
Meski sempat tertunda dua hari, keberangkatan Williams dan Alisya pada akhirnya tetap terlaksana juga. Meski berbeda dari konsep awal keduanya namun rasa bahagia jelas sekali terlihat dipendar mata keduanya kini.
Keluarga Bram nyatanya benar-benar ikut serta pergi mengantarkan keduanya bukan hanya sampai bandara saja. Bahkan mungkin sampai di kediaman Oma Feli yang juga menyambut tak kalah antusias kedatangan Bram beserta sang istri dan kedua anaknya.
Wanita tua yang sudah jarang melakukan aktifitas berat itu sibuk menata ulang kediamannya agar nyaman terlebih ada kedua bocah menggemaskan yang ikut serta bersama mereka.
Oma Feli bahkan telah mempersiapkan kamar tamu dengan beberapa boneka dan mobil mobilan baru untuk prince dan princess Bram. Senyum sumringah nampak di bibirnya yang tak sekencang dulu.
"Frank, kau sudah menghubungi Fer dan Edwin? jangan sampai mereka lupa. Kau ingin mereka juga datang dan menginap di sini. Pasti rumah akan ramai nantinya." Binar bahagia itu sangat nampak disana.
Meski nyeri tetap terasa karena dua cucunya dan juga para cicitnya memilih menjauh dan tinggal diluar negeri. Rasa rindu sering dirasakannya, namun Oma hanya bisa memendamnya dan foto lah yang bisa menjadi pelipur rasa rindunya.
"Sudah, Oma. Mereka akan tiba disini nanti sore, jadi bisa dipastikan ketika tuan muda Will datang besok pagi mereka sudah berada disini."
Baguslah, aku benar-benar menunggu akan hari ini. Anak nakal itu akhirnya akan menikah juga, aku bahagia sekali Frank, kau tahu itu." Oma menepuk nepuk pelan tangan Frank. Kepala pelayan yang sudah mengikutinya sejak mendiang sang suami masih hidup dulu.
__ADS_1
*
*
*
Kehebohan juga terjadi di kediaman keluarga Smith. Tuan Alisky bahkan ikut turut serta menyiapkan segalanya. Kepulangan sang putri yang sempat tertunda dua hari kemarin pada akhirnya terlaksana juga.
"Ma, bagaimana dengan baju kalian, Alina, Monica dan juga Cindi. Apa semua sudah siap?"
Mungkin ini adalah pernikahan kedua yang terjadi di keluarga Smith. Setelah Akshan dan Cindi setahun yang lalu. Namun, ini adalah pernikahan yang pertama kalinya dilangsungkan di rumah ini.
"Lagi pula pernikahannya kan tidak akan langsung dilakukan sekarang ayah. Bukankah lusa mereka hanya bertungan terlebih dahulu?" Alina menghampiri kedua orang tuanya dengan sepotong apel di tangannya.
Tuan Alisky dan Deandra saling pandang kemudian tersenyum. Acara awal memang demikian, namun sebagai orang tua dan sebagai kesepakatan yang telah mereka bicarakan secara pribadi dengan Oma Feli. Kedua keluarga tersebut akan meminta Will dan Alisya untuk segera meresmikan hubungan mereka dalam ikatan pernikahan.
__ADS_1
Terkesan memaksa memang, namun itu demi kebaikan keduanya yang telah lama tinggal bersama. Meski mereka tak mempermasalahkan semua itu namun alangkah baiknya jika semua telah resmi dalam ikatan.
"Ayah sama mama, sudah tidak sabar ingin menimang cucu." Tuan Alisky sedikit tergelak.
Meski semua yang dikatakannya adalah benar adanya. Hingga setahun berlalu, belum ada tanda tanda jika menantu mereka telah berbadan dua. Meski begitu mereka tak pernah memaksakan kehendak pada Akshan dan Cindi.
Keduanya yang sama-sama masih sibuk dengan banyaknya urusan pekerjaan tentu belum berpikiran tentang hal tersebut.
"Ayah siap jadi tua dong nantinya, hihihi." Alina tergelak ketika mendapat sebuah cubitan kecil dilengannya dari sang mama.
*
*
*Ah, kakak. Kau memang selalu bisa memberi warna dalam rumah ini. Lihatlah, semua nampak bahagia. Semoga segalanya berjalan dengan baik, kami menyayangi kakak." Alina mengusut sudut matanya yang tiba-tiba berair. Menatap tawa lepas kedua orang tua dan juga kedua kakaknya membuat gadis manis tersebut ikut merasakan kebahagiaan dalam hatinya yang terdalam.
__ADS_1
"