I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 21


__ADS_3

Jam menunjukkan angka 11 siang. Oma Feli perlahan keluar dari kamarnya, wanita yang usianya kini menginjak usia senja namun masih terlihat sehat dan cantik tersebut berjalan tertatih dengan sebuah tongkat sebagai penopang tubuhnya.


Berhenti di ruang keluarga, Oma Feli mendudukkan dirinya di sofa besar yang menghadap ke arah televisi yang tergantung didinding yang berada dihadapannya. Tak banyak kegiatan yang dilakukan akhir akhir ini membuat hari hari Oma tak pernah sibuk. Seluruh urusan perusahaan nya sudah diambil alih oleh anak dan para cucunya membuat Oma memiliki banyak waktu senggang.


Diantara semua cucunya hanya tinggal Williams yang merupakan cucu angkatnyalah yang belum berkeluarga. Jack dan Jonathan bahkan telah memiliki 2 orang anak masing-masing. Sedangkan Edwin baru memiliki 1 putra. Tak banyak inginnya saat ini. Oma yang sadar dirinya semakin tua hanya mempunyai 1 harapan. Anggap saja itu adalah harapan terakhirnya sebelum pergi.


Oma sangat menantikan hari dimana Will menikah dan memberinya cucu. Tak kunjung mendapat kabar tentang hal itu membuat Oma khawatir. Dan itu memicu terbesit nya ide baginya untuk memaksa Williams secara halus. Dan semuanya benar-benar terjadi, Will yang memang menyetujui pertaruhan dengannya tak lagi bisa berkilah kala dirinya mengatakan bahwa sudah menyiapkan calon istri untuknya.


Hanya tinggal beberapa bulan lagi umur Williams menginjak usia 30 tahun. Dan perjanjian dengan Oma tak lagi bisa dicegah, Will yang memang tak pernah dekat dengan wanita membuatnya tak berkutik. Will memang ramah pada semua orang namun untuk hubungan yang serius dirinya tak pernah melakukan itu. Ada banyak wanita yang mendekatinya, namun Williams tak pernah menganggap serius. Fokusnya adalah bekerja dan membantu menyelamatkan banyak orang.

__ADS_1


Suara langkah kaki mendekat mengalihkan fokus Oma yang sedang menyaksikan berita yang sedang ditayangkan di sebuah saluran televisi swasta.


Oskar tersenyum ketika wajahnya telah terlihat dibalik dinding penyekat antara ruang tengah dan ruang tamu tersebut. Ruangan besar itu nampak masih sama. Tak ada yang berubah seperti halnya 7 tahun lalu ketika Williams berkunjung terakhir kalinya.


Masih tertata dengan rapih pigura berbagai bentuk di dinding dan juga lemari yang memang khusus disediakan oleh Oma demi menyimpan semua kenangan keluarganya. Disana juga nampak foto Williams kala pertama kali masuk ke rumah mewah tersebut. Ketika Williams yang saat itu berusia 10 tahun.


Senyum simpul terbit di bibir tipis Williams. Langkahnya terus maju menuju ruang keluarga. Pandangannya langsung tertuju pada sosok yang berdiri menatapnya dengan tongkat dan juga sebelah tangan Oskar yang menuntun tangan kirinya.


Williams melangkah masih dengan senyum lembut dibibirnya. Hatinya menghangat seketika menyadari kasih sayang Oma begitu besar padanya. Oskar memundurkan badannya beberapa langkah ketika kedua orang tersebut saling memeluk penuh luapan kerinduan. Air matanya turut menetes penuh haru. Tak menunggu lama, pada akhirnya Oskar melangkah pergi meninggalkan ruang tengah dan kembali melanjutkan tugasnya berkeliling memantau setiap sudut kediaman Oma Feli.

__ADS_1


Langkahnya berhenti ketika kembali kepos depan dan memutuskan untuk menemui Zidan. Lelaki baya tersebut memang belum memberitahukan tentang Williams secara langsung kepada pemuda yang baru 2 tahun bekerja di sana.


Zidan yang baru saja mengetahui siapa Williams tentu saja merasa sedikit takut. Namun Oskar menjelaskan bahwa Will tak akan menyimpan dihati, lagi pula apa yang dilakukan Zidan adalah sebuah aturan yang memang harus dilakukan kepada setiap tamu yang berkunjung dan ingin bertemu dengan Oma.


*


*


*

__ADS_1


To be continue.


__ADS_2