I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 124


__ADS_3

Kesehatan Oma semakin membaik dan dokterpun sudah mengijinkannya untuk pulang. Selama dua hari lamanya Will terus berada disisi Oma bersama Alexa tentunya. Tak sedikitpun keduanya beranjak dari ruangan tersebut. Bahkan untuk kebutuhan mereka Edwin yang membawanya.


"Hari ini kita pulang, tapi Oma harus berjanji padaku. Oma akan lebih memperhatikan kesehatan Oma." Will mengecup kedua tangan yang telah penuh kerutan itu dengan sayang. Tangan itulah yang memeluknya dulu dikala Will tak lagi mempunyai sosok yang bisa dia jadikan tumpuhannya.


"Iya.Oma akan sehat sehat terus mulai saat ini." Senyum Oma mengembang, hatinya sangat bahagia. Terlampau bahagia malahan.


Alexa berjalan disisi kiri Oma sementara Will berada disebelah kanan wanita baya tersebut. Edwin yang berada diambang pintu berdecak pelan dan memberengut pura-pura merajuk. Namun hatinya lega melihat tubuh Oma kembali segar dengan wajah yang nampak lebih cerah.


Mobil melaju pelan meninggalkan rumah sakit dengan Edwin yang berada dibelakang kemudi. Will yang duduk disebelah Edwin sesekali menoleh kebelakang dimana kedua wanita yang mengisi hatinya kini berada.


Berbeda dengan suasana hati Oma yang sedang bahagia. Saat ini, hati Alexa sedang mengalami kegelisahan yang sangat. Gadis itu mulai merasa takut. Hari harinya akan kembali seperti sebelumnya manakala Will harus kembali dan bisa dia pastikan jika Clara sedang menanti dokter tampan yang menampilkan senyum manisnya kala menoleh padanya itu.


Hatinya kembali sesak mengingat bagaimana dengan kedua matanya sendiri dirinya melihat kemesraan Will dan Clara kala itu. Rasanya dia tak akan sanggup untuk melihatnya kembali saat ini. Namun Alexa juga tak punya pilihan lain selain tetap berada disana.


"Huuft, tak apa. Hanya sebentar dan setelahnya aku akan segera pulang nanti. Atau paling tidak, aku akan mencari alasan untuk segera pulang tanpa harus masuk lebih dulu ke kediaman Oma."


Gumamnya dalam hati.


Dalam benak Alexa, saat ini Clara telah berada di kediaman Oma tentu saja sebagai calon istri dari Williams atau malah mereka telah menikah. Rasa sesak itu membuat telapak tangan Alexa berkeringat dan itu bisa dirasakan oleh Oma yang sejak tadi memang menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Ada apa nak?" Tanyanya pelan.


Alexa hanya menggelengkan kepalanya pelan seraya tersenyum menenangkan. Oma Feli mengangguk, tak ingin ikut campur selama semuanya baik baik saja.


Empat puluh lima menit berlalu akhirnya mobil yang membawa mereka masuk ke halaman rumah Oma. Nampak beberapa pelayan berdiri dengan senyum yang mengembang menyambut kedatangan Oma.


Selama lima hari lamanya mereka dicekam rasa cemas memikirkan kesehatan Oma. Sama hal nya dengan Oma Feli yang menganggap mereka semua adalah keluarga nya mereka pun demikian.


Satu persatu dari mereka Oma peluk guna melepaskan kerinduannya. Bahkan kini mereka saling berebut untuk dapat menggandeng Oma memasuki rumah.


Will yang awalnya juga melangkah mengernyitkan dahi ketika menyadari jika Alexa tak berada disisinya. Langkahnya terhenti ketika sadar jika gadis kecilnya masih berdiri tak jauh dari mobil yang tadi membawa mereka kembali.


Alexa menggeleng dengan senyum yang dipaksakan. Namun Will dapat membaca semua itu, baginya perubahan sedikitpun yang terjadi pada gadisnya dirinya bisa dengan cepat menyadarinya.


"Katakan ada apa? apa terjadi sesuatu?" Tanyanya pelan sambil menggenggam jemari Alexa yang terasa sedikit basah oleh keringat.


"Tidak ada, Om."


"Kalau begitu ayo masuk?"

__ADS_1


Alexa menggeleng, membuat Will mengerutkan keningnya.


"Ehm, sebaiknya aku langsung pulang saja." cicitnya pelan.


"Besok kita pulang."


"Tidak apa apa Om, aku bisa pulang sendiri. Lagipula jaraknya tidak terlalu jauh kan?" kembali Alexa mencoba memberi penawaran namun gelengan kepala yang diberikan Williams membuatnya menghembuskan nafas pelan.


Sungguh dirinya tak ingin bertemu dengan Clara, setidaknya untuk saat ini. Dia tak akan sanggup untuk menahan gejolak hatinya nanti. Dan Alexa tak ingin terlihat lemah karenanya.


"Besok kita pulang bersama, sayang. Aku janji, ehm."


Williams menarik pelan lengan Alexa, membawanya melangkah masuk ke dalam rumah Oma. Sementara Alexa harus kembali menelan salivanya kelat ketika rasa dalam hatinya seolah ingin menjerit saat itu juga.


*


*


*

__ADS_1


"Apakah Om berniat membuatku kembali sakit? tak tahukah Om, betapa hatiku ini ingin mengatakan jika aku mencintaimu Om."


__ADS_2