I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 104


__ADS_3

Williams dengan segala rasa penasaran dan juga gelisah dalam hatinya nampak duduk merenung di balkon kamarnya. Dokter tampan tersebut berada dikamarnya di kediaman Oma Feli.


Hubungan yang sempat merenggang diantara keduanya menyisahkan luka dihati Will yang paling dalam. Mata tua Oma yang memancarkan rasa sakit nampak jelas dimatanya hingga membuat lelaki tersebut merutuk dirinya sendiri.


Pelukan hangat tetap diberikan wanita yang semakin tua tersebut. Air matanya bahkan sampai menetes karena tak menyangkah jika Will akan datang dan mengunjunginya lagi.


Williams benar-benar melakukan kesalahan fatal kali ini. Dia sadar telah membuat Oma sakit hati meski wanita itu tak lagi banyak menuntut padanya.


Setelah pertemuannya tadi dengan Akmal. Will yang ingin pergi ke apartemen miliknya tentu saja langsung dicegah oleh Om Fer. Oma yang mengetahui kedatangan Will tak meminta banyak. Dia menyadari bahwa dirinya bukanlah siapa siapa. Wanita tua itu hanya mengatakan agar Will berhati-hati. Namun dari Om Fer, barulah Will mengetahui bagaimana keadaan Oma yang sempat beberapa kali masuk rumah sakit karena penyakit yang dideritanya kembali kambuh.

__ADS_1


Williams yang baru mengetahui akan hal itu tentu saja terhenyak. Dia yang biasanya paling awal tahu perkembangan Oma, kini malah menjadi orang paling akhir yang mengetahuinya. Oma Feli melarang semua orang memberitahukan apapun yang terjadi padanya kepada Will. Mungkin itu sebagai bentuk rasa sakit Oma atas perkataan yang pernah terlontar dari bibir Williams waktu itu.


Menghabiskan coklat panas dalam cangkirnya segera, kemudian melangkah menapaki tangga menuju lantai 1 dimana kamar Oma berada. Diketuknya pelan pintu berwarna putih tersebut sebelum menekan knop pintu.


Senyum tipis tersungging dibibir tipisnya kala melihat Oma Feli telah berbaring dengan selimut yang menutup sebagian tubuhnya hingga sebatas perut.


"Oma tidur saja, maaf Will mengganggu istirahat Oma." Ucapnya pelan seraya mencium jemari Oma Feli yang nampak sudah keriput seiring usianya yang semakin bertambah.


"Oma memang belum tidur, rasanya mata ini tak ingin terpejam meski sudah mengantuk."

__ADS_1


Williams tersenyum lembut, ditatapnya wajah Oma yang sebelum didekapnya tubuh rentah yang senantiasa melimpahkan kasih sayang padanya itu dengan erat. Oma membalasnya pelan. Wanita tua itu merasakan sakit hati ketika Will memintanya untuk tak lagi ikut campur dengan urusannya kala itu. Namun kasih sayangnya pada lelaki yang sedang terisak dalam pelukannya kini tak bisa diragukan lagi.


"Kenapa? kamu sedang ada masalah? cerita sama Oma."


Will mendongakkan wajahnya, hanya didepan Oma dirinya tak akan pernah menyembunyikan kelemahannya. Tak ada yang pernah tahu bagaimana rapuhnya seorang Jhon Williams selama ini selain Oma. Sejak usianya 10 tahun, Will menekan rasa sakitnya di hadapan semua orang termasuk Bram. Namun dirinya tak pernah bisa melakukan hal itu terhadap Oma. Wanita tua itu akan selalu tahu apa yang terjadi padanya.


"Besok saja Oma. Sekarang sudah larut malam, sebaiknya Oma segera beristirahat karena cuaca juga semakin dingin. Oma harus sehat sampai Will bisa membawanya kembali." Will berujar dan segera membenarkan letak selimut Oma hingga sebatas dada. Mengecup kening Oma lembut sebelum akhirnya keluar dari kamar dan menutup pintu pelan.


Oma tersenyum, Will nya telah kembali.

__ADS_1


__ADS_2