I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 9


__ADS_3

Makan malam keluarga Alisky benar-benar terlaksana. Jam 8 malam mereka sudah berada didalam mobil yang akan membawa keluarga tersebut ke sebuah restoran yang letaknya tak seberapa jauh dari kediaman mereka. Namun karena jalan satu arah menjadikan mobil mereka harus berputar demi mencapai tempat tersebut.


Hanya Alisya yang menemani ke dua orang tuanya malam ini. Aksara, Akmal dan Alina sedang berhalangan hadir karena mereka sudah mempunyai kegiatan masing-masing.


Tanpa menaruh curiga sedikitpun, gadis manis tersebut tampil cantik dengan dandanan yang sederhana. Alisya juga memakai pakaian yang terbilang sopan mengingat acara makan malam saat ini akan di hadiri oleh salah satu kenalan sang ayah.


Mobil memasuki salah satu restoran Jepang. Di mana, Alisya sangat menyukai hidangan khas negeri sakura tersebut. Menjaga bentuk tubuhnya sebaik mungkin adalah nilai plus yang Alisya terapkan pada dirinya sendiri. Walaupun tidak secara langsung berkecimpung di bidang modeling, gadis yang mempunyai bentuk badan proporsional tersebut memang nampak menawan.


Dengan senyum mengembang, Tuan Alisky segera menjabat tangan koleganya. Wanita tua yang masih nampak cantik bersama dengan seorang asisten nya menyambut kedatangan mereka tak kala bahagia.


🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Tak jauh beda dengan keadaan yang dilakukan oleh keluarga Alisya. Acara makan malam pun sedang di gelar di kediaman Bram. Semua turut hadir disana tak terkecuali Williams yang mengajak Edwin turut serta.


Pada awalnya Edwin sempat terkejut ketika melihat kehadiran Suta di sana. Bahkan tak hanya sampai di situ, Wina dan Tiara bahkan nampak begitu akrabnya.


Sedikit canggung namun beruntung kehadiran dirinya yang bersama dengan saudara angkatnya membuat suasana seketika mencair mana kala lelaki yang masih betah sendiri tersebut harus melayani ocehan Cameli dan Abizar yang berebut ingin bermain dengannya.


Abizar yang masih belum bisa berjalan karena usianya belum lah genap 1 tahun hanya terkekeh melihat tingkah Cameli yang menggemaskan. Bayi tampan tersebut seolah mengerti apa yang sedang dilakukan sang kakak sehingga menganggapnya sebagai interaksi yang melibatkannya juga.


Edwin tersenyum bahagia melihat raut kebahagiaan tergambar jelas di wajah Williams. Dia sangat berharap kebahagiaan tersebut akan berlangsung lama dan membuat hidup Williams benar-benar sempurna ke depannya.


Alisya mengurung dirinya di kamar. Sepulang makan malam, dirinya hanya menangis dan merenungi nasibnya yang kian tak pasti. Di tengah acara makan malam berlangsung, muncul sesosok pria yang hampir seumuran dengan papanya. Pada awalnya tak ada yang berubah dan berjalan wajar. Namun semua berubah mana kala pembicaraan mereka mengarah ke arah yang lebih serius.

__ADS_1


Alisya yang hanya diam menjadi pendengar di buat terkejut ketika menyadari bahwa makan malam tersebut bertujuan untuk menjodohkannya dengan seseorang yang bahkan tak dia kenali. Parahnya lagi, Alisya menangkap dengan samar bahwa lelaki calon tunangannya tersebut bahkan lebih tua umurnya dari kakak tertuanya Akshan.


Dengan mata sembab dan hidung yang memerah Alisya tetap melakukan aksi protesnya. Namun semua sia sia karena sang ayah tetap pada pendiriannya.


Bahkan Deandra pun tak mampu untuk merubah keputusan sang suami.


"Semua demi kebaikan mu Alisya. Ayah hanya ingin memastikan kehidupanmu berjalan lebih baik. Ayah hanya ingin melihat kamu hidup bahagia. Dan pilihan ayah tak akan salah!!"


Final.


Keputusan tuan Alisky tak bisa lagi diubah. Akshan dan Akmal pun tak lagi bisa membuka mulutnya. Keduanya hanya menatap iba pada sang adik yang menangis dalam dekapan mamanya.

__ADS_1


__ADS_2