I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 98


__ADS_3

"Jangan mengambil keputusan secara mendadak, Alis. Kau tahu semua itu akan sangat ber resiko bagi keselamatanmu." Akmal berusaha keras untuk mencegah kepergian adiknya.


Lagi dan lagi, adiknya yang mempunyai tingkat kekeras kepalahan yang tinggi itu tak bisa dicegah. Tekatnya sudah bulat untuk pergi, meski kali ini dirinya berjanji tak akan lagi memutuskan komunikasi antara dirinya dengan keluarganya. Namun tetap saja rasa cemas Akmal rasakan.


Pertukaran pelajar sedang dilakukan di kampus tempat Alexa menuntut ilmu. Gadis itu mengajukan dirinya sendiri untuk bergabung. Tak memikirkan resiko yang akan dihadapinya nanti. Bagi Alexa hanya ada satu keinginan, dirinya terbebas dari rasa sakit yang menghujam hatinya setiap waktu. Berada di langit dan belahan bumi yang sama dengan lelaki yang dicintainya membuatnya semakin sesak. Terlihat namun keduanya seolah tak lagi saling mengenal. Will benar-benar menutup semua akses bagi gadis cantik tersebut untuk kembali mendekat, hingga pergi menjadi pilihan terbaik untuknya kali ini.


*


*


*

__ADS_1


Williams mengusap wajahnya kasar, harusnya dia bahagia mendengar kabar ini bukan?mendengar bahwa gadis yang membuatnya sakit sesakit-sakitnya itu telah pergi bahkan mungkin tak akan lagi dia temui suatu saat nanti.


Namun hatinya terasa sesak, ada sesuatu yang hilang dan Williams benci rasa itu. Permainan yang dilakoninya semakin membuatnya terlihat beda. Tak ada lagi Williams yang ramah dan murah senyum. Semua hilang entah kemana.


"Will, aku tak tahu apa yang menimpamu beberapa bulan belakangan ini. Namun laporan yang masuk padaku mengatakan jika apa yang kamu lakukan tak baik baik saja. Aku tak pernah ingin ikut campur dengan masalah pribadimu, tapi tolong. Bertanggungjawablah pada profesi dan pekerjaanmu. Kau sudah berubah, kau bukan lagi Will yang bisa mengesampingkan masalah pribadi dengan masalah umum. Rasa respectmu terhadap orang lain pun telah menghilang. Semua itu berimbas pada kinerjamu."


"Ini bukan dirimu!! Williams yang aku kenal tak pernah meninggalkan tanggungjawab nya sebagai dokter tapi saat ini, kau bahkan melewatkan beberapa oprasi rutin yang dilakukan oleh rumah sakit."


"Aku memang bukan dokter dan tak tahu dengan segala prosedur yang berlaku. Akan tetapi sebagai pemilik rumah sakit aku juga harus mempertimbangkan segala sesuatu yang terjadi disini. Aku harap kau bisa memperbaiki semuanya. Ambil cuti jika kau memang tak mampu."


Williams menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dirinya benar-benar merasa hancur hanya karena seorang gadis belia.

__ADS_1


Suster Dini yang selalu setia mendampingi dokter tampan tersebut menatap prihatin. Bukan dirinya tak tahu, namun Dini merasa semua bukanlah rananya untuk ikut campur dengan masalah pribadi Williams.


Sejak kepergian Alexa dari rumahnya, Will mulai berubah. Dia bahkan jarang sekali berkeliling untuk sekedar menyapa pasien dan keluarganya seperti yang selama ini dilakukannya.


"Din, tolong panggilkan dokter Akmal. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengannya."


"Dokter Akmal? dokter magang itu kah dok?"


"Iya, tolong panggilkan dia segera."


"Maaf dok, dokter muda tersebut telah mengajukan surat pengunduran dirinya dua hari lalu." Penjelasan Dini membuat Williams mendongak dengan tatapan tak percaya.

__ADS_1


Semua telah menghilang!! Dia senang bukan?


Dengan perginya Akmal juga dirinya akan terbebas dari keluarga pembawa masalah baginya tersebut. Harusnya hidupnya bisa menjadi lebih tenang kali ini.


__ADS_2