I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 15


__ADS_3

Perjalanan panjang yang dilalui Williams membuat lelaki tersebut memejamkan matanya untuk beristirahat. Dia yang telah lama tak melakukan perjalanan jauh merasa lelah meski hanya duduk di dalam pesawat.


Tak ada yang mengetahui prihal keberangkatannya terutama keluarga besar Oma Feli. Hanya Bram dan Cameli yang mengantarkannya sampai ke bandara pagi tadi.


Terbiasa dengan kasih sayang orang lain membuat Bram tak lagi merasa sendiri. Bersyukur, dirinya bertemu dengan orang-orang yang baik dan tak pernah mempermasalahkan statusnya. Namun saat ini dirinya pun tengah menyiapkan mental. Harus kembali bertemu dengan Jack dan Jonathan yang sejak awal tak menerima kehadiran dirinya dalam keluarga Oma Feli.


*


*


*


Menginjakkan kakinya kembali di bandara Schiphol Amsterdam, bandara tersibuk ke 3 di Eropa yang berada di Belanda utara. Tak banyak yang berubah setelah 7 tahun lamanya dirinya menghindari tempat ini.

__ADS_1


Williams menghela nafasnya, kembali dirinya tersenyum dan menyemangati dirinya sendiri. Datang tanpa ingin diketahui oleh siapapun membuat Will pada akhirnya menaiki Taxi menuju hotel tempatnya akan menginap selama beberapa waktu sebelum datang ke kediaman Oma. Will memang tak berniat untuk tinggal di sana. Dia ingin pergi mengunjungi makam ke dua orang tuanya terlebih dahulu sebelum bertemu dengan Oma.


Waktu seminggu yang dia rencanakan harus digunakannya dengan sebaik mungkin. Menyelesaikan segala urusan yang mungkin ada dan beristirahat dari segala rutinitas yang selama ini di gelutinya.


Sesampainya di hotel Will langsung membersihkan dirinya. Lengket di tubuhnya membuatnya merasa tak nyaman. Setelah semua bersih kembali Will merebahkan dirinya untuk beristirahat sambil menunggu waktu makan malam tiba.


Dari tempatnya kini berada, setidaknya Will membutuhkan waktu selama 3 jam untuk sampai ke makam ke dua orang tuanya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


"Hari ini kegiatanmu padat, nak?"


"Tidak begitu padat untuk minggu ini ayah. Hanya saja aku harus bolak-balik nanti, karena jamnya yang sedikit bentrok dengan les ku yang lain. Tapi jangan khawatir, aku sudah membuat jadwalnya dan semua aman." Gadis itu tersenyum menampilkan kedua lesung pipinya.

__ADS_1


"Baguslah jika kamu sudah bisa membagi waktumu dengan baik. Jangan lupa untuk memperhatikan kesehatanmu dan selalu meminum vitamin agar tubuhmu selalu vit."


"Iya ayah, Alis selalu mengingatnya."


Derap langkah kaki terdengar dari tangga. Nampak Alina pun telah bersiap dengan seragam nya. Rambut nya yang dibiarkan tergerai membuat Alina terlihat sangat manis. Gadis itu mengambil duduk di sisi sang mama setelah memberikan kecupan selamat pagi ke pada semuanya.


Tak berapa lama tuan Alisky pergi ke restoran nya setelah menyelesaikan sarapan nya. Sedangkan Alisya dan juga Alina pergi ke tempat tujuan mereka masing-masing dengan diantar sopir.


Di dalam mobil, Alisya mengeluarkan ponselnya dan mengetik beberapa pesan. Setelah beberapa waktu senyum mengembang di bibirnya setelah menerima sebuah notifikasi di ponselnya.


Kesibukan Alisya masih terlihat wajar dan tak ada yang mencurigainya. Alisya masih pulang dan pergi dengan diantarkan sopir pribadinya.


"Paman, nanti siang tak perlu menjemput Alis, ya. Sepertinya Alis akan menghabiskan waktu di perpustakaan sambil menunggu kelas berikutnya. Paman datang lagi di jam 4 sore untuk menjemputku pulang."

__ADS_1


"Baik, non."


"Makasih paman." Pria paruh baya tersebut hanya tersenyum sambil terus fokus pada jalanan yang dilaluinya. Suasana pagi yang cerah sedikit membuat lalu lintas padat. Alisya mengisi waktunya dengan mendengarkan musik dari ponselnya.


__ADS_2