I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 44


__ADS_3

Ada banyak hal yang Alexa pikirkan saat ini. Bukan hanya masalah denda yang harus ditanggungnya yang jumlahnya tak sedikit itu. Namun juga tentang dirinya sendiri. Menjadi manusia dengan keadaan yang tak lagi sempurna membuat rasa percaya dirinya berkurang.


Alexa duduk termenung di pinggir ranjangnya. Tak tahu harus bagaimana dan berbuat apa. Ingin kembali pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya, namun dia tak sanggup. Dengan kekeras kepalaannya Alexa memilih kabur. Yang dirinya tahu hanya ingin meraih mimpi dan membuktikan bahwa dirinya mampu dan bisa melakukan apapun yang dia inginkan.


Namun saat ini dirinya harus rela mengubur dalam dalam keinginannya menjadi model terkenal. Sepertinya ini adalah karma yang harus diterimanya karena telah berani menentang keinginan sang ayah.


"Bagaimana aku mendapatkan uang untuk membayar denda itu? Aku juga belum bisa bekerja sekarang? apa aku harus menghubungi Kak Aks? tapi aku yakin mereka pasti kecewa padaku."


Alexa menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Bahunya sedikit terguncang menandakan bahwa gadis itu tengah menangis.


*

__ADS_1


*


*


Williams menatap layar laptopnya, dokter tampan tersebut sedikit mengernyitkan dahi. Membaca data data yang tertera didalam layar yang masih menyala. Will terdiam sejenak kemudian kembali mengetik sesuatu diatas keyboard nya.


mendengar cerita Monica beberapa waktu lalu membuat Williams penasaran. Bahkan dirinya sendiri heran dengan apa yang terjadi padanya. Tak biasanya Will ingin tahu banyak tentang seseorang hingga seperti ini. Namun mengingat tangisan Alexa tadi siang membuat sesuatu di dalam hatinya terusik.


Will memijit pangkal hidungnya guna membuatnya rilex. Tak tahu apa yang terjadi padanya akhir akhir ini. Dia yang sudah kembali ke apartement miliknya tak juga bisa memejamkan mata meski malam telah larut.


Will menunggu hingga Monica menghubunginya untuk bertanya beberapa hal pada gadis tersebut. Tapi rasanya dia tak lagi bisa bersabar untuk itu. Will kemudian beranjak dari baringnya dan kembali menuju meja kerjanya.

__ADS_1


Will kembali terdiam, kali ini pria tampan yang sudah melepas kacamatanya tersebut menengadahkan kepala pada sandaran kursi tempatnya terduduk. Pikirannya masih melayang entah kemana.


"Haruskah aku meminta bantuan Bram? tapi yang ada justru nanti dia malah meledek ku habis habisan."


Bukan tanpa sebab Will berpikir demikian. Pasalnya beberapa bulan lalu tepatnya ketika dirinya pulang dari Bali tak lagi sendiri. Sudah jelas dia membawa serta Usman dan keluarganya dan juga Alexa. Namun sahabat laknatnya tersebut malah suka meledeknya dengan Alexa dan beralasan membawa Usman juga. Hal itu sempat membuat Williams mendengus kesal. Dan jika kali ini dia meminta bantuan apalagi yang berhubungan dengan Alexa tentu saja hal itu akan menjadikan dirinya bahan bully-an sang sahabat.


Akan tetapi wajah gadis 19 tahun tersebut membuatnya trenyuh kala dirinya terlihat menangis. Will yang jarang sekali terlihat terlalu dekat dengan wanita tidak paham dengan apa yang harus dirinya lakukan.


Haaah.


******* nafasnya semakin jelas dan usapan kasar diwajahnya menambah kegelisahannya. Hingga pagi menjelang nyatanya Will tak bisa memejamkan matanya. Beranjak dari tempatnya duduk kemudian memilih masuk kembali kedalam kamarnya untuk membersihkan diri. Berendam di Bathtub sepertinya akan sedikit mengurangi rasa pusingnya yang tak jelas.

__ADS_1


__ADS_2