dibatalkan. Williams menolak dengan tegas permintaan Alexa yang meminta pulang. Gadis itu memikirkan kontraknya dan juga perjanjian yang telah dia sepakati dengan agency.


Namun Williams benar-benar tak memberikannya ijin. Monica yang bingung atas sikap keduanya tak bisa berbuat banyak. Dirinya telah menghubungi pimpinan agency dan beruntung atasannya tak banyak menuntut dan memeberikan waktu hingga mereka pulih kembali.


"Aku bosan." Gumam Alexa yang sedang duduk bersandar di kasur.


Monica hanya bisa tersenyum dan membelai lengan Alexa pelan. Ada hal yang ingin dia ungkapkan namun tak bisa dia jelaskan. Tak tega rasanya melihat bagaimana Alexa berjuang beberapa bulan ini demi bisa meraih mimpinya.

__ADS_1


"Masih nggak bisa dibuat gerak bebas, Om." Keluh Alexa yang hanya bisa menoleh.


"Sabarlah, tunggu sampai bengkak nya sedikit berkurang baru kita bisa tangani kembali. Untuk sekarang bertahanlah dan minum obatnya secara teratur." Williams memeriksa pundak dan kaki Alexa dengan teliti. Bengkak nya sudah tak separah dua hari kemarin. Namun masih memerah dengan sedikit kebiruan disana. Tak cuma bagian bahu, karena Williams juga memeriksa bagian kaki.


Alexa meringis kecil ketika Williams menekan sedikit keras kakinya. Will tersenyum simpul, gadis itu terus saja merengek meminta pulang padahal keadaannya tak memungkinkan buat dirinya. Luka itu tak akan sembuh dalam waktu singkat, apalagi luka di bahu dan pundaknya. Paling tidak butuh waktu 6 bulan sampai 1 tahun untuk memulihkannya seperti semula.


Tadi malam Monica datang menemuinya dan menceritakan semua tentang Alexa yang sudah dianggapnya sebagai adik. Tentang royalty yang di minta pihak management jika sampai Alexa melanggar perjanjian yang sudah ditandatanganinya. Sebagai pendatang baru tentu saja semua itu menjadi momok terbesar.

__ADS_1


Monica bahkan sudah berusaha membantu Alexa sebisa yang dirinya mampu. Namun keputusan pihak management tak bisa lagi ditolerir. Mereka hanya memberi waktu selama 6 bulan untuk Alexa memulihkan diri.


Itu juga sudah dianggap cukup baik mengingat semua fasilitas yang Alexa pakai adalah milik management. Untung saja biaya oprasi dan juga perawatan ditanggung oleh pihak Bram. Tentu saja dalam hal bisnis mereka tak mau rugi. Apalagi mengingat kondisi Alexa yang kemungkinan besar tak akan bisa lagi berjalan di catwalk.


__ADS_2