
Akshan yang baru saja kembali dari restorannya sedikit mengernyitkan dahinya ketika mendengar suara yang sangat dikenalnya. Namunburu buru digelengkan kepalanya pelan karena apa yang terlintas di benaknya rasanya tak mungkin terjadi.
Dilanjutkan langkahnya perlahan menuju ruang tengah yang nampak sedikit ramai dari setahun kemarin. Sepertinya keluarga tersebut benar-benar berusaha untuk mengembalikan kehangatan keluarga yang pernah sempat menghilang.
Langkah itu semakin pelan namun sedikit tak sabar dalam hatinya ketika suara yang dia dengar diantara canda dan tawa keluarganya riuh terdengar.
Sementara diruang tengah nampak Alina yang duduk sambil memeluk ayahnya dengan manja. Sedang Deandra duduk di samping mereka. Sementara nampak duduk seorang gadis dengan rambut hitam panjangnya sedang tersenyum dengan gembira melihat bagaimana tuan Alisky meledek putri bungsunya hingga membuat gadis itu merajuk dan menenggelamkan wajahnya dalam dekapan sang ayah.
Kaki Akshan terasa berat, dia dapat mengenali tubuh yang sedang duduk membelakanginya saat ini. Gadis manis yang sempat beberapa waktu yang lalu dekat dengannya. Berawal ketika dirinya dan Akmal saling membagi tugas dalam upaya pencarian Alisya.
__ADS_1
Dia yang tak jarang melihat bahkan bertatapan langsung dengan teman teman sang adik tersebut sedikitnya tahu dengan mereka. Tak jarang Alisya juga mengajak beberapa temannya untuk sekedar berkunjung ke restoran yang pastinya bisa bertemu langsung dengan sang kakak.
Namun kedekatannya dengan gadis tersebut bisa dibilang berbeda. Gadis itu selalu ikut serta ketika kedua kakak lelaki Alisya melakukan pencarian ke tempat tempat yang sekiranya menjadi tujuan Alisya.
Berbulan-bulan saling berhubungan meski hanya sekedar bertanya tentang Alisya membuat rasa lain yang tumbuh di hati Akshan. Diumurnya yang sudah menginjak 29 tahun ini Akshan bahkan belum menemukan seseorang yang bisa menjadi kekasihnya.
Hubungan yang memang tak pernah ada kata special diantara mereka itu hanya berkembang di tempat. Akshan bahkan sedikit minder dengan kehadiran beberapa lelaki yang merupakan sesama mahasiswa. Sadar dengan diri dan keadaan keluarganya membuat Akshan menjauh pada akhirnya.
Sejak saat itu hubungan Akshan dan Cindi menjadi renggang. Ditambah lagi karena masalah biaya maka pencarian terhadap Alisya pun terhenti. Ya, gadis itu adalah Cindi. Sahabat terdekat Alisya bahkan bisa dibilang mereka berdua adalah gadis dengan mimpi yang sama. Dan gadis itu sekarang tengah berada di rumahnya, di hadapannya kini dan sedang tertawa bahagia bersama keluarganya.
__ADS_1
Akshan berusaha menguasai dirinya dan segera membalikkan badan untuk menjauh sebelum ada yang sadar akan kehadirannya.
"Eh, kakak Aks sudah pulang." Alina berjingkrak senang merasa dirinya terbebas dari bully-an yang sedari tadi dialaminya. Sang kakak sulung biasanya akan muncul menjadi orang terdepan untuk membelanya.
Gadis itu tersenyum dan langsung berhambur ke arah Akshan yang memejamkan matanya erat dengan lemas.
"Kak, untung saja kakak segera datang. Kalau tidak, aku tak tahu lagi bagaimana nasibku setelah ini. Mereka curang kak, masa Alin diledekin secara keroyokan." Adunya sambil bergelanyut manja di lengan Akshan.
Tak ada pilihan lain pada akhirnya Aksan tersenyum dan mengacak lembut rambut sang adik. Matanya tetap menatap lurus Alina tanpa berani mengalihkan pandangannya ke depan sana. Hatinya berdebar kencang dan lelaki tersebut berusaha keras untuk menyembunyikannya.
__ADS_1