I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 39


__ADS_3

Williams yang memang tak banyak bicara selalu datang setiap hari. Dia yang seharusnya sudah terbang kembali ke Jakarta tak bisa begitu saja meninggalkan tanggung jawabnya. Cuti yang berlangsung 3 hari nyatanya harus diperpanjang karena urusan ini.


Usman bahkan sudah menampakkan kemajuan dengan kesehatannya. Dirinya sudah sadar dan bisa berkomunikasi meski belum terlalu lancar. Mentalnya harus siap dengan keadaannya saat ini. Dokter bahkan mengatakan jika kemungkinan dirinya akan mengalami cacat setelah ini.


Pasrah.


Hanya itu yang bisa dilakukan oleh pria yang sudah dikaruniai seorang putra tersebut. Entah bagaimana nasibnya nanti setelah diperbolehkan keluar dia belum tahu. Williams datang disambut senyuman yang terukir meski nampak jelas kesenduhan disana. Dan Williams sangat tahu itu.


"Bagaimana kabarmu hari ini?" Williams mengambil tempat duduk dan mendekat kearah brangkat dimana Usman tengah berbaring.


"Masih seperti ini tuan. Tapi sudah lebih baik karena saya bisa bergerak meski masih sedikit." Jawabnya terbata.


"Iya, terus gerakkan apa saja yang sekiranya bisa digerakkan. Guna merangsang otot otot dalam tubuh, hingga nanti tak begitu kaku lagi. Tapi jangan terlalu dipaksakan karena itu akan menambah parah cidera kamu dan tentunya akan kembali sakit."

__ADS_1


Usman mengangguk. Bukan hanya masalah sakit yang dia pikirkan. Istri dan anaknya pasti sedang cemas menunggu kabar darinya. Hingga saat ini Usman belum tahu apakah ada yang memberitahu keluarganya prihal musibah yang tengah dihadapinya saat ini. Tangannya masih sangat kaku untuk digerakkan. Tangan kirinya masih terdapat selang infus meski tangan itu tak memiliki cidera.


"Dodo akan pulang sore ini. Dokter sudah mengijinkannya karena luka di lengan kirinya juga telah pulih." Williams berujar.


"Tuan." Usman kembali mengatupkan mulutnya rasanya dia bingung untuk mengungkapkan apa yang mengganjal dalam hatinya.


"Kenapa?"


Pekerjaannya hanya sebagai light controller itupun jika ada event event besar. Sedang keseharian nya bekerja sebagai tim marketing namun dibagian lapangan. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah. Meski begitu gajinya selama ini hanya mampu untuk membiayai hidup keluarga kecilnya saja. Jika dirinya tak segera keluar dari rumah sakit, bagaimana dengan masalah pembiayaan yang tentunya semakin hari akan semakin membengkak.


"Ada yang ingin aku obrolkan denganmu sebenarnya. Tapi aku harap kamu bisa tetap tenang dan menjalani ini dengan baik." Williams menghela nafas sebelum melanjutkan kembali ucapannya.


"Kemungkinan besar, kaki dan lengan kamu akan mengalami masalah setelah ini. Kedua organ tubuhmu tersebut tak lagi bisa berfungsi normal seperti semula. Aku rasa dokter sudah mengatakannya padamu."

__ADS_1


Usman mengangguk, dirinya sempat syok kala dokter mengatakan hal yang sama padanya. Untuk saat ini ketika Williams kembali mengatakannya Usman hanya bisa menitikan air matanya tanpa suara.


"Atas nama perusahaan, aku ingin membawamu ke jakarta. Disana kamu akan menjalani perawatan hingga sembuh.Bagaimana menurutmu?"


"Tuan saya punya keluarga. Dan tentu saja selama saya sakit akan memerlukan biaya yang tak sedikit. Saya rasa kami tak akan sanggup membayarnya nanti, apalagi keadaan saya seperti ini."


"Obrolkan dengan istrimu nanti. Bicarakan baik baik dengannya. Karena jika kamu siap maka istrimu pun harus ikut ke jakarta untuk menjagamu. Bersama putramu tentu saja. Masalah biaya itu bisa kita bicarakan nanti. Yang penting sekarang kamu coba bicara baik baik dengan istrimu."


Williams menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya kemudian tersenyum.


"Mungkin bentar lagi istri dan anakmu sampai."


Usman menatap Williams dengan ekor matanya. Dia belum tahu harus bagaimana, jika Suta yang bicara mungkin dirinya akan langsung menyetujui semuanya. Karena yang dirinya tahu, Suta lah orang kepercayaan Bram selama ini. Sementara dengan Williams dirinya baru kali ini bertemu. Usman tak bisa berbuat apa-apa, hanya kedipan mata yang dia berikan guna merespon apa yang Williams sampaikan.

__ADS_1


__ADS_2