I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 108


__ADS_3

Di kota.


Matahari nampak terik ketika mobil yang mereka tumpangi memasuki gerbang kota. Kota kecil namun cukup strategis mengingat masih adanya sinyal yang baik dari tempat ini.


Kehidupan dikota ini tak seperti kota kota pada layaknya. Berada di kawasan konflik yang setiap hari harus diliputi dengan rasa was was dan juga dicekam ketakutan, beberapa pedagang masih nekat berjualan.


Banyaknya toko yang sudah tutup dan juga rumah rumah yang ditinggal penghuninya untuk mengungsi membuat kota selayaknya sebuah perkampungan. Suara bising kendaraan tak lagi terdengar nyaring. Yang ada hanya bunyi pesawat tempur dan juga tembakan yang terdengar meski jaraknya tak begitu dekat.


Alesa dan Arya memarkirkan mobilnya dihalaman rumah sakit. Tempat pertama yang memang menjadi tujuan mereka. Mobil mereka termasuk aman dari serangan karena adanya logo kesehatan yang terpasang besar besar dibadan mobil.


"Dokter Arya jika ada kepentingan lain boleh kok saya ditinggal disini." Alexa memberi saran.


Gadis itu mengerti dengan apa yang diinginkan oleh sahabatnya itu. Panggilan formal memang mereka gunakan jika sudah berada di luar camp. Untuk menghindari bahaya dan juga pengawasan dari beberapa orang anggota militer yang tentu sangat waspada karena tak ingin kebobolan dengan masuknya musuh.

__ADS_1


"Sepertinya disini juga ada sinyal, dok. Sebentar saya mau ke pusat informasi dulu, siapa tahu memang bisa jadi kita tak perlu berpisah. Toh nanti bakal ribet juga kan."


"Terserah dokter saja. Saya ikut gimana baiknya."


Arya mengangguk dan melangkah menjauh mencari pusat informasi meninggalkan Alexa yang sedang berada di depan farmasi untuk mengambil obat obatan yang akan dibawanya kembali ke camp.


Sambil menunggu gilirannya, Alexa menghidupkan ponselnya. Dirinya menimang nimang apakah akan menghubungi keluarganya atau tidak. Senyum terukir di bibir gadis itu kala menatap wallpaper di ponselnya yang baru saja menyala. Foto keluarganya terpampang disana ditambah dengan 1 anggota baru yakni kekasih sang kakak sulung yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.


Ada beberapa pesan yang masuk, gadis tersebut membaca satu persatu pesan yang tak lain dari keluarganya tersebut. Matanya tiba-tiba tertahan pada 3 buah pesan dari nomer yang sudah sempat dihapusnya kala itu. Namun sumpah demi apapun dirinya sangat hafal setiap angka yang terbaris rapi disana.


Sementara itu disebuah penginapan. Will yang pada akhirnya memilih berpisah dengan rombongan relawan yang kemarin bersamanya masih berada disana. Dokter tampan tersebut mencari beberapa informasi tentang tempat tempat yang kemungkinan dijadikan camp pengungsian. Setelah mendapatkan semuanya, dirinya bersiap untuk berangkat. Sesuai intruksi dari pihak keamanan yang berhasil ditemuinya tadi. Dirinya tetap menggunakan identitas dokter agar memudahkannya dalam bergerak dan masuk dari satu wilayah ke wilayah lainnya.


Will melangkahkan kakinya keluar dari penginapan dan memulai petualangannya mencari keberadaan Alexa. Senyum tersungging di bibir Will kala membayangkan wajah Alexa yang tersenyum manis dihadapannya.

__ADS_1


Ponsel yang berada di saku celananya bergetar pelan. Namun Will mengacuhkannya, karena dirinya saat ini tengah mendengarkan penjelasan seorang tentara tentang rute aman yang bisa dirinya lewati.


Williams bernafas sedikit lega, karena dirinya tak akan sendiri melakukan perjalanan kali ini. Setidaknya, ada 3 tentara yang akan berkunjung ke 2 camp yang jaraknya masih terbilang dekat dari posisi mereka berada saat ini. Mereka memberi Will tumpangan setelah mendengarkan kisah Williams yang tengah mencari kekasihnya sesama dokter yang menjadi relawan terlebih dahulu dibandingkan dirinya.


Tak sepenuhnya cerita bohong yang dokter itu ungkapkan. Namun hanya bagian dirinya yang mengaku "kekasih" itu yang patut diragukan bahkan oleh dirinya sendiri.


Namun entah mengapa, meski sadar betul apa yang dilakukannya. Will malah merasakan kenyamanan dalam hatinya ketika menyebutkan Alexa sebagai kekasihnya.


*


*


*

__ADS_1


"Tak peduli dengan apa yang kau pikirkan nanti. Yang jelas, untuk kali ini aku tak akan lagi menyerah. Aku akan membawamu kembali berada disisiku lagi, Lexa. Karena entah sejak kapan, kamu mengisi ruang hampa dalam hatiku yang sudah lama mati."


__ADS_2