
Alexa yang mengurung diri dikamar tamu membuat Williams merasa bingung. Dirinya benar-benar tak mengerti dengan perubahan yang terjadi pada gadisnya.
"Sayang, waktunya makan malam." Ketuknya pelan.
Pintu bercat putih tersebut masih saja tertutup. Sementara Alexa yang berada didalam sana masih ketar ketir dengan pikirannya sendiri. Dia yang berniat menghindar untuk berkumpul bersama orang-orang yang berada di kediaman Oma Feli merasa bingung sendiri.
"Aku lapar, tapi bagaimana jika nanti dimeja makan aku bertemu dengan Clara?" Sejak beberapa menit yang lalu gadis itu hanya mondar-mandir tak jelas. Dia abaikan ketukan di pintu yang entah sudah keberapa kalinya.
Melihat tak ada respon dari dalam membuat Williams semakin gusar. Dengan cepat dirinya menuju lantai bawah guna mencari kepala pelayan untuk meminta kunci cadangan kamar.
Pintu terbuka dengan lebar menampilkan sosok Williams dengan wajah cemasnya bersama beberapa orang pelayan yang berdiri dibelakangnya, membuat Alexa terlonjak kaget.
Dia yang baru saja keluar dari kamar mandi dibuat terbengong dengan kehadiran mereka di depan pintu kamarnya.
Dengan langkah panjang, Williams bergerak mendekat dan memeluk tubuh Alexa yang hanya berbalut Badrobe itu. Sementara kepala pelayan yang sebelumnya juga sama paniknya dengan Williams tersenyum simpul dan mengelus dadanya dengan perasaan lega. Ditutupnya pintu secara perlahan dan meminta yang lainnya untuk turun meninggalkan Will dan Alexa disana.
"Om."
"Sssttt, biarkan begini sebentar saja." Lirih Williams yang berusaha meredam jantung nya yang berdebar tak karuan beberapa saat lalu.
Setelah bisa menguasai dirinya, Will melepaskan dekapannya dan menatap Alexa lembut. Rasa takut itu kembali hadir dalam hatinya.
"Kenapa tak menjawab panggilanku."
"Aku, aku baru selesai mandi Om."
Will menghela nafas pelan
__ADS_1
"Jangan membuatku takut, Lexa. Kamu tahu bagaimana rasanya hatiku ini." Alexa mengangguk pelan meski sebenarnya dia belum memahami arti kata kata yang Will ucapkan.
"Segera ganti baju, kita makan ya. Aku akan menunggumu disini."
"Ha, tapi Om.."
"Lexa."
"Iya." Alexa mencebik namun tak urung gadis cantik tersebut melangkah ke ruang ganti.
Williams mengusap wajahnya pelan. Entah mengapa dirinya menjadi parno begini. Hatinya terlampau bahagia hingga rasanya tak ingin lagi dirinya merasakan kehilangan seperti sebelumnya.
*
*
*
"Sepertinya akan ada berita bahagia yang diberikan oleh Tuan Muda Williams, Oma."
"Benar, dan aku sangat menantikan saat saat itu. Aku yakin tuan muda Will sedang serius saat ini. Aku bisa melihat dari sorot mata dan juga gerak tubuh tuan muda yang tak biasa pada nona Lexa."
"Kalau tahu begini, aku tak perlu bersusa paya menjodohkan mereka waktu itu." Oma tergelak pelan.
"Tapi semua itu memang jalannya, Oma. Hanya saja, bersatunya mereka bukan dengan cara perjodohan."
"Kau benar."
__ADS_1
Obrolan mereka terhenti ketika melihat Williams dan Alexa menuruni tangga. Nampak jelas bagaimana Williams menggenggam erat jemari Alexa seolah takut gadis tersebut akan kabur nantinya.
"Ehm, Om."
"Ya."
"Apa Clara ada disini?" Pelan suara Alexa seolah berbisik. Namun rasa penasarannya tak lagi dapat dibendung nya.
"Clara?" Williams menghentikan langkahnya dan menatap Alexa sambil mengerutkan keningnya.
"Iya, Clara. Bukannya kalian masih bersama?"
Pertanyaan Alexa membuat Will tersenyum. Akhirnya dirinya sadar dengan perubahan yang terjadi pada gadis cantik yang berdiri kaku disampingnya tersebut.
"Dia ada dirumahnya. Sedang menikmati masa ngidam mungkin." Jawabnya dengan senyum tipis dibibir nya.
"Dia, dia hamil?" Kaget tentu saja Alexa kaget mendengarnya. Reflek dilepaskannya genggaman tangan Williams.
"Kenapa memangnya?" Will bertanya seolah tak ada yang penting dalam hal itu, namun tidak untuk Alexa yang memicing menatap Will tajam.
"Kenapa apanya? Om bagaimana sih?" Sentaknya
"Memang aku harus bagaimana? dia yang hamil kan."
Alexa menggelengkan kepalanya tak mengira dengan jawaban yang diberikan oleh William. Dalam benaknya ingin mengumpat lelaki tersebut yang dengan santainya berkata demikian. Dengan langkah terhentak Alexa meninggalkan Will dan berlalu menuju meja makan.
Will tersenyum lebar tanpa suara, prilaku yang Alexa tunjukan padanya terasa sangat menggemaskan di depan Williams.
__ADS_1
"Apa dia cemburu? seperti saat aku melihat Arya memeluknya waktu itu?"