
Gladi resik dilakukan sekali lagi untuk meminimalisir kesalahan. Pagelaran peragaan busana akan berlangsung kurang lebih dua jam lagi. Semua orang yang terlibat sedang sibuk mempersiapkan diri mereka masing-masing. Lampu terpenjar warna warni sudah mulai di nyalakan dan di cek. Termasuk stag panggung tempat para model menunjukkan kebolehannya.
Williams berada disana, mengawasi segala yang di perlukan. Dia yang bertanggungjawab atas kesuksesan peragaan busana dengan brand lokal milik perusahaan besar Ayodya Company di bawah naungan Bram.
Dokter tampan dengan segala prestasi tersebut nampak memantau semuanya dengan teliti tanpa terkecuali. Bram beberapa kali menghubunginya dan menanyakan segala kesiapannya. Williams memang seorang dokter, namun dirinya adalah asisten bagi Bram. Kedudukannya tak jauh beda dengan Suta, hanya saja tugas Will lebih menitik beratkan pada rumah sakit yang kini dipegangnya. Berbeda dengan Suta yang bisa melakukan tugasnya dimana saja secara menyeluruh.
Mengingat Suta, asisten sedingin es itu juga tengah melakukan tugasnya di negeri Kanguru. Disana juga diadakan pameran busana dengan brand yang sama yaitu Ayodya company. Namun bedanya jika yang dilaksanakan di Bali adalah acara rutin tahunan sebagai lounching produk terbaru. Maka di negeri Kangguru adalah acara kerjasama dengan berbagai brand lokal dan acara tersebut biasanya akan diselenggarakan 3 tahun sekali.
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃
Akmal tiba di Prancis pada siang menjelang. Tak ingin terlalu lama di negeri orang dirinya langsung bergerak mencari tahu tentang adiknya. Mendatangi beberapa tempat yang alamatnya telah diperolehnya dari informan yang memberitahu Akshan, sang kakak.
Bermula dengan mendatangi apartemen yang disewa oleh gadis yang diduga adalah sang adik. Akmal harus menelan ludahnya kasar ketika penjaga apartemen mengatakan jika gadis tersebut sudah beberapa hari tak terlihat pulang. Dari penjaga itu pulalah dirinya mengetahui bahwa di unit tersebut gadis dalam foto yang di bawanya tak hanya tinggal sendiri. Dan keduanya nampak pergi membawa koper dua hari yang lalu sebelum Akmal datang.
Nafasnya tak lagi teratur kala putus asa menghampirinya. Tak ada yang diperolehnya, nama Alexa banyak namun tak ada keterangan tentang Alexa yang dia cari. Hanya satu tempat yang menjadi tujuan terakhir dan esok dia akan kesana demi satu kesempatan tersebut.
__ADS_1
Sebenarnya Akmal sangat ingin menikmati waktunya berada di Paris negara yang dikenal dengan sebutan negara penuh cinta. Namun mengingat tujuannya dia tak ingin lagi melewatkan waktunya meski sang kakak mengijinkannya. Akshan bahkan memberinya kebebasan untuk itu. Akan tetapi Akmal tak ingin membuat sang kakak akan semakin kesulitan.
"Alis, jika kau tahu bagaimana kami disini tanpamu. Akankah kau masih memiliki niatan untuk melakukan ini?"
"Kenapa kau memilih langkah ini. Masih ada kakak, kami semua menyayangimu. Semua bisa dibicarakan baik-baik. Ayah memang terkesan egois namun percayalah bahwa beliau sangat mencintai kita semua. Kesakitan karena kehilangan mama dan ketidakberdayaan nya membuat ayah melakukan banyak hal untuk melindungi kita semua. Mungkin bagimu caranya tak bisa lagi di tolerir namun semuanya masih bisa di bicarakan dengan kepala dingin."
Akmal kembali menghembuskan nafas keras. Rasa sesaknya semakin terasa, memikirkan nasib sang adik yang hingga kini tak tahu dimana serta memikirkan ayah dan mama Dea dan rumah yang tak lagi mempunyai kenyamanan di dalamnya.
__ADS_1