
Williams kehilangan kata katanya. Bahkan tatapannya terasa kosong dengan dada yang bergemuruh hebat. Awalnya dia masih menyimpan sedikit harapan, jika gadis yang menolak perjodohan dengannya itu bukan gadis yang sama. Gadis yang saat ini sedang bersenandung ria sambil menyiram tanaman bunga di taman samping. Celakanya semua itu tak pernah bisa terelakkan ketika Om fer benar-benar mengirimkan foto Alisya beberapa saat ketika mereka mengakhiri obrolan mereka. Lebih parah lagi ketika dirinya mengingat dengan jelas alasan Alisya menolaknya kala itu. Sebutan Om om tua yang tersemat disana semakin menusuk relung hatinya yang terdalam.
Tatapan nanar dokter tampan tersebut menyiratkan rasa sakit yang entah untuk bagian mana.
Cinta yang baru dirasakan tumbuh dalam hatinya atau rasa sakit hati karena ternyata gadis yang menari indah dalam hatinya tersebut adalah orang yang sama yang telah menolaknya dulu?
Will menggeleng cepat, dia benar-benar tak habis pikir dengan semua jalan takdirnya.
__ADS_1
Seperti orang kehilangan arah dan semangatnya, Williams kembali menjadi pribadi yang dingin dan acuh. Bahkan sikapnya pun tak berubah kala berada di rumah sakit. Beruntungnya, posisi sebagai pimpinan rumah sakit tak membuatnya untuk selalu turun tangan menangani pasien meski sesekali tugas itu tetap dilakukannya.
Semua orang yang merasakan perubahan tersebut tentu saja merasa heran, tak terkecuali Alexa. Gadis itu nampak termenung di taman kampus, rasa enggan pulang ke kediaman Will seringkali melanda nya. Tak ada lagi rasa antusias untuk segera pulang dan bertemu dengan lelaki tampan tersebut.
Sikap Williams yang perlahan mengacuhkannya tentu membuat dirinya tak nyaman. Alexa bahkan telah berupaya untuk mendekat dengan berbagai cara namun dokter tersebut seolah memang sedang menjaga jarak dengan nya.
Puncaknya ketika semalam Williams pulang dengan membawa serta seorang gadis muda yang Alexa ketahui sebagai dokter magang di rumah sakit Williams. Tanpa berbicara apapun Will bahkan menganggap Alexa tak pernah ada meski gadis itu jelas terlihat.
__ADS_1
Enam bulan berlalu tak merubah apapun, Williams tetap menjadi pribadi yang dingin dan tak terbaca.
Alexa yang merasa tak dianggap pun akhirnya menyerah. Dia memilih untuk tinggal di sebuah rumah kost yang tak jauh dari kampusnya. Akmal yang mencarikan untuk sang adik. Meski sudah bertemu dan saling melepas rindu, Alexa tetap pada pendiriannya untuk melanjutkan studinya dan belum ingin kembali pulang ke negaranya untuk bertemu dengan keluarganya.
Gadis itu beralasan ingin membawa sesuatu yang bisa dibanggakan kepada sang ayah yang telah dikecewakan nya dulu.
Untuk menunjang hidupnya, Alisya bekerja di sebuah toko buku. Selain bekerja tentu saja gadis itu bisa menyalurkan hobinya membaca. Alexa juga sangat merasa bersyukur karena ternyata keluarganya tak pernah membenci dirinya seperti yang selalu dia pikirkan selama ini.
__ADS_1
Mata Alexa memanas kala tanpa sengaja melihat sepasang kekasih yang melintas tak jauh dari tempatnya bekerja. Dia yang selama ini mati matian menahan rasa pada akhirnya tak mampu membendung nya kembali. Gadis cantik tersebut tersadar bahwa dirinya telah jatuh cinta pada sosok lelaki yang kini sedang berjalan beriringan dengan seorang gadis yang tentu saja itu bukanlah dirinya.
Menunduk menahan tangisnya agar tak meledak. Sebuah tangan menariknya dalam pelukan membuat Alexa kaget dan sontak ingin memberontak, namun mengetahui siapa pelakunya Alexa semakin membenamkan wajahnya dalam pelukan lelaki yang memeluknya erat kini.