I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 54


__ADS_3

Suasana canggung tercipta untuk beberapa saat. Baik suster Dini maupun Alexa diam membisu tanpa ada kata yang keluar dari bibir mereka berdua. Alexa dengan gugupnya tetap menundukkan kepalanya dalam. Sedangkan Dini dengan keterkejutan nya karena baru kali ini melihat ada seorang gadis berada dirumah Williams.


Selama ini Will bahkan tak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun. Tapi hari ini, seorang gadis belia sedang berada di rumahnya, bahkan sedang mengacak-acak dapurnya.


"Kalian sedang apa?" Williams datang dengan kaos santainya.


Hari ini dirinya memang sudah tak ke rumah sakit. Siang nanti, rencananya dia akan mengajak Alexa berkunjung ke rumah Bram dan akan berangkat dari sana menuju bandara keesokan paginya.


Williams menatap aneh pada kedua orang yang hanya diam berdiri bagai patung tersebut. Langkahnya mendekat ke arah Alexa dan mengambil jus yang telah disiapkan gadis itu. Meminumnya tanpa bertanya itu jus benar untuknya atau bukan. Karena untuk beberapa hari ini mereka melakukan hal tersebut secara rutin.


"Oh ya, Din. Berkasnya sudah kusiapkan diatas meja diruang kerjaku. Kami akan berangkat besok pagi pagi sekali. Pastikan semua aman ya, kau bisa hubungi aku jika ada hal yang mendesak nantinya."


Setelah berkata demikian pandangan Williams beralih pada sepiring omelet yang masih berada di dekat kompor. Lagi dokter tampan tersebut mengernyitkan dahi karena tak ada pergerakan dari Alexa yang semakin menunduk dalam.

__ADS_1


"Ada apa?"


Ucapnya pelan ketika sudah berada didepan gadis itu. Lexa masih diam hingga Will terpaksa mengangkat dagunya untuk melihat mata Lexa. Kegelisahan itu nampak jelas dimata Alexa. Berusaha menjauh dengan mendorong pelan Williams membuat lelaki tersebut semakin bingung dibuatnya.


Tak ingin ambil pusing, Will kembali melangkah mengambil omelet dan menaruhnya diatas meja. Lelaki itu juga menyiapkan piring dan sedikit nasi kalau kalau Alexa akan sarapan menggunakan itu.


Setelah semuanya nampak rapih diatas meja barulah Will kembali memanggil Alexa untuk sarapan bersama. Alexa sendiri masih bingung harus melakukan apa, sementara Will terlihat biasa saja sedang dirinya dibuat ketar ketir takut terjadi perang karena kehadirannya setelah ini.


"Kamu kenapa sih?" Cetus Williams yang masih bersikap tenang.


"Dok, hanya map ini saja kan yang harus saya bawah?"


Will mendongak dan menatap apa yang ditunjukkan oleh Dini. Anggukan kepala dari lelaki tersebut menandakan bahwa apa yang dibawanya adalah benar.

__ADS_1


"Kalau begitu saya langsung pamit, dok." Lanjutnya dengan mata yang sedikit melirik ke arah Alexa.


"Kamu nggak ikut sarapan dulu bersama kami?"


"Terimakasi dok, kasihan Issac menunggu dirumah." Dini tersenyum.


"Baiklah, salamku untuk Issac ya."


"Baik dok. Semoga perjalanannya menyenangkan dan dilancarkan semua urusannya." Dini kembali tersenyum lalu menundukkan kepalanya.


"Saya permisi ya, mbak." Sambungnya menatap ke arah Alexa.


Kontan saja gadis yang sedari tadi tenggelam dalam lamunannya tersebut tersentak dan tergagap. Alexa hanya mengangguk sebagai jawabannya. Dan semua itu tak luput dari lirikan Williams yang merasa aneh dengan perubahan Alexa pagi ini.

__ADS_1


Namun tidak dengan Dini, suster muda tersebut malah tersenyum sumringah karena pada akhirnya dokter baik seperti Williams dapat membuka hatinya meski dirinya belum tahu bagaimana hubungan keduanya saat ini. Mengingat bahwa gadis belia yang duduk didepannya itu adalah satu-satunya gadis yang dia lihat berada di dekat Williams diluar urusan pekerjaan.


Dini melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Williams dan melajukan mobilnya kembali kearah rumahnya sendiri dengan senyum yang masih terukir indah disana.


__ADS_2